Tak Berkategori

Gelar Temu Tokoh, Erie Sudewo Bahas Pentingnya Memiliki Karakter

 

SF-UPDATE,– Para penerima manfaat beasiswa Sinergi Foundation yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Pemimpin Bangsa (Gamapinsa) mengikuti kegiatan Temu Tokoh. Hadir Pendiri Character Building Indonesia (CBI), Erie Sudewo yang membahas pentingnya memiliki karakter.

“Karakter adalah sesuatu sifat baik yang melekat. Kalau sifat buruk namanya tabiat,” terang Erie Sudewo mengawali pembicaraan, di Aula KBP Chakra, Ahad, (12/03/2017).

“Karakter yang disertai sujud barulah disebut akhlak. Jadi karakter itu bagian dari akhlak,” lanjutnya.

Dewan Pembina Sinergi Foundation ini menjelaskan, karakter dasar yang harus dimiliki setiap insan seminimalnya ada tiga hal. Yaitu Jangan Egois, Jujur, dan Disiplin. Ketiga hal ini bila ada dalam diri kita, Erie meyakinkan, karakter baik yang lainnya akan mengikuti.

Selain membahas Karakter Dasar, Erie juga menyinggung soal pencapaian-pencapaian terbesar yang telah ditorehkan di usia saat ini.

“Ketika kapal tidak tahu ke mana berlayar, tidak ada satupun angin yang dapat mendorong. Hidup di dunia ini harus mempunyai tujuan,” kata Erie Sudewo.

Menurut Erie, keberhasilan itu ditentukan oleh perilaku. Dari 100 persen, prosentasi perilaku menentukan keberhasilan sebesar 80 persen, sisanya adalah kecerdasan.

“Contohnya adalah perilaku jujur. Kejujuran itu adalah puncak dari kebaikan. Tanpa sujud, orang jujur memang sudah keren. Tapi tidak bisa berbuah amal (bernilai di hadapan Allah),” kata Erie. []

 

Reporter : Mahar

 

didieto12 Maret 2017

Berita

Lembaga Filantropi Atasi Kesenjangan Bertahap

lembaga-filantropi-atasi-kesenjangan-bertahap

SF-UPDATES,– Ketimpangan menjadi persoalan serius Indonesia. Lembaga filantropi bisa membantu mengatasi efek ketimpangan itu sebelum akhirnya naik pada advikasi kebijakan. Hal tersebut disampaikan Dosen Senior School of Social and Political Sciences University of Melbourne, Bagus Aryo. Ia menjelaskan, potensi zakat Indonesia mencapai Rp 217 triliun per tahun. Kesadaran untuk membayar zakat juga belum besar. Beda…

Baca selengkapnya

didieto9 Maret 2017

Tak Berkategori

Lagi, Keberadaan RBC Buat Member Bersyukur

SF-UPDATES,– Jumlah kelahiran bayi di Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) mencapai angka tujuh ribu. Para mustahik tersebut merasa terbantu dengan keberadaan RBC. Pun, salah seorang member, Ema Wardhani, mengapresiasi fasilitas yang disediakan RBC.

Dia sendiri mulai memeriksakan kandungan sejak usia 4 bulan hingga melahirkan. Sebelumnya, Ema sempat memeriksakan kehamilannya di bidan dekat rumahnya. Sayang, biaya hidup yang melangit menyebabkan dia tak mampu membayar biaya persalinan.

“Saya mengetahui RBC dari teman. Sejak saat itu saya rutin kontrol ke sini.” Kata Ema.

Ema mengatakan tidak sulit untuk menjadi member RBC, dia bahkan merasa dipermudah serta diringankan karena hanya perlu membawa syarat-syarat yang diperlukan untuk mendaftar, tanpa biaya sepeser pun. Selama kehamilan pun, Ema memaparkan, terdapat kegiatan bermanfaat berupa pembinaan dan penyuluhan bagi ibu hamil.

"Untuk penanganan saat melahirkan  amat memuaskan dan tidak dibeda-bedakan, meski kami dhuafa," katanya. Setelah melahirkan pun, Emma dapat rutin memeriksakan bayinya hingga usia 1 tahun.

“Saya berharap RBC semakin sukses dan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang berekonomi rendah.” pungkas Ema mengakhiri wawancara. []

(nurma)

didieto9 Maret 2017

Tak Berkategori

Penerima Manfaat BPB Juarai Lomba Debat Nasional ÔÇ£Konbawa National Debate Championship 2017ÔÇØ

SF-UPDATES,– Dimas Putra Permadi, mahasiswa Universitas Indonesia cum penerima manfaat Beasiswa Pemimpin Bangsa (BPB) kembali menorehkan prestasi. Dimas bersama dua rekannya UI mengikuti kompetisi debat tingkat nasional “Konbawa National Debate Championship 2017” yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 23-26 Februari 2017.

Lomba debat bertajuk “Bahasa dan Budaya sebagai Kekuatan Bangsa” ini diikuti 20 tim dari berbagai perguruan tinggi Indonesia seperti UGM, Unair, Unpad, ITB, UB, dan lain-lain. Pada babak penyisihan yang terdiri dari 4 ronde, Dimas harus berhadapan dengan UGM, ITB, dan UIN Jakarta. Dimas akhirnya berhasil lolos dengan capaian clean sheet (sapu bersih kemenangan, tanpa kekalahan) dan berhasil finish di peringkat kedua. Pada babak Quarter Final, timnya harus berhadapan dengan Universitas Panca Budi Medan dan berhasil menang telak dan melaju ke babak semi final.

Babak semi final berlangsung seru. Berhadapan dengan ITB, timnya harus adu argumen pada mosi “dewan ini menyatakan bahasa daerah merupakan penghambat integrasi nasional”. Pertandingan cukup sengit hingga dewan juri mengaku kesulitan untuk menentukan siapakah yang berhak melaju ke babak final. Setelah diskusi yang cukup berat, akhirnya UI dinyatakan lolos ke babak final melawan tim Universitas Airlangga.

Babak final memperdebatkan mosi yang cukup berat yaitu “dewan ini akan memperbolehkan kelompok separatisme timur Indonesia untuk bersatu dan mengangkat senjata untuk merdeka dari Indonesia”. Sebagai tim kontra, Dimas harus bisa membangun argumen mengapa gerakan separatism timur Indonesia belum saatnya untuk mengangkat senjata, lebih menawarkan proposal mediasi dan referendum. Di sisi lain, Dimas juga tetap mencoba memperhatikan aspek nasib para masyarakat Timur (Papua, Maluku dll), usai terdampak eksploitasi alam besar-besaran yang tengah mereka alami hingga detik ini.

Setelah berdebat cukup panjang, 6 dari 7 dewan juri memutuskan untuk memberikan kemenangan pada tim Universitas Indonesia yang digawangi oleh Dimas dan kawan-kawan. "Alhamdulillah, capaian tersebut berhasil diraih setelah melewati seleksi tingkat UI yang cukup ketat dan rangkaian proses latihan yang panjang," tandas DImas. []

didieto8 Maret 2017

Tak Berkategori

[Kisah Mustahik] Mencari Nafkah Hingga Jauh, Pulang Tinggal Nama

SF-UPDATES,– Kabar duka kembali menyeruak di sudut Kota Bandung. Kali ini, seorang mustahik bernama Hery ditemukan meninggal di pool Bandung Ekspress, Selasa (7/3/2017).

Sebelumnya, almarhum ditengarai usai melakukan perjalanan ke Ungaran, Jawa Tengah, untuk berdagang gorden. Ketika hendak ke Bandung, ia berada dalam kondisi tidak sehat. Sesampainya di pool, petugas mencurigai kondisinya yang aneh. Badannya nampak terselonjor kaku di kursi tunggu pool. Setelah diperiksa, Hery dinyatakan meninggal.

Petugas Bandung Ekspress itu pun segera bertindak. Mengetahui ada layanan ambulans dan pemulasaraan 24 jam, mereka pun menghubungi Firdaus Memorial Park (FMP). Oleh tim FMP, jenazah Hery dibawa ke rumahnya di Ciparay.

Saat tim FMP sampai di kediaman mustahik, sang kakak terkejut. Sebab syok, ia pingsan. Tak menyangka, Hery yang ia kira akan kembali membawa nafkah, justru pulang hanya nama. Sementara itu, sang istri yang hanya pulang setiap sekali sebulan karena bekerja, terpaksa harus menelan pil pahit. Suaminya telah tiada.

Pembaca, mari do’akan agar tak ada lagi kejadian serupa Hery terulang. Juga, do’akan FMP agar terus melayani dengan prima, baik pada mustahik, maupun wakif. []

didieto8 Maret 2017

Tak Berkategori

Egy Purnama Jadi Finalis Wirausaha Muda Mandiri 2017

SF-UPDATES,– Egy Purnama penerima manfaat BPB angkatan 3 menjadi  salah satu finalis Wirausaha Muda Mandiri (WMM). Ia yang merupakan region VI Bandung itu akan melewati proses penjurian dan pembinaan nasional dari tanggal 04 Maret 2017 – 13 Maret 2017.

Ia mewakili Sae Archery (Wahana Archery Mobile untuk rekreasi, edukasi dan pembentukan karakter) tergabung dalam kategori mahasiswa di bidang kompetisi Industri, Perdagangan dan Jasa.

Dalam acara ini, akan ada kegiatan expo untuk finalis dan alumni program WMM pada tanggal 08 – 12 Maret 2017 di IPB International Convention Center, Bogor, Indonesia. WMM sendiri merupakan program kompetisi, apresiasi, edukasi dan pembinaan kepada generasi muda Indonesia yang berani berwirausaha.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kaum muda, khususnya yg memiliki ketertarikan dalam bidang bisnis, untuk lebih mengembangkan lagi bisnisnya kedepan." ujar Egy.

Dengan mengikuti kegiatan ini, Egy berharap bisa berperan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Juga, diharapkan dapat berkontribusi dalam penciptaan ekosistem yang baik untuk tumbuh kembang wirausahawan di Indonesia," pungkasnya. []

didieto8 Maret 2017

Tak Berkategori

Dhuafa Meninggal Karena Banjir, Tim FMP Antarkan Jenazah ke Gresik

 

SF-UPDATES,– Innalilillahi wa inna ilaihi raaji’uun. Di tengah banjir yang terus merendam Dayeuhkolot sejak akhir Februari, seorang mustahik bernama Umam meninggal dunia pada Rabu (1/3/2017). Ia meninggal usai kedinginan pasca terkena banjir, dan diperparah dengan penyakit komplikasi yang menahun dideritanya.

Ia yang hanya seorang pensiunan TNI telah lama sakit-sakitan, hidup berdua bersama sang putra yang baru duduk di bangku kelas 2 SMA. Handai taulannya tinggal lintas provinsi, mengakibatkan keluarga papa ini tak memiliki kerabat yang mengurusi.

Alhamdulillah, setelah diberitahu tetangga, sang putra menghubungi Tim Firdaus Memorial Park. Tim ini menangani pemulasaraan 24 jam secara profesional dan cuma-cuma. Tak hanya memberikan layanan memandikan, mengkafani, dan menyolatkan, tim FMP juga sedia mengantarkan jenazah dengan fasilitas ambulans.

Tim FMP pun datang ke kediaman Umam, yang masih dalam keadaan tergenang banjir di Bandung Selatan. Jenazah Umam pun diantar melalui ambulans, untuk dikebumikan di Gresik, Jawa Timur, Kamis (2/3/2017) pagi tadi. Pembaca, doakan agar tim FMP lancar menunaikan tugas. Aamiin..

didieto7 Maret 2017

Tak Berkategori

Sinergi Foundation Segera Launching Aplikasi Payment Berbasis Android

SF-UPDATES,– Sinergi Foundation akan segera meluncurkan aplikasi payment berbasis android dalam waktu dekat. Sebelum itu, tim Indotama melakukan presentasi pre-launching aplikasi bernama Sinergi Pay, di Jalan Dewi Sartika Bandung, Selasa (7/3/2017).

Menurut salah seorang tim Indotama, Yosef, aplikasi tersebut merupakan sebuah tools untuk kemudahan pembayaran beragam item komersial antara lain : Listrik, Telepon, PDAM, TV Berbayar, Pulsa, Tiket Pesawat, Tiket Hotel, dan lain-lain. Bedanya, di setiap transaksi, pengguna juga berdonasi untuk program pemberdayaan sosial Sinergi Foundation.

“Aplikasi ini juga menyediakan menu pembayaran Zakat, Infak-Sedekah, dan Wakaf, untuk kemudahan pengguna muslim tunaikan kewajiban, serta berbagi kebaikan,” katanya.

Menurutnya, aplikasi Sinergi Pay juga menyorot kaum muda. Ini, katanya, bisa menjadi alat edukasi agar para pemuda dibiasakan untuk beramal sejak dini. Melalui Sinergi Pay, berapapun nilai rupiah yang dikeluarkan, akan dipakai untuk keperluan sosial.

Sementara itu, Manager Coorporate Communication SF, HB Sungkaryo menegaskan aplikasi berbanding lurus dengan tujuan SF yang ingin terus berinovasi dalam melayani umat. “Adanya aplikasi ini in line dengan semangat kami (SF) yang ingin terus berinovasi,” tandasnya. []

(agh)

didieto7 Maret 2017

Tak Berkategori

Member Dhuafa Doakan RBC Semakin Banyak Bantu Kaum Papa

SF-UPDATES,– Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) terus meneguhkan kiprahnya. Hampir 7 ribu bayi dhuafa lahir di sudut ruangan RBC sejak didirikan 13 tahun lalu. Upaya menebar manfaat dan membantu kaum papa semakin teguh.

Sebagaimana pada Sabtu (04/3/17) dini hari, para bidan RBC membantu persalinan seorang ibu dari kaum pinggiran. Adalah Reni Rodiah (25), sang mustahik yang telah menjadi member RBC sejak usia kandungannya menginjak 3 bulan.

Ia bercerita mengenai kesan pertamanya pada saat pertama kali menginjakan kaki ke RBC. "Kesan pertama pas masuk RBC, bangunannya bagus, pelayanannya juga ramah-ramah meski gratis. Tak terasa, sekarang buah hati saya sudah lahir," ujar ibu dari 2 anak ini sambil tersenyum.

Proses persalinan Ibu Reni ini berlangsung lancar, terhitung dalam waktu 4 jam. Reni merasa sangat lega dan bahagia atas kelahiran sang darah daging. Ia pun berterima kasih kepada RBC yg telah membantu proses persalinannya.

Begitu pula suaminya, Pak Koswara (35) yang merasa terbantu.  Koswara menerangkan, ia yang hanya buruh harian lepas, tak sanggup membayar persalinan di tempat lain yang harganya mencekik. Keberadaan RBC, membuat pria itu sangat bersyukur. Ia berharap RBC bisa terus berkembang dan menebar manfaat.

"Saya harap RBC terus dapat membantu orang-orang, kalau bisa buka cabang yang banyak biar makin top!" ujarnya sambil terseyum. Pembaca, mari kita aminkan harapan Bu Reni dan Pak Koswara, demi generasi ibu-anak yang lebih baik.

Sisihkan sebagian harta Anda demi ibu dan generasi dari kalangan lemah di sekitar kita. #AyoSedekah untuk Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC)

Salurkan donasi Anda ke:

Mandiri 1300.099944442
Mandiri Syariah 706.0050079
a.n Yayasan Semai Sinergi Umat/Sinergi Foundation

Info Lengkap :
Call Center 0851 0004 2009
Sms & Whatsapp 081 321 200 100
Telp. 022-6032281 / 022-2513991
www.sinergifoundation.org

didieto5 Maret 2017

Tak Berkategori

Semangat Mengkaji Islam Ala Putra-Putri Petani Lumdes Cigalontang

SF-UPDATES,– Cigalontang, sebuah desa nun jauh di kabupaten Tasik itu nampak lengang di sore hari. Hanya terdengar lantunan ayat Al-Qur’an dari pengeras suara masjid yang menggema ke seluruh kampung. Gungun Gunawan, sang pengisi suara, menyelingi bacaan ayatnya dengan uraian tafsir. Sesekali, terdengar suara anak-anak di balik speaker saat Gungun mencoba berinteraksi dengan mereka di pengajian hari itu.

Ya, kegiatan mengajar mengaji menggenapi seluruh kegiatan Gungun sehari-hari. Usai membina dan mengayomi para mitra yang tergabung dalam kelompok tani program Lumbung Desa Al Hidayah, ia terjun mendidik anak-anak desa. Mencoba menanam bibit spiritual ke sukma mereka.

Seiring dengan Lumbung Desa di Cigalontang yang semakin berkembang, hasilnya memang sedikit banyak telah menyejahterakan warga sekitar. Bahkan, sekolah yang tepat terletak di samping Masjid Al Hidayah sudah disubsidi oleh hasil lumbung. Tak perlu lagi masyarakat risau dengan biaya sekolah yang membebani punggung.

Dan lihatlah, anak-anak para petani itu menghargai benar kemudahan pendidikan yang mereka dapatkan. Termasuk dalam pendidikan agama. Setiap malam Ahad dan Kamis, mereka dengan rutin mengaji. Sering, diiringi diskusi terkait masalah keagamaan. Memuaskan dahaga ilmu.

"Alhamdulillah, di antara mereka ada anak-anak yatim yang sudah istiqomah khatam Al Qur'an setiap 11-14 hari," kata ustaz Gungun. 

Sejahtera tak hanya soal harta. Raga yang terisi regukan rohani, mendekat pada-Nya, tak pelak membuat siapapun bersedia menyungging senyum. Apapun keadaannya. Semoga jadi berkah bagi kita semua, Aamiin..

Mari ulurkan tangan kita, membantu para petani meraih hidup lebih baik.

Salurkan donasi Anda ke:

Bank Mandiri Syariah 700.098.3459
Bank Mandiri 130.000.404.0427
BCA 008.305.3477

a.n Sinergi Foundation

didieto5 Maret 2017

1 333 334 335 336 337 371
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!