Tak ada orang tua yang ingin perjuangan anaknya melawan kanker selesai dengan kabar duka. Yang mereka inginkan jelas melihat buah hati mereka bebas dari kanker dan tumbuh dengan baik menyongsong masa depan.
Namun, Allah menetapkan takdir lain bagi dua pejuang kanker di YKAKI Bandung, ananda Fania dan Rasyad. Keduanya berpulang ke pelukan Sang Pencipta setelah mengerahkan seluruh tenaga dan upaya memerangi kanker.
Rasyad yang berpulang lebih dulu pada Selasa (23/6) pagi. Bersama tangis sang ibu yang tak kunjung surut, mobil layanan Akhir Baik mengantar jenazahnya kembali ke rumah di Tasikmalaya.

Panggilan duka kembali diterima tim Akhir Baik pada Rabu (24/6) pagi. Satu lagi pejuang kanker yang bernama Fania menghembuskan napas terakhir di RSHS Bandung. Fania telah 5 bulan berusaha melawan kanker tulang (sarcoma) yang menggerogoti tubuhnya.
Selama 5 bulan ke belakang, meski terus disibukkan dengan pengobatan, Fania enggan meninggalkan pendidikannya. Bahkan, ia masih mengusahakan untuk bisa ikut ujian di rumah sakit. Fania enggan menyerah dan kalah dari penyakitnya.
Setelah sesi kemoterapi terakhirnya, Fania sempat mempersembahkan karya di hadapan guru dan teman-temannya di rumah singgah YKAKI Bandung. Sebuah puisi mengharukan yang menceritakan perjuangannya melawan kanker dibacakan di atas kursi roda.
Karya itu seolah menjadi warisan semangat terakhirnya, yang dititipkan untuk memberi kekuatan bagi teman-temannya sesama pejuang kanker.
5 bulan lamanya Fania tak pulang ke rumah di Sukabumi demi mengejar kesembuhan. Namun pagi itu, mobil layanan Akhir Baik mengantarnya pulang, ke kampung halaman sekaligus tempat yang menjadi peristirahatan terakhirnya.
Sahabat, melalui layanan Akhir Baik, sedekahmu telah mengantar mereka kembali ke rumah yang senantiasa mereka rindukan. Kini, mari panjatkan doa agar almarhum dan alamarhumah beristirahat dengan tenang dan diberi tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan menerima ketetapan Sang Pencipta. Aamiin.
