epilepsi. dhuafa, sinergi pelayanan masyarakat

Jangan Berkecil Hati, Penderita Epilepsi bisa Kembali Sehat!

Epilepsi merupakan gangguan pada sistem syaraf otak yang dapat mengakibatkan kejang berulang pada penderitanya. Meski demikian, bukan berarti epilepsi tak dapat disembuhkan.

Pada kesempatan Silaturahim Orangtua Anak Penyandang Epilepsi, Sinergi Foundation menghadirkan Spesialis MOST (Meridian, Otot, Syaraf, dan Tulang), Ustadz Aris Hidayat sebagai pemateri pagi itu. Tak hanya sharing pengetahuan, pun Ustadz Aris memberikan pemahaman terkait penyebab terjadinya epilepsi.

“Dalam surah Al Mu’minuun ayat 12-14, di sana dijelaskan proses terbentuknya manusia dalam rahim ibu. Hal pertama yang diciptakan Allah setelah melalui proses bercampurnya sel telur dan sperma, zigot, dan mutghah adalah terbentuknya tulang ekor, kemudian disusul tulang belakang, dan kepala. Jadi, jika seorang anak tidak mampu tegak, itu karena tulang ekornya yang kurang berfungsi dengan baik,” tutur Ustadz Aris membuka forum sharing di Training Center, Gedung Wakaf 99, JL. Sido Mukti, No. 99 H, Bandung (11/07/2018).

Ustadz Aris melanjutkan, ada ikhtiar lain yang bisa dilakukan tanpa bergantung pada obat-obatan kimia secara terus-menerus. “Melihat pengobatan ala Rasulullah, yang dilakukan adalah input yang baik-baik, output racunnya, dan perbaiki prosesnya. Jangan sampai, kita hanya memasukkan racun tapi tidak disertai dengan pemulihan sistem.”

Ahli fisioterapi ini bahkan memberikan contoh latihan apa saja yang bisa dilakukan untuk memperbaiki fungsi tulang belakang pada penderita epilepsi. “Latihan-latihan ini tidak bisa diterapkan sama pada setiap anak. Tapi memang untuk kesembuhan dibutuhkan peran orangtua untuk terus dilakukan secara rutin dan teratur.

Sepakat dengan penjelasan Ustadz Aris, Idah Rosidah, ibu dari penderita epilepsi R.F Rinzani, menuturkan dukungan dari orangtua dan lingkungan amat penting bagi kesembuhan penderita epilepsi.

“Semenjak diketahui sakit epilepsi, saya dan ayahnya selalu mendorong dia untuk beraktivitas sama seperti anak normal lainnya. Untuk minum obat, paling sebelum tidur saja. Dia justru lebih sering melakukan gerakan untuk melatih tulang belakangnya. Alhamdulillah, sekarang sudah sehat kembali,” jelas Idah.

Di tahun kedua kehadiran komunitas orang tua anak penyandang epilepsi ini, tak kurang dari 68 orang mengikuti kegiatan tahunan tersebut. Selama acara, masing-masing orangtua berbagi pengalamannya dan saling mendukung guna menguatkan hati.

“Saya sangat bersyukur, Sinergi Foundation mengumpulkan kami seperti ini. Ternyata kami ini tidak sendiri, ada orangtua lain yang juga mengalami kondisi serupa. Bisa mengobrol seperti ini menjadi penguat hati bagi kami,” kata Asmawati haru.

Diakhir kegiatan, Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM) memberikan bantuan berupa sembako dan santunan. []

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Silahkan Tinggalkan Pesan anda di sini dan kami akan segera merespon pesan anda segera.