Berita

Yuk Ikuti Talkshow Parenting RBC

talkshow-parenting-rbc

SF-UPDATES,– Tak terasa, komitmen Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) mengangkat harkat dan martabat kaum dhuafa telah menjejak usia 12 tahun. Kini, guna menyegarkan derap perjuangan RBC tersebut, Sinergi Foundation menggelar Tausiyah dan Seminar Parenting bertajuk ”Dedikasi untuk Ibu dan Generasi”, yang termasuk dalam rangkaian Milad ke-12 RBC. Acara akan dilaksanakan pada: Hari: Selasa, 25, Oktober 2016…

Baca selengkapnya

Tagged

didieto11 October 2016

Uncategorized

Banggakan Indonesia, Penerima Manfaat BPB Jadi Wakil di International Conference Soft Soils

SF-UPDATES,– Salah satu penerima manfaat Beasiswa Pemimpin Bangsa (BPB), Riyan Rizki Fauzi membanggakan Indonesia dengan berkontribusi dalam International Conference Soft Soils, 27-29 September 2016 di Jakarta. Acara tersebut merupakan konferensi internasional pada bidang teknik sipil yang membahas tentang permasalahan dan pengembangan ilmu tanah.

Sejumlah pembicara dari berbagai bangsa pun diundang memberikan ceramah dan menyampaikan makalah mengenai problematic soils di setiap negara. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa Teknik Geologi Unpad ini pun mempresentasikan paper berjudul “Behavior of Soil Properties as Weathering Product of Volcanic Material in Jatinangor Area West Java Indonesia”.

“Saya menjelaskan tentang karakteristik fisik tanah hasil lapukan batuan vulkanik di daerah Jatinangor ke hadapan peserta konferensi,” katanya lewat surel email, Selasa (11/10/2016).

“Dalam mengikuti kegiatan ini, hasil yang diharapkan adalah terpublikasinya hasil penelitian dalam jurnal bereputasi international,” tutur Riyan. Sebab, ia memungkas, dewasa ini jurnal dan penelitian dipandang sebagai tolok ukur perkembangan pendidikan di suatu negara. []

 

Reporter: Aghniya Ilma Hasan

didieto11 October 2016

Uncategorized

Klinik Wakaf Ibu dan Anak

SF-UPDATE,– 12 Tahun dedikasinya di ranah kesehatan ibu dan anak kalangan lemah (dhuafa), Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) Sinergi Foundation (SF) kian mendapat tempat di hati masyarakat. Sepanjang waktu itu pula, selama 7 hari sepekan, 24 jam sehari, tak ada cerita libur melayani kaum pinggiran. RBC menjadi saksi kelahiran 6.772 bayi mungil dari keluarga kurang mampu, yang tengah berkutat dengan problem kemiskinan di negeri ini. Angka kelahiran itu jika dibagi 12, dan lalu dibagikan jumlah hari dalam setahun, maka rata-rata lahir 2 bayi saban hari di sana.

Selain persalinan, layanan yang dihelat di RBC antara lain: Pemeriksaan kehamilan, Kesehatan Ibu dan Anak, Imunisasi dan KB. Jika diakumulasikan sejak pendiriannya, maka per November 2015 tak kurang dari 116.477 kasus kesehatan ibu dan anak terlayani di RBC.

Untuk memenuhi layanan itu, dana masyarakat yang wajib dialokasikan untuk operasional RBC mencapai 1,5 – 2 Milyar pertahun. Jumlah ini terus meningkat seiring dengan kenaikan harga komponen-komponen pokok operasional, mengikuti laju inflasi tahunan.

Karenanya, gagasan untuk membuat satu sumber pendanaan ‘abadi’, yang kelak menjadi penopang keberlangsungan pelayanan RBC bagi kaum pinggiran, tentu saja sebuah keharusan, dan memang telah mengemuka sejak lama. Salah satunya wacana pendirian Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) berbasis Wakaf Produktif. Sebuah RSIA yang dikelola secara profesional dan bersifat ‘komersil’, yang membidik masyarakat menengah atas. Kelak, keuntungan atas pengelolaan RSIA tersebut, didedikasikan sebesar-besarnya untuk program-program SF di ranah kesehatan, salah satunya tentu RBC itu sendiri. 

Diskusi di internal SF pun intens dilakukan. Bagaimana agar gagasan ini dibuat secara komprehensif, mulai strategi hingga langkah-langkah taktis untuk menggapainya. Bukankah wacana tanpa karya nyata, seperti halnya tong kosong yang nyaring bunyinya?

Klinik Wakaf Ibu dan Anak pun disepakati menjadi Pilot Project ‘mimpi’ sumber dana abadi. Direncanakan Klinik tersebut akan berdiri di atas tanah seluas 2.500 M2, dengan luas bangunan 2000 M2. Di atas kertas, setidaknya diperlukan dana mencapai Rp 40 Milyar. Jumlah tersebut mencakup pembebasan lahan, pematangan, pendirian bangunan, pengadaan alat kesehatan, hingga operasional, yang ditargetkan rampung pada tahun 2021 mendatang. Amiin.        

Bismillah, sebagai langkah awal, penggalangan dana wakaf produktif lantas dilakukan. Paket nominal Wakaf Rp 5 Juta + 10% Infak (sosialisasi) mulai disampaikan. Target pembebasan lahan dan pembangunan pondasi dicanangkan pada tahun 2017 mendatang. Pra syarat terhimpun 1.000 wakif, dengan akumulasi nominal mencapai Rp 5 Milyar.

Maka  kami mengajak kepada segenap elemen peduli: donatur, mitra strategis, dan masyarakat peduli lainnya, untuk turut serta mendukung terwujudnya aset sosial masyarakat, Klinik Wakaf Ibu dan Anak. Semoga Allah  Ta’ala mencatatnya sebagai Investasi abadi, yang mengalirkan manfaat tak bertepi. Penolong di hari pertanggungjawaban, kelak. Amiin. []

didieto6 October 2016

Uncategorized

Ringankan Persiapan Kurban Tahun Depan dengan Tabungan Green Kurban

Belum sempat menunaikan kurban tahun ini?
Terkendala masalah biaya hewan kurban yang naik setiap tahun?

Tak perlu cemas! Yuk ikuti Tabungan Green Kurban!

Tabungan Green Kurban merupakan layanan bagi Anda yang berencana mengikuti program Green Kurban (kurban plus penghijauan) tahun depan. Jadi, tak perlu lagi terburu-buru mengeluarkan dana besar di hari H. Anda bisa menabungnya mulai sekarang!

Besar tabungan mulai dari Rp. 250.000/bulan saja. Tabungan Green Kurban tersedia di layanan:
1. Auto Debet
2. Jemput Kurban
3. Setor Tunai

atau transfer tabungan Anda ke:
Mandiri 13000 7004 2000
Mandiri Syariah 700 546 3108
Rekening a.n Sinergi Foundation

Sulit rencanakan hewan kurban jangan jadi kendala ibadah, persiapkan sejak dini! Dengan Rencana Matang, KURBAN Menjadi RINGAN!

Info selengkapnya:
0851 0004 2009
www.sinergifoundation.org

didieto4 October 2016

Uncategorized

Penerima Manfaat BPB Presentasikan Lumbung Desa di Kancah Nasional

SF-UPDATES,– Beasiswa Pemimpin Bangsa (BPB) kian melebarkan sayap. Salah satu penerima manfaatnya, Eko Ruslamsyah mendapat kesempatan mempresentasikan program Lumbung Desa yang diusung Sinergi Foundation dalam kompetisi Iqtishoduna Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (4/10/2016).

Dalam kesempatan tersebut, ia bersama tim volunteer UPI menjelaskan konsep implementasinya di salah satu desa percontohan Lumbung Desa, yaitu Cigalontang Tasikmalaya. Seperti telah diketahui, program tersebut merupakan upaya dan gerakan ketahanan pangan melalui usaha produktif yang didasarkan pada lokal pedesaan, seperti sawah, perkebunan, atau ternak, yang memberdayakan masyarakat desa itu sendiri.

Sinergi Foundation sendiri, telah mengembangkan program di dua daerah: Compreng di Subang, dan Cigalontang di Tasikmalaya. Keduanya bertujuan sama, yakni menuju terciptanya desa yang berdaulat di atas kakinya sendiri. Kini, program ini akan segera dikembangkan di daerah-daerah lainnya di Indonesia.

"Saya harap program yang diimplementasikan Sinergi Foundation ini bisa diteladani dan tersebar luas ke seluruh Indonesia. Sehingga, bisa memberikan dampak terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan, yang bisa mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia." harap Eko.

Reporter: Aghniya Ilma Hasan

didieto4 October 2016

Uncategorized

Gema Kebahagiaan Idul Adha di Kampung Sadarbakti Cianjur Selatan…

Landai. Jalan sepanjang menuju Cianjur Selatan begitu mulus. Tak terganggu bebatuan, atau jalan berlumpur. Membuat siapa saja yang melalui perjalanan terlena, hanyut dalam rasa kantuk. Rupanya, jalan menuju Kampung Sadarbakti Desa Sukasirna Cianjur Selatan yang katanya jauh dan terpencil itu tak sesulit yang dibayangkan. Begini saja sih, enteng!

Tapi lambat laun, jalan kian menanjak. Naik, naik, berbelok, naik lagi, teruuss naik. Hampir dua jam setelah kami keluar dari jalan utama. Namun rasanya kami, tim monitoring Green Kurban 2016, belum menemukan tempat yang kami tuju. Seketika kami dilanda cemas, khawatir tersesat.

Surya mulai terkikis awan gelap di ufuk barat. Mendung, dan sebentar lagi gelap. Jalanan sepi, tak ada kehidupan. Baru satu jam kemudian, setelah rasanya menyusuri bukit tak berujung itu, kami bertemu dengan utusan mitra kami yang hendak menjemput.

Kami diajak masuk ke jalan kecil, sekeliling kami hutan. Dan hanya cukup satu mobil. Jika ada kendaraan lain melintas, terpaksa kami menepi. Deg! Kami tegang, karena samping kiri mobil adalah ngarai curam. Andai tak berhati-hati, amanah yang diemban pada kami mungkin tak akan tersampaikan. Alhamdulillah, anggota tim yang menjadi driver kami tangguh sekali.

Kami kira, tempat tujuan hanya tinggal sepenggal langkah saja. Apalagi, jika sudah dijemput. Tapi rupanya, kami salah besar. Setelah bersenang-senang ria dengan jalanan yang mulus, kami melihat jalanan berbatu besar yang membentang di hadapan kami. Terjal, rusak, dan tak ada penerangan. Aarrgh, perjalanan sesungguhnya baru saja dimulai!

Gijlag, gijlug, mobil Granmax yang kami tumpangi terus melewati satu batu ke batu lain. Penerangan yang hanya bertumpu pada lampu mobil, rasanya tak cukup. Ditambah harus waspada agar tak tergelincir, juga perlu mengawasi mitra kami yang telah meluncur dengan motor matic-nya. Sungguh, kami tertampar. Kami yang memakai mobil saja, setengah mati kesulitan. Tapi, mereka? Wow!

Dari data survey, daerah yang kami tuju memang super duper jauh sekali. Jarak yang ditempuh menuju pusat pemerintahan saja mencapai 230 kilometer. Terbayang kan sulitnya!

Singkat kisah, perjalanan panjang yang telah menyedot waktu 12 jam secara keseluruhan itu berakhir bahagia. Kami tiba di rumah mitra yang bernama Ahmad Nurjen dengan selamat. Sambil sempoyongan karena lelah, lapar, dan pusing, kami diajak melihat-lihat 20 domba amanah donatur yang akan disembelih esok hari. Tak kelihatan, sudah gelap.

Perjalanan panjang itu berakhir dengan kami terkapar tidur di rumah beliau. Lelah luar biasa. Kami harus menjaga stamina, agar pekerjaan besok tetap terlaksana dengan lancar.

***

Pukul 3 pagi. Di luar kamar, telah ada hiruk pikuk. Sedikit menengok, kami mendapati ibu-ibu sibuk menyiapkan aneka panganan beras, seperti nasi dan lontong dalam jumlah besar. Rupanya mereka memiliki tradisi sendiri dalam merayakan ibadah suci Idul Adha.

“Kami biasa seperti ini pada hari raya. Membuat banyak makanan, lalu dinikmati bersama-sama,” kata Ahmad Nurjen.

Eits, ternyata bukan hanya itu kebiasaan masyarakat di sini. Selepas mentari menyembul dari Timur, kami bersiap menunaikan shalat ied. Tapi alangkah terkejutnya, ketika Ahmad Nurjen menjelaskan bahwa para wanita tak diperkenankan shalat ied. “Tak apa, kan hanya ibadah sunnah,” tukas mitra kami itu. Yaahh… L

Pembaca, jangan salah paham dulu. Ini bukan bid’ah. Rupanya, masjid yang mereka kecil sekali. Tak sampai 8×8 meter. Tidak akan cukup menampung semua warga. Menurut Nyai, salah seorang warga, setiap tahun perempuan di sana memang tak dilibatkan dalam shalat ied.

“Ramadhan lalu, masjid kami bahkan hampir ambruk. Atapnya mau roboh. Tapi kami semua tak punya biaya untuk memperbaiki,” kisah Nyai.

Dan sedihnya, khutbah shalat ied yang menggema dari toa masjid, tiba-tiba tak terdengar. Listrik di seluruh kampung mengalami kelumpuhan. Katanya, memang biasa seperti ini di sini. Ah, ternyata memilukan sekali kondisi beribadah di tempat terpencil…

Untunglah, selang dua jam, listrik kembali menyala. Ahmad Nurjen mengumumkan penyembelihan domba ke seantero kampung. Rencananya, kurban akan dilakukan di halaman masjid. Usai pengumuman, masyarakat girang. Berbondong-bondong, tua, muda, laki-laki, maupun perempuan, menyemut mengelilingi lokasi.

Baru pertama kali, kurban dirayakan semeriah itu di Kampung Sadarbakti. Dua puluh hewan kurban! Bayangkan! Padahal dulu, jarang sekali ada orang yang berkurban. Sekali dua ada, tapi jarang sekali. Kalaupun ada, masyarakat hanya bisa mendapat sedikit. Ya terang saja, mereka kan harus membagi jatah untuk 143 KK di kampung itu.

“Di setiap rumah, bisa ada sampai 2-3 keluarga. Karena banyak anak yang masih menumpang rumah orang tua. Dan bisa dibayangkan, daging kurban yang sedikit, dibagikan untuk orang sebanyak itu,” kata Ahmad Nurjen.

Kejadian-kejadian itu tak terulang di tahun ini. Masyarakat mendapat daging yang cukup, mencapai tiga kilogram setiap rumah. Bahkan, sebagian domba, diberikan pada kampung sebelah yang tak melaksanakan kurban. Alhamdulillah.

Sebelum penyembelihan dilakukan, tak lupa tim monitoring memberikan edukasi penghijauan. Kami mewanti-wanti agar tak memakai bahan plastik yang berpotensi mencemari lingkungan. Alih-alih, lebih baik memakai dedaunan dari pohon pisang yang memang rimbun tumbuh di sana.

Tapi, pembaca, tradisi Idul Adha di Kampung Sadarbakti memang berbeda. Jika umumnya masyarakat gemar menggunakan kantung plastik sebagai media distribusi, di sini justru lain. Ada pelepah daun pisang, dan ganting (irisan bambu) yang digunakan untuk wadah daging yang siap diibagi ke masyarakat.

“Kami umumnya mendayagunakan bambu tak terpakai untuk mengaitkan daging,” terang Ahmad Nurjen.

Dan salah seorang tim monitoring, Fauziah, mengapresiasi yang dilakukan warga. Ia menilai jarang sekali, ada masyarakat yang kreatif menggunakan tumbuhan di sekelilingnya. Meskipun ia tahu, mereka memanfaatkannya bukan karena aware pada pelestarian bumi.

“Tapi setidaknya mereka tidak menggunakan bahan yang berbahaya bagi alam. Dan tetap harus diberi tahu, urgensinya bagi bumi bagaimana,” kata Fauziah.

Sampai prosesi penyembelihan selesai, masyarakat masih ramai di sekeliling masjid. Antusias karena mereka segera mengantongi daging untuk keluarga. Sebungkus daging kurban saja, namun perasaan bahagia itu membuncah di hati mereka.

Semoga, Green Kurban dapat terus menebar manfaatnya ke seluruh penjuru bumi. Dan tawa itu, bisa kembali hadir tahun-tahun berikutnya…

Penulis adalah jurnalis Tabloid Alhikmah, Aghniya Ilma Hasan.

didieto28 September 2016

Uncategorized

Banjir Mulai Surut, SF-Rescue Tetap Siaga Tanggulangi Korban Bencana

SF-UPDATES,– Luapan air yang mengakibatkan banjir bandang di Garut semakin surut. Masyarakat yang telah merasa aman, pulang kembali ke rumahnya masing-masing. Meski demikian, lebih banyak lagi masyarakat yang rumahnya hancur total, terpaksa tetap tinggal di pengungsian, yang salah satunya kamp di Markas Kodim 0611 Garut.

Untuk memantau kebutuhan korban banjir yang jumlahnya ribuan, tim relawan SF-Rescue terus bergerak dengan aksinya. Sebab korban-korban kehilangan harta benda dan kesulitan pasokan makanan, bantuan dan pertolongan atas mereka gencar dilakukan.

Pun pada Rabu (28/9/2016) ini, tim SF-Rescue akan menyalurkan distribusi bahan kebutuhan pokok ke Kampung Genteng Desa Sukajaya Tarogong Kidul, serta wilayah sekitar Banyuresmi. Termasuk di hari kemarin, Selasa (27/9/2016), tim membagikan 100 paket nasi bungkus di bantaran sungai Cimanuk.

Dalam meringankan beban masyarakat Garut, SF-Rescue tak sendirian. Sejumlah lembaga tergabung dalam Forum Organisasi Zakat (FOZ) wilayah Jabar bersinergi memberikan pertolongan.  Pun, komunitas-komunitas turut turun tangan membantu.

“Seperti kemarin, alhamdulillah kami dapat amunisi dari komunitas TOABI Sang Petualang dan komunitas Motor STB & SAPPA, berupa kelengkapan bayi, mie instan, air mineral, Pakaian Layak Pakai, biskuit, dan lain-lain,” tutur Iwan Hanafi, salah satu tim SF-Rescue.

Agar distribusi tidak menumpuk di satu titik, para relawan sendiri terus bergerilya ke daerah-daerah, terutama di pemukiman bawah yang terendam luapan sungai, juga ke lokasi yang masih rawan terkena banjir. “Insya Allah bantuan merata,” katanya.

Data terbaru yang dihimpun tim relawan, ada sebanyak 5.917 korban terevakuasi, 460 orang di antaranya balita. Sementara itu, korban meninggal berjumlah 33 jiwa, dan 20 orang masih dalam masa pencarian.

Reporter: Aghniya Ilma Hasan

didieto28 September 2016

Uncategorized

Kemenag RI Sahkan Sinergi Foundation sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ)

SF-UPDATES,– Langkah Sinergi Foundation (SF) dalam memperjuangkan kemaslahatan umat kian kukuh dengan disahkannya izin SF sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ). Putusan tersebut dikeluarkan oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia  bernomor DJ.III/564 tahun 2016.

“Dengan keluarnya putusan ini, saya harap Sinergi Foundation bisa menghimpun dana ZIS umat dan mendistribusikannya pada mereka yang membutuhkan lebih baik lagi dari sekarang,” tutur  Kasubdit Pemberdayaan Lembaga Zakat Kemenag RI, Juraidi Malkan, di Gedung Wakaf  99, Bandung, Selasa (27/9/2016).

Hal ini diamini oleh CEO SF, Ima Rachmalia. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa fokus LAZ, dalam hal ini SF, bukanlah seberapa besar penghimpunan yang diraih. Prioritas utamanya, kata Ima, adalah bagaimana menjadikan program-program SF memiliki nilai kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat, baik dalam skala regional Jawa Barat, ataupun lingkup nasional.

“Putusan ini adalah legitimasi sekaligus apresiasi bagi SF, yang yang telah berkiprah sejak tahun 2002 di ranah filantropi Islam di negeri ini,” kata Ima.

Ia pun menuturkan, keluarnya izin Kemenag ini mengandung beberapa manfaat. Salah satunya, ketentuan pengurangan Penghasilan Kena Pajak (PKP) yang bisa didapatkan oleh muzakki yang mendonasikan sebagian hartanya pada LAZ. Meski pengurangannya bisa jadi tidak terlalu signifikan, tapi Ima tetap mengapresiasi poin dalam UU ini.

“Ketentuan ini tentu menguntungkan para muzakki. Dan bagi SF, kebahagiaan para muzakki yang paling utama,” ujarnya.

Namun, lanjut Ima, perjuangan belum purna. Ke depan, SF akan terus berusaha meningkatkan kinerja program, dan meluaskan jangkauan layanan. Program yang dibuat, katanya, harus memiliki dua hal: kebermanfaatan pada masyarakat yang membutuhkan, dan bisa menarik para muzakki untuk mau menyalurkan sebagian harta untuk kelompok masyarakat tersebut.

“Ya misal, seperti program masterpiece kami saat ini, Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) yang menyorot ibu hamil dari kalangan dhuafa, atau program Lumbung Desa dengan upaya menyejahterakan para petaninya. Selain itu, program kemanusiaan SF pun sudah menjangkau hingga ke mancanegara, Palestina dan Suriah,” pungkas Ima.

 

Reporter: Aghniya Ilma Hasan

Editor: Emha

didieto27 September 2016

Uncategorized

Aksi Tanggap Bencana SF-Rescue #SaveGarut

SF-UPDATES,– Longsor dan banjir di Garut memakan banyak korban jiwa. Dilansir dari laman Liputan 6, jumlah korban meninggal akibat bencana ini mencapai 33 orang. Sementara itu, warga Garut yang selamat dan terevakuasi terus membutuhkan bantuan bahan pokok.

Sebab, bencana tersebut tak langsung berhenti pada Selasa (20/9/2016). Berdasarkan laporan SF-Rescue, curah hujan yang begitu tinggi mengakibatkan sungai Cibarengkok meluap, dan membuat 93 rumah terendam banjir di hari-hari berikutnya.

Terhitung Jumat (23/9/2016), banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter ini menimpa RW 3, 4,5,6, dan 7 Desa Mekarjaya Garut. Sejumlah barang pokok yang disalurkan oleh warga, di antaranya makanan, pakaian dalam, Pakaian Layak Pakai (PLP), makanan, kebutuhan bayi dan balita, serta obat-obatan.

Hingga, tim relawan SF-Rescue telah bergerilya menggencarkan aksi tanggap bencana ke sejumlah daerah. Wilayah-wilayah seperti Kampung Cimacan Desa Haur Panggung, Kampung Kikisik RT 01/12 Kelurahan Sukakarya, dan SMP-SMA PGRI Cimacan Kecamatan Tarogong Kidul menjadi sasaran distribusi logistik.

“Kami juga melakukan resik kampung dan bersih-bersih, terkhusus masjid yang dipergunakan untuk ibadah,” ungkap koordinator SF-Rescue, Iwan Hanafi.

Tim relawan lainnya, Fakhri Ramdani menuturkan bahwa beberapa tambahan bantuan lainnya, seperti pakaian oblong, selimut, dan seragam akan segera dikirimkan ke lokasi bencana.

“Terima kasih untuk para donatur yang telah menyisihkan dan mengamanahkan harta pada kami, untuk saudara kita yang saat ini sedang ditimpa musibah di daerah Garut, Sumedang, dan sekitarnya. Insya Allah, kami selalu siap melayani umat dengan sepenuh hati,” tegas Fakhri.

Saat ini, ada banyak lagi bantuan yang diperlukan masyarakat. Di antara yang genting, yaitu perangkat sekolah, aktivitas sekolah ceria, trauma healing, dan pemeriksaan kesehatan.

Mari bergabung bersama kami, membantu meringankan beban saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Peduli kita, ringankan beban mereka. Yuk, salurkan bantuan anda melalui transfer donasi.

 

Salurkan donasi kemanusiaan Anda ke:

 

BCA 008 305 3485

BNI Syariah 9255 3468

Mandiri 13000 7004 2000

Mandiri Syariah 700 5463108

Bank Muamalat 116 000 1931

a.n Sinergi Foundation

 

Call Center 0851 0004 2009

www.sinergifoundation.org

didieto26 September 2016

Berita

Mahasiswa BPB 4 Promosikan Program Lumdes di Kompetisi Seminar Expo And Campaign IPB

mahasiswa-bpb-4-promosikan-program-lumdes-di-kompetisi-seminar-expo-and-campaign-ipb

SF-UPDATE,– Eko Ruslamsyah salah satu penerima beasiswa Sinergi Foundation bersama Tim dari UPI Bandung mempromosikan program Lumbung Desa di ajang Sharia Economic At Seminar Expo and Campaign 2016 Institut Pertanian Bogor, Jumat (09/09/2016). Problem kemiskinan merupakan permasalahan krusial di Indonesia. Salah satu penyebabnya diakibatkan karena ketimpangan jumlah penduduk miskin di kota dengan di desa. Di…

Baca selengkapnya

didieto22 September 2016

1 356 357 358 359 360 381
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!