Itu kata Uci. Kami memanggilnya Abah Uci. Kakek itu berusia lebih dari 80 tahun, tepatnya tidak ada yang ingat. Tapi dia ingat, sejak zaman Jepang, ia sudah tinggal di atas bukit di sini, Desa Cikuluwung, yang dapat disusur dengan berjalan kaki selama hampir satu jam dengan melewati tanjakan berundak-undak yang melelahkan!








