Mengajari Anak Berpuasa Sejak Dini

Berita

Sahabat, seperti kita tahu, anak-anak yang belum baligh pada dasarnya tidak dibebani dengan kewajiban ibadah.

Kendati demikian, Syeikh Yusuf Qaradhawi memandang, anak-anak tetap harus dibiasakan berpuasa sedari dini, seperti halnya shalat. Dalam shalat, Rasulullah SAW secara tegas menyuruh anak mengerjakannya jika telah berusia tujuh tahun dan boleh dipukul jika meninggalkan shalat saat berumur 10 tahun.

Pembiasaan puasa pada anak juga bisa dimulai pada usia belia. Meski tidak harus pada usia tujuh tahun karena puasa lebih berat dibanding shalat. Syeikh Yusuf Qaradhawi memandang, dimulainya latihan puasa melihat dari kemampuan sang anak.

Bisa dilakukan secara bertahap, missal: hanya beberapa hari dalam sebulan atau dengan metode lain seperti puasa beduk seperti yang ada di Indonesia.

Dari ar-Rubayyi’ binti Mua’awwiz, ia berkata, “Nabi SAW mengirim sarapan pagi waktu hari Asyura kepada orang-orang Anshar seraya berkata, ‘Barangsiapa yang pada pagi hari tidak berpuasa maka hendaklah ia menyempurnakan sisa hari itu dengan berpuasa. Dan barangsiapa yang pada pagi hari dia berpausa, maka hendaklah ia meneruskan puasanya!’”

Ar-Rubayyi berkata, “Kemudian, setelah itu kami berpuasa dan menyuruh anak-anak kami berpuasa dan membuatkan mainan untuk mereka dari bulu. Apabila salah satu dari mereka menangis minta makan, maka kami berikan mainan itu sampai waktu berbuka tiba.”

Hadis di atas menunjukkan, anak-anak sudah dibiasakan puasa meski dia belum berusia baligh. Anak-anak juga diajari dan dilatih puasa dengan cara-cara yang menyenangkan, bukan dengan paksaan dan ancaman. []

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Informasi!

Semua dana donasi terhimpun di Sinergi Foundation murni disalurkan untuk kepentingan sosial, dan BUKAN untuk tujuan pencucian uang, terorisme, maupun tindak kejahatan lainnya.

×
Open chat
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!