24 jam setiap harinya, Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) senantiasa bersiaga melayani pemeriksaan kesehatan dan persalinan ibu dan anak dari kalangan dhuafa.
Menyebarnya pandemi memaksa Rumah bersalin Cuma-Cuma (RBC) membatasi jumlah member yang akan datang memeriksakan diri. Setiap harinya mereka senantiasa mengatur jadwal agar pasien tidak menumpuk.
Alhamdulillah, kebaikan terus mengalir hingga menghadirkan babak baru pengembangan pelayanan dengan berdirinya klinik baru yang nantinya akan dikembangkan menjadi Rumah sakit Wakaf Ibu dan Anak (RSWIA)
Selain pemeriksaan kehamilan, sebagian besar pasien yang datang ke Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) juga berobat untuk keluhan penyakit lain. Seperti batuk, flu, demam, hingga diare.
Selain mahalnya akses medis untuk proses persalinan, penyebab kematian pada ibu dan bayi juga dikarenakan kurangnya asupan gizi yang dikonsumsi oleh ibu hamil.