program layanan ambulance gratis, infak ambulance dhuafa, pengantaran pasien atau jenazah

Sinergi Foundation berupaya menghadirkan program layanan Ambulance Gratis Untuk Dhuafa yang bertujuan meringankan beban warga tidak mampu khususnya Dhuafa yang membutuhkan layanan pengantaran pasien atau jenazah secara gratis mengingat biaya ambulance harganya tidaklah murah bagi mereka.

Tingginya kebutuhan pelayanan ambulance gratis di tengah umat harus menjadi perhatian bersama. Masalah transportasi pasien gawat darurat atau ambulance sampai saat ini terasa masih kurang seimbang dengan jumlah masyarakat dalam satu kecamatan atau desa. Keberadaan ambulance menjadi kebutuhan pokok bagi pasien terutama bagi masyarakat yang kurang mampu yang membutuhkan ambulance dengan segera namun terbatasi oleh biaya.

saat ini difungsikan untuk melayani masyarakat di wilayah Bandung dan Sekitarnya sehingga, ketika satu mobil dipakai mengantar dan melayani masyarakat dan ada masyarakat lain juga yang membutuhkan ambulance di waktu yang sama dalam keadaan darurat akhirnya tidak bisa terlayani. Maka dari itu melalui program Infaq Pengadaaan Ambulance Gratis Untuk Dhuafa ini Sinergi Foundation berharap,  bisa memberikan lebih banyak lagi pelayanan kepada masyarakat Dhuafa dan Kurang mampu yang membutuhkan ambulance gratis di saat darurat.

Sinergi Foundation memberikan kesempatan kepada para donatur khususnya, umat muslim umumnya, untuk turut serta dalam mewujudkan program tersebut dengan menjadikan Program ini sebagai ladang bagi bapak/ibu sekalian. Berapapun donasi anda itu sangat berarti bagi mereka.

 

*Disclaimer:
80% dana yang terhimpun melalui program ini akan disalurkan untuk program Pengadaan Ambulance untuk Dhuafa, 20% untuk kegiatan syiar dakwah kelembagaan, sebagaimana yang tercantum dan tidak bertentangan dengan peraturan perundangan.

Potret Manis Anak-anak Pejuang Kanker: Keceriaan yang Saling Ditularkan Lewat Interaksi dalam Perjalanan ke Rumah Sakit Bersama Mobil Sehat Sinergi Foundation Jadi Penguat Perjuangan menuju Kesembuhan

Kebersamaan punya nilai tersendiri yang membuat peristiwa berat menjadi terasa lebih ringan, meskipun hanya untuk sementara.

Seperti yang terlihat dari foto di atas, kebersamaan yang ditunjukkan oleh para pejuang cilik leukemia. Sebelum berangkat untuk menjalani pengobatan kanker di RS Al Islam, mereka masih sempat berpose dengan manis.

Hari itu, ada 5 orang pasien yang berangkat bersama dari Rumah Singgah YKAKI Bandung dengan layanan Mobil Sehat Sinergi Foundation. Ada Alleta, Aqila, Zio, Restu, dan Asyifa. Usia mereka berbeda-beda, tapi mereka disatukan satu perjuangan yang sama; melawan kanker dan meraih kesembuhan.

Di antara kelima pasien tersebut, Zio menjadi pejuang kanker yang paling lama pengobatan, kurang lebih 5 tahun. Namun, semangatnya seakan tidak pernah luntur. Keceriaannya seolah menular kepada teman-temannya. Khususnya Aleta, Aqila, dan Restu yang terbilang masih baru menjalani pengobatan. Ketiganya baru selesai melewati siklus perawatan mingguan.

Percakapan Bersama Pejuang Kanker

Ini momen menyentuh yang direkam Kang Iyan, waktu mengantarkan pasien kanker bernama Najwa Azzahra dengan Mobil Sehat Sinergi Foundation.

Meskipun perawatan yang harus dilalui cukup berat bagi anak berusia 3 tahun seperti Awa, demikian panggilan Najwa, ia tetap terlihat tegar. Bahkan, percakapan dan tingkah Awa yang menggemaskan justru menjadi hiburan tersendiri bagi Kang Iyan dan teman-teman Awa sesama pejuang kanker.

Sahabat, doakan ya, supaya Awa dan pejuang kanker lainnya segera diberi kesembuhan.

Selain doa, kamu juga bisa mendukung lewat sedekah untuk layanan Mobil Sehat yang mengantar jemput mereka ke Rumah Sakit.

Aditya dan Ibunya Tetap Tunjukkan Kesabaran dan Ketegaran saat Berjuang demi Kesembuhan

Satu pelajaran yang paling bisa MinGi hayati dari para pejuang kanker adalah kesabaran. Seperti yang ditunjukkan oleh anak hebat bernama Aditya dan keluarganya. Kalau menurut MinGi, kesabaran mereka itu luar biasa.

Gimana enggak? Aditya sudah mulai berobat untuk mengalahkan kankernya sejak 6-7 tahun lalu. Dan kini, meski pengobatan kankernya sudah selesai, Aditya masih harus bolak-balik rumah sakit karena muncul keluhan lain, yaitu tidak bisa berjalan.

Bahkan dalam satu minggu, bisa sampai tiga kali Aditya dan ibunya berobat ke rumah sakit.

Sesekali, rasa lelah tampak baik dari wajah Aditya maupun sang ibu. Tapi, itu hal yang manusiawi, ‘kan? Sebab, sudah pasti perjuangan mereka yang panjang ini sama sekali tidak mudah dan ringan.

Dalam perjalanan pulang dari rumah sakit menggunakan layanan Mobil Sehat minggu lalu, Aditya juga beberapa kali meringis kesakitan. Pasti, di dalam hatinya Aditya terus berharap bisa segera sembuh sepenuhnya. Agar bisa bermain dan belajar bersama teman-teman seusianya di sekolah.

Semoga kesabaran dan ketegaran Aditya dan ibunya bisa mengantarkan Aditya menuju kesembuhan secepatnya.

Setelah Melewati Pengobatan yang Melelahkan, Pejuang Kanker Cilik Ini Masih Bisa Pose Keren Waktu Foto di Samping Mobil Sehat

Meskipun lelah habis melewati prosedur pengobatan kanker, pose keren pas difoto nggak boleh ketinggalan.

Mungkin ini prinsipnya Arsyah, pejuang kanker berusia 6 tahun yang masih sempat kasih gaya terbaiknya di foto di atas. Penampilannya juga tetap on point dengan bucket hat bergambar jerapahnya.

Foto di atas ini diambil waktu Mobil Sehat menjemput para pejuang cilik dari RS Al Islam setelah pengobatan. Nggak cuma ada Arsyah, ada pula Aleta dan Angelina. Tujuan mereka adalah rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, tempat mereka bakal beristirahat sebelum menghadapi siklus pengobatan selanjutnya.

Keras dan melelahkannya pengobatan yang harus mereka jalani nggak bikin mereka kehilangan energi dan semangat. Tingkah polos dan lucu mereka masih sering terlihat, mewarnai perjalanan bersama Mobil Sehat.

Setiap doa dan dukungan jadi pendorong untuk bertahan dalam perjuangan menuju kesembuhan. Dana zakatmu juga berarti banget buat operasional layanan Mobil Sehat.

Kehadiran Keluarga, Rekan, dan Mobil Sehat Jadi Penguat Pejuang Kanker untuk Tetap Sabar dan Tangguh dalam Perjuangan Menuju Sembuh

Sabar dan tangguh; dua kata ini rasanya sesuai untuk mendeskripsikan Aditya. Di tengah ikhtiarnya untuk bisa sepenuhnya terbebas dari kanker yang menggerogoti tubuh, Aditya harus menjalani pengobatan pula untuk gangguan saraf kejepit.

Sebulan terakhir, Aditya mengaku kakinya lemas dan tidak bisa digunakan untuk berjalan. Dokter menjatuhkan diagnosa saraf kejepit, dan mengharuskan Aditya menjalani pengobatan rutin serta fisioterapi.

Semua ini dilakoni Aditya sambil tetap mengonsumsi obat kanker dan kontrol setiap dua bulan sekali untuk memastikan kanker tak menjangkiti lagi.

Dua pengobatan untuk dua penyakit yang berbeda dalam waktu bersamaan, kurang sabar dan tangguh apa Aditya?

Tak ingin menyusahkan, Aditya menjalani semuanya tanpa banyak mengeluh. Baginya, dukungan dari keluarga, sesama pejuang kanker di Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), dan Sahabat yang mewujud layanan Mobil Sehat sudah cukup untuk menguatkan.

Foto yang Sahabat lihat ini diambil waktu para pejuang kanker mau berangkat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, memulai kembali perjuangan mereka untuk sembuh.

Sahabat, kebaikanmu bisa #TumbuhLebihBaik dengan terus hadir untuk dukung perjuangan mereka dengan menyediakan layanan Mobil Sehat.