Berita

Sinergi Foundation Gelar Silaturahim Anak Yatim “Berbagi Bersinergi: Cinta Lingkungan”

sinergi-foundation-gelar-silaturahim-anak-yatim-berbagi-bersinergi-cinta-lingkungan

SF-UPDATES,– Sebanyak 100 anak yatim dhuafa binaan Sinergi Foundation (SF) hadir dalam silaturahim “Berbagi Bersinergi: Cinta Lingkungan”, di auditorium Bandung Trade Center (BTC), Sabtu (3/9/2016). Manajer funding SF, Kosim Akbar menyatakan kegiatan ini tak hanya dijadikan sebagai momen santunan, tapi juga edukasi mengenai lingkungan. “Saat ini lingkungan hijau kita tengah tergerus, banyak yang dijadikan alih…

Baca selengkapnya

didieto5 September 2016

Berita

Rekah Senyum di Kampung Cibaeud

Badai Pasti Berlalu, mungkin kalimat itulah yang cocok untuk menggambarkan kondisi masyarakat di Kampung Cibaeud Desa Cigalontang Tasikmalaya kini. Pasalnya, selipatan episode silam, kampung terisolir dan terintimidasi ini selayang kerap dipandang sebelah mata.   Tak sedikit dari masyarakat Cigalontang yang menjadi kurang percaya diri atau takut bertemu satu sama lain, apalagi dengan orang-orang di luar…

Baca selengkapnya

didieto2 September 2016

Uncategorized

Yuk Intip, Pengalaman Aktivis BPD dalam Berdakwah

SF-UPDATE,– Sejumlah aktivis dakwah Sinergi Foundation yang tergabung dalam Beastudi Pegiat Dakwah (BPD) kembali menggelar pembinaan bulanan. Kegiatan tersebut diisi dengan sharing pengalaman dan pengetahuan dakwah. Di antaranya, pengalaman tentang training dakwah di NTT dan Pelatihan Da’i Muda Nasional di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Seperti yang dikisahkan salah satu delegasi yang ke NTT Imas Masitoh, “Walaupun dalam segi pemahaman konsep Islamnya masih minim, namun sebenarnya perilaku orang-orang di NTT itu sangat baik,” ujarnya di aula Gedung Wakaf Bandung, beberapa hari yang lalu.

“Beda halnya dengan masyarakat di perkotaan, yang walaupun akses belajar islamnya sangat terbuka, namun banyak yang akhlaknya belum mencerminkan apa yang dipahaminya,” lanjutnya.

Imas berpendapat, pendelegasian-pendelegasian seperti ini, harus terus dilanjutkan. Pasalnya hal tersebut dinilai sangat bermanfaat untuk para aktivis dakwah.“Agar kita terbiasa berdakwah dengan orang-orang yang baru dan memiliki kebiasaan yang berbeda,” ujar mahasiswi Unisba ini.

Selain Imas, perwakilan Sinergi Foundation yang mengikuti kegiatan training da’i muda se-Indonesia, Yusuf Nurjaman juga turut berbagi pengalaman. “Saya mendapat banyak bekal materi dakwah saat pelatihan. Di antaranya materi Fiqhul Jihad, Dakwah Sosial Media, cum success story Ustaz Subkhi, dan masih banyak yang lainnya,” ungkap Yusuf. Finalis Ajang Akademi Sahur Indonesia (AKSI) ini berharap, dengan sesi sharing tersebut sedikit banyaknya ada yang bisa diserap dan menjadi bekal para pegiat dakwah lainnya untuk menjadi seorang da’i yang mumpuni. []

 

Penulis : Siti Rohimah

Editor : Maharevin

didieto31 August 2016

Uncategorized

Di Seminar Lumbung Desa, Founder Kampung Zimba Berbagi Kiat Akselerasi Kemandirian Masyarakat

SF-UPDATE,– Dalam kegiatan Seminar Lumbung Desa yang digagas Sinergi Foundation, hadir juga pemateri founder Kampung Zimba cum pendiri Yatim Online, Baban Sarbana. Pada kesempatan itu, para peserta dibekali ilmu tentang akselerasi kemandirian masyarakat.

“Mungkin awalnya masyarakat itu harus kita supply kebutuhan finansial, namun lambat laun kita juga harus memikirkan bagaimana membangun capacity building mereka. Baru kemudian bila dirasa sudah siap, kita berikan modal usaha,” kata Baban Sarbana di Gedung Wahana Bakti Pos, Ahad (29/08/2016).

“Inilah yang saya sebut sebagai akselerasi kemandirian, bagaimana pembentukan kemandirian sebuah masyarakat kita percepat dengan tahapan tersebut,” lanjutnya.

Tugas para pemberdaya masyarakat menurut Baban adalah mengeksplorasi potensinya. Ia sendiri mengklasifikasikan potensi masyarakat ke dalam tiga hal. Pertama kelompok masyarakat tangan di bawah, tangan di atas, dan tangan di samping.

Ihwal golongan tangan di samping ini, di antaranya anak remaja atau pemuda yang bisa dilatih capacity building-nya. Sehingga dalam pandangannya, bila berhasil diberdayakan bisa menjadi aset golongan tangan di atas.

Hal ini yang sudah ia lakukan di Yatim Online-nya. Mengisi capacity building anak-anak binaanya dengan berwirausaha. Menurut Baban, basis akselerasi kemandirian ini memang harus ditopang oleh pemberdayaan ekonomi. 

Dalam upaya membangun desa berdaulat, Sinergi Foundation menggelar acara Seminar dan Workshop “Lumbung Desa”, di Gedung Wahana Bhakti Pos Bandung, 27-29 Agustus 2016. Selain menghadirkan Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendes, Ahmad Erani Yustika sebagai keynote speaker, hadir juga ragam tokoh inspiratif Sociopreneur. Di antaranya, Erie Sudewo, TO Suprapto, dan masih banyak lagi yang lainnya. []

 

Penulis : Kevin

Editor : Maharevin

didieto30 August 2016

Uncategorized

Dirjen PPMD Kemendes: Desa di Indonesia Belum Mandiri dan Berdaulat

SF-UPDATES,– Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementrian Desa, Ahmad Erani Yustika menyatakan desa-desa di Indonesia masih belum berdaya dan berdaulat secara pangan. Selama puluhan tahun, ada banyak pihak, terutama pemerintah yang memperhatikan masalah agraris. Namun menurutnya, selama puluhan tahun itu pula kedaulatan dan kemandirian belum terjadi di desa.

“Alih-alih, itu justru menyebabkan desa ketergantungan (pada perhatian itu) terus menerus,” katanya, dalam seminar dan workshop “Lumbung Desa” di Gedung Wahana Bakti Pos, Sabtu (27/8/2016).

Sebab itu, Ahmad Erani menegaskan harus adanya rancangan program yang memungkinkan mereka berdaulat, mandiri, dan berdaya dengan kekuatan dan potensi desa itu sendiri. Program itu, katanya, yang kemudian akan mengawal pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan, dan membantu tegaknya desa. Dan hal ini, tak lepas dari peran warga desa sebagai penggerak.

“Pihak lain harus dengan sukarela dalam posisi mendengarkan dan memfasilitasi warga desa. Karena, yang bisa merumuskan dan memutuskan masa depan desa adalah warga desa itu sendiri. Biarlah mereka, dengan pengalaman, pengetahuan, juga kebijakan yang dimiliki, yang mengembangkan desa. Kita ada di luar, hanya mendukung mereka agar tumbuh,” jelasnya.

Ia melanjutkan, sangat penting memberikan pengetahuan baru yang bisa diadopsi untuk pengembangan desa. Kendati demikian, ia menuturkan warga desa tetap harus didampingi dalam menjalankan program tersebut.

“Perubahan yang terlalu cepat akan menimbulkan keterkejutan bagi warga desa, yang kalau salah mendampingi, mereka akan merasa terisolasi dengan perubahan itu. Ini yang membuat partisipasi jadi kurang optimal terjadi di desa,” katanya.

Kaitannya dengan membangun desa, salah satu program Sinergi Foundation menjadi pegiatnya. Adalah program Lumbung Desa, yang berupaya mengembalikan desa kepada khitahnya: desa sebagai sumber pangan Indonesia. Mengangkat harkat dan martabat desa, khususnya para petani.  Dampak luasnya, menciptakan kedaulatan pangan di negeri tercinta.

“Lumbung Desa bertujuan membangun ketahanan pangan dalam bentuk gerakan pembentukan usaha produktif yang berbasis kepada potensi lokal pedesaan, seperti: sawah, kebun, ternak maupun home industry. Upaya ini diwujudkan melalui proses peningkatan produksi,” jelas CEO SF, Ima Rachmalia.

Kini, ikhtiar memajukan desa itu telah dilakukan di dua wilayah: Desa Cigalontang di Tasikmalaya, dan Desa Compreng di Subang. Menurut Ima, skala kebermanfaatan program ini terus menunjukan pertumbuhan. “Kian banyak warga desa yang merasakan manfaat program,” kata Ima.

Ia menambahkan, basis program Lumbung Desa berakar pada konsep social enterprise, yang meniscayakan sebagian keuntungan dari hasil usaha pertanian bersama, dialokasikan untuk kegiatan sosial masyarakat. “Masih perlu pembenahan, namun insya Allah  kelak menjadi desa yang mandiri, berdaya, dan berdaulat pangan,” harap Ima. []

Reporter: Aghniya Ilma Hasan

didieto30 August 2016

Berita

Baban Sarbana: Lumdes, Ikhtiar Pelanjut Bangsa Penuhi Janji Kemerdekaan

SF-UPDATE,– usai menjadi salah satu pemateri di acara Seminar Lumbung Desa, founder Kampung Zimba Baban Sarbana turut memberikan sepenggal testimoni terkait program yang digagas Sinergi Foundation ini. Menurutnya, Lumdes ini serupa ikhtiar pelanjut bangsa, penuhi janji kemerdekaan. “Gerakan Lumbung Desa ini salah satu inovasi memberikan kontribusi untuk Indonesia dari desa,” kata Baban di Bandung, Ahad…

Baca selengkapnya

didieto30 August 2016

Berita

Upaya Bangun Desa Berdaulat, Sinergi Foundation Helat Seminar dan Workshop

upaya-bangun-desa-berdaulat-sinergi-foundation-helat-seminar-dan-workshop

SF-UPDATES,– Dalam upaya membangun desa berdaulat, Sinergi Foundation menggelar acara Seminar dan Workshop “Lumbung Desa”, di Gedung Wahana Bhakti Pos Bandung, 27-29 Agustus 2016. Kegiatan ini juga bermaksud menjaring potensi-potensi pemuda yang berkomitmen membangun perkembangan di desa masing-masing. Dalam kegiatan ini, Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendes, Ahmad Erani Yustika hadir sebagai keynote…

Baca selengkapnya

didieto29 August 2016

Uncategorized

Kampanyekan Kemanusiaan, Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Kembali Gelar Donor Darah

SF-UPDATES,– Pagi itu riuh. Sebanyak 120 orang ramai mengantri di lantai 3 RM Ampera, Jl. PHH Mustofa No. 27 Bandung. Berbaris tertib, menunggu giliran pemeriksaan. Pembaca, tak usah heran. Kamis, 25 Agustus 2016 itu, Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), menggelar aksi donor darah di restoran tersohor Bandung itu.

Kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut bukan yang pertama kalinya. Pihak RBC, Ampera, dan PMI sempat menghelat acara serupa di tahun sebelumnya. “Sudah terlaksana dengan rutin sekali dalam empat bulan, di tahun 2015. Tapi terhenti karena satu dan lain hal,” ungkap Manager RBC, Budimansyah.

Maka, di penghujung Agustus ini, Budi ingin kembali mengampanyekan nilai-nilai kebaikan dalam aksi donor darah. Ia menuturkan, donor darah adalah salah satu ikhtiar berbagi kebaikan kepada sesama. Sebab, satu kantung darah saja, bisa jadi sangat berarti bagi orang di luar sana.

Hal senada dinyatakan Konsultan dan Bagian Transfusi Darah PMI, Dr. Saerah Priyono. Selama ini, katanya, PMI berupaya membangkitkan jiwa kemanusiaan masyarakat melalui donor darah. Dan ia melihat, antusiasme masyarakat luar biasa. Hal itu dibuktikan dengan berbondong-bondongnya warga dalam melakukan donor.

“Pasti selalu ramai, termasuk di Ampera ini. Meskipun memang, di antara mereka ada yang ditunda transfusi darahnya, sebab berat badan yang kurang, atau hemoglobin yang rendah. Tapi tentu niat mereka tetap harus diapresiasi,” katanya.

Salah satu peserta yang bersemangat mendonorkan darahnya kala itu adalah Egi. Ia sangat mengapresiasi kegiatan donor yang kembali diadakan. Dengan begitu, ia bisa menyumbangkan sedikit darahnya pada saudara yang membutuhkan.

“Saya ikut (donor) karena kemanusiaan. Saya ikhlas darah saya diambil,” tandasnya.

Reporter: Aghniya Ilma Hasan

didieto25 August 2016

Berita

From Newyork with Love: Geliat Islam Terupdate dari Negeri Abang Sam

from-newyork-with-love-geliat-islam-terupdate-dari-negeri-abang-sam

SF-UPDATE,– Sinergi Foundation (SF) berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung,DKM Masjid Trans Studio Bandung,  Elhijab, dan Nusantara Foundation menggelar Silaturahim Akbar bertajuk Telling Islam to The World: From New York With Love, malam ini, Sabtu  13 Agustus 2016 Pkl 19.00-Selesai. Perhelatan Akbar umat Islam Bandung Raya ini menghadirkan Imam Islamic Center New York Shamsi…

Baca selengkapnya

didieto13 August 2016

Berita

Anda Pemuda Pembangun Desa? Ikuti Seminar dan Workshop Lumbung Desa!

DICARI: PEMUDA PEMBANGUN DESA! Segera daftar dan ikuti Seminar & WorkShop “LUMBUNG DESA” Catat pelaksanaannya: Hari/Tanggal: 27-29 Agustus 2016 Tempat: Gedung Wahana Bhakti Pos, Jl. Banda No. 30 Bandung KeyNote Speaker: Achmad Erani Yustika (Dirjen PPMD Kemendesa) Narasumber: Erie Sudewo (Tokoh Zakat Nasional, Social Innovator, Peraih Penghargaan Social Entrepreneur dari Ernst n Young) TO Suprapto…

Baca selengkapnya

didieto12 August 2016

1 358 359 360 361 362 381
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!