Di tengah kondisi darurat pandemi, satu butir beras seakan jadi barang mahal bagi masyarakat kecil. Padahal, mendapatkan pangan yang baik dan berkualitas adalah hak semua orang.
Coba bayangkan diri kita sedang ada di dalam kondisi seperti ini ; suami meninggal, punya 4 orang anak yang harus dinafkahi, hidup dengan berjualan kopi keliling di tengah krisis akibat pandemi?
Meski belum termasuk dalam red zone COVID-19, warga binaan Sinergi Foundation di Cigalontang Tasikmalaya bersemangat mencegah penyebaran virus sejak dini.
Di masa krisis seperti ini, bawaannya pasti ingin menghemat penggunaan uang dan menekan pembelian barang-barang. Eits, tapi kebaikan untuk berbagi ke sesama jangan ikut diminimalisir ya.