Dirjen PPMD Kemendes: Desa di Indonesia Belum Mandiri dan Berdaulat

SF-UPDATES,– Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementrian Desa, Ahmad Erani Yustika menyatakan desa-desa di Indonesia masih belum berdaya dan berdaulat secara pangan. Selama puluhan tahun, ada banyak pihak, terutama pemerintah yang memperhatikan masalah agraris. Namun menurutnya, selama puluhan tahun itu pula kedaulatan dan kemandirian belum terjadi di desa.

“Alih-alih, itu justru menyebabkan desa ketergantungan (pada perhatian itu) terus menerus,” katanya, dalam seminar dan workshop “Lumbung Desa” di Gedung Wahana Bakti Pos, Sabtu (27/8/2016).

Sebab itu, Ahmad Erani menegaskan harus adanya rancangan program yang memungkinkan mereka berdaulat, mandiri, dan berdaya dengan kekuatan dan potensi desa itu sendiri. Program itu, katanya, yang kemudian akan mengawal pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan, dan membantu tegaknya desa. Dan hal ini, tak lepas dari peran warga desa sebagai penggerak.

“Pihak lain harus dengan sukarela dalam posisi mendengarkan dan memfasilitasi warga desa. Karena, yang bisa merumuskan dan memutuskan masa depan desa adalah warga desa itu sendiri. Biarlah mereka, dengan pengalaman, pengetahuan, juga kebijakan yang dimiliki, yang mengembangkan desa. Kita ada di luar, hanya mendukung mereka agar tumbuh,” jelasnya.

Ia melanjutkan, sangat penting memberikan pengetahuan baru yang bisa diadopsi untuk pengembangan desa. Kendati demikian, ia menuturkan warga desa tetap harus didampingi dalam menjalankan program tersebut.

“Perubahan yang terlalu cepat akan menimbulkan keterkejutan bagi warga desa, yang kalau salah mendampingi, mereka akan merasa terisolasi dengan perubahan itu. Ini yang membuat partisipasi jadi kurang optimal terjadi di desa,” katanya.

Kaitannya dengan membangun desa, salah satu program Sinergi Foundation menjadi pegiatnya. Adalah program Lumbung Desa, yang berupaya mengembalikan desa kepada khitahnya: desa sebagai sumber pangan Indonesia. Mengangkat harkat dan martabat desa, khususnya para petani.  Dampak luasnya, menciptakan kedaulatan pangan di negeri tercinta.

“Lumbung Desa bertujuan membangun ketahanan pangan dalam bentuk gerakan pembentukan usaha produktif yang berbasis kepada potensi lokal pedesaan, seperti: sawah, kebun, ternak maupun home industry. Upaya ini diwujudkan melalui proses peningkatan produksi,” jelas CEO SF, Ima Rachmalia.

Kini, ikhtiar memajukan desa itu telah dilakukan di dua wilayah: Desa Cigalontang di Tasikmalaya, dan Desa Compreng di Subang. Menurut Ima, skala kebermanfaatan program ini terus menunjukan pertumbuhan. “Kian banyak warga desa yang merasakan manfaat program,” kata Ima.

Ia menambahkan, basis program Lumbung Desa berakar pada konsep social enterprise, yang meniscayakan sebagian keuntungan dari hasil usaha pertanian bersama, dialokasikan untuk kegiatan sosial masyarakat. “Masih perlu pembenahan, namun insya Allah  kelak menjadi desa yang mandiri, berdaya, dan berdaulat pangan,” harap Ima. []

Reporter: Aghniya Ilma Hasan

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Silahkan Tinggalkan Pesan anda di sini dan kami akan segera merespon pesan anda segera.