Menyebarnya pandemi memaksa Rumah bersalin Cuma-Cuma (RBC) membatasi jumlah member yang akan datang memeriksakan diri. Setiap harinya mereka senantiasa mengatur jadwal agar pasien tidak menumpuk.
Meski tatap muka langsung dibatasi, para bidan di RBC senantiasa menjaga komunikasi dengan memanfaatkan alternatif grup whatsapp. Tidak hanya menjadi sarana untuk memantau keadaan member, aplikasi ini juga menjadi media penyuluhan dan kajian.
“Melihat penyebaran covid yang kian masif, kami mencoba alternatif lain agar dapat memantau kondisi member juga memberikan materi penyuluhan dan kajian keislaman,” tutur Bidan Wana ketika ditanya seputar kegiatan terkini RBC.
Bidan Wana melanjutkan, jika ada member yang membutuhkan pemeriksaan darurat, pihaknya akan langsung membuatkan jadwal agar segera dapat ditangani.
“Alhamdulillah dengan hadirnya grup ini, insya Allah bisa menjembatani kami dengan member. Karena memang keadaannya sedang pandemi juga, jadi salah satunya ya memanfaatkan fasilitas whatsapp. Mohon doanya ya, semoga wabah ini segera berakhir dan RBC bisa kembali beraktivitas sedia kala,” tukas Bidan Wana.
RBC merupakan program kesehatan berbasis zakat. Keluarga dhuafa yang menjadi member akan memperoleh layanan kesehatan gratis. Dan semua fasilitas ini berasal dari #SinergiZakat kita. Jazakumullah khairan katsiran.



