Sahabat, segala sesuatu yang berada di permukaan bumi dan langit ini adalah kepunyaan Allah. Pun Allah yang berkuasa atas peristiwa-peristiwa yang terjadi.
Sahabat, kita memang tidak bisa menilai niat seseorang ketika melakukan amalan. Karena yang dapat melihat apakah amalan yang dilakukan seseorang berlandaskan keikhlasan atau ingin memperoleh pujian, hanyalah Allah saja.
Sejatinya, hujan yang turun adalah berkah dan rezeki dari Allah. Sebab, kembali menyuburkan tanah yang kering, membasahi ladang yang tandus, serta menghapus gersang pasca kemarau panjang.
Tahukah Sahabat, apa yang membuat harta menjadi abadi ketika diwakafkan? Ternyata, harta benda yang diikrarkan untuk wakaf harus dipelihara dari kerusakan, tidak boleh diperjualbelikan, tidak boleh diwariskan, apalagi dihibahkan.
“Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Al Munafiqun: 10)
Tak ada yang tahu pasti. Amalan apa yang akan mengantarkan kita menuju surga Allah. apakah itu ibadah wajib, sunnah kita, atau malah sedekah tersembunyi yang tidak kita sadari. Seperti kisah berikut ini..
Bulan Ramadhan menjadi momentum mendulang pahala seluas-luasnya. Namun tidak jarang amalan yang dilakukan seorang muslim justru menjadi rusak karena beberapa hal. Berikut beberapa perilaku yang dapat merusak amalan kita saat bulan Ramadhan seperti dikutip dari beberapa sumber.