Rumah sederhana dan kosong nyaris tanpa perabotan. Demikian pemandangan yang terlihat begitu Pak Subur (78) membuka pintu rumahnya. Meski tampak seperti tak ada kehidupan, rumah itu lah yang menjadi tempatnya dan anak bungsunya bernaung setiap hari. Setelah mempersilakan kami masuk, Pak Subur menyampaikan ceritanya. Tentang musibah yang menimpa sang anak dan dampaknya pada kehidupan mereka….








