Wakaf Sumber Air untuk Desa

“..dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al-Baqarah : 164)

Peran Vital Air untuk Beribadah Hingga Sanitasi

Air punya peran vital dalam hidup manusia. Hampir di setiap aktivitas kita membutuhkan air bersih. Dari Beribadah, memasak, mencuci hingga sanitasi. Apa jadinya bila kelangkaan air mendera kita dalam waktu yang lama?

(Portofolio Sumur Wakaf yang dibangun di Desa Sukahejo, Bayongbong, Kab. Subang)

Krisis air tak hanya terjadi karena faktor musim kemarau. Letak geografis suatu wilayah yang kurang menguntungkan juga bisa menjadi penyebab kelangkaan air. Seperti yang dihadapi oleh warga Desa Sukahejo, Bayongbong, Subang. Di desa ini, jumlah mustahik mencapai ratusan. Namun fasilitas umum yang menyediakan air bersih sangat minim. Tak jarang, kebutuhan warga untuk minum, masak, dan MCK pun sering tersendat.

Bangun Sumber Air untuk Desa-Desa di Indonesia

Dalam sejarah peradaban Islam, wakaf menjadi salah satu instrumen fundamental kebangkitan umat. Wakaf juga dipakai sebagai solusi untuk banyak persoalan di tengah masyarakat.

(Foto : Pembangunan Sumur Wakaf di Pondok Yatim di Kp. Caringin ds. Pinggirsari kec. Arjasari. Kab. Bandung)

Sumur wakaf adalah salah satu upaya yang dicontohkan oleh Rasulullah dan Sahabat dalam memfasilitasi masyarakat yang mengalami kesulitan air.

Sumber Air yang diinisiasi oleh Sinergi Foundation ini adalah sumur bor atau pipanisasi yang akan dibangun di lingkung Dusun atau Masjid yang tersebar di desa-desa di Jawa Barat, yang kontur wilayahnya masih ada sumber air luar tanah, namun jarak ke sungai sangatlah jauh.

Mengikuti Jejak Utsman bin Affan

Sejarah Islam mencatat, kedermawanan Khalifah ke-3, Ustman bin Affan, terbukti memberikan manfaat bagi banyak orang hingga saat ini.

Semua berawal ketika ia mewakafkan sebuah sumur di Madinah. Ketika itu, kemarau panjang melanda Kota Madinah. Kurangnya ketersediaan air bersih membuat umat Islam harus membeli air dari sebuah sumur milik warga. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sumur milik seorang Yahudi.

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah kemudian bersabda, “Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surga-Nya Allah Ta’ala,” (HR Muslim)

Utsman bergegas menemui sang pemilik sumur dan lantas membelinya. Beliau pun mewakafkan sumur tersebut untuk kemaslahatan umat.

Lebih dari 1400 tahun sejak kejadian tersebut, Sumur Raumah yang diwakafkan Utsman itu, hingga kini tetap menjadi sumber air yang dipakai untuk berbagai keperluan umat Islam.

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga (macam), yaitu: sedekah jariyah (yang mengalir terus), ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya”(HR Muslim)

Salurkan donasi Anda dengan cara :

  1. Klik “DONASI”
  2. Pilih Metode Pembayaran dan Isi data di Form yang tersedia
  3. Transfer sesuai nominal yang tertera ketika transaksi

Berkah Idul Adha Kemarin, Warga Arjasari Kini Bisa Gunakan Sumur Wakaf

Sahabat, sudah beberapa lama warga di sekitar Pondok Yatim, Arjasari, Banjaran, mengalami keterbatasan air. Terutama di musim kemarau seperti sekarang, mereka harus ‘turun gunung’ untuk mendapatkan air di sawah-sawah.

Bekerjasama dengan Jumbaria (Jumat Barokah Ceria), #SinergiKebaikan kita akhirnya bisa mewujudkan sumur wakaf bagi warga Arjasari. Sumur yang memiliki kedalaman 52 meter ini dimanfaatkan warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari, seperti untuk mencuci, mandi, dan air minum.

Lebih dari itu, air dari sumur wakaf ini dapat dimanfaatkan pula oleh para santri Pondok Yatim agar proses pembelajaran lebih maksimal, tanpa harus ‘naik-turun angkut air’ dari rumah warga. Kini ketika mondok, mereka bisa fokus belajar, dan mendalam ajaran Islam. Insya Allah.

Dalam satu bulan pengerjaan, sumur ini sempat tak mengeluarkan air. Kemudian sumur kembali digali lagi. Hingga tepat pada malam takbiran, memasuki Idul Adha, air dari sumur tersebut menyembur deras. Alhamdulillah, masya Allah!

“Betul-betul tepat memasuki Idul Adha, air keluar dari sumur. Ini berkah di hari raya umat Islam,” kata Ayub Sani, pimpinan Pondok Yatim.

Sahabat, terima kasih telah ber-#SinergiWakaf dan membangun fasilitas air bagi warga yang keterbatasan air di Arjasari, dan wilayah lainnya di Indonesia. Jazakumullah khairan katsiiran.

 

.

Informasi!

Semua dana donasi terhimpun di Sinergi Foundation murni disalurkan untuk kepentingan sosial, dan BUKAN untuk tujuan pencucian uang, terorisme, maupun tindak kejahatan lainnya.

×