Berita

Sinergi Foundation Gelar Workshop Pengembangan Potensi Desa

sinergi-foundation-gelar-workshop-pengembangan-potensi-desa

SF-UPDATE,– Sinergi Foundation terus menggenjot rencana perluasan titik-titik program Lumbung Desa (lumdes). Di antaranya dengan mengundang belasan aktivis pembangun desa dari berbagai daerah dalam sebuah Workshop bertajuk “Penguatan Program Lumbung Desa”. Workshop tersebut menghadirkan Dewan Pembina Sinergi Foundation, Erie Sudewo sebagai pembicara. Kegiatan ini dihadiri 19 peserta yang merupakan perwakilan dari 13 desa potensial. Yaitu…

Baca selengkapnya

didieto6 April 2017

Uncategorized

Ajari Al Qur’an, Penerima Manfaat Beasiswa Pegiat Dakwah Bina Masyarakat Cileunyi

 

SF-UPDATES,– Sejumlah putra-putri penerima manfaat Beasiswa Pegiat Dakwah (BPD) diberdayakan dalam kegiatan taklim mingguan di Masjid Ansharullah, Cileunyi Bandung. Menurut Ihda, salah seorang mahasiswi BPD, mayoritas ibu di lokasi tersebut buta Al Qur'an dan masih meraba huruf Iqra.

"Kegiatan ini dilakukan guna memberikan pembekalan rohani dan juga memberikan bimbingan dalam membaca Al Quran pada para ibu di kawasan Cileunyi," kata Ihda, Selasa (4/4/2017).

Mulanya, ia menambahkan, kegiatan mengaji itu diprakarsai oleh salah satu ustaz setempat, yakni Ustaz Gofar. Namun, seiring waktu, barulah terasa bahwa SDM yang ada masih sangat sedikit. Sebab itu, Sinergi Foundation mengirimkan mahasiswa-mahasiswi BPD yang telah dibina ilmu dakwahnya, untuk membina langsung masyarakat sekitar Cileunyi.

"Alhamdulillah, sudah dua minggu berturut-turut tim BPD melakukan pembinaan dalam kegiatan mingguan ini," pungkas Ihda. (agh)

didieto4 April 2017

Berita

Tingkatkan Leadership, Gamapinsa Gelar Upgrading Pengurus

SF-UPDATES,– Keluarga Mahasiswa Pemimpin Bangsa (Gamapinsa) menghelat kegiatan upgrading kepemimpinan, di Alam Wisata Cimahi, pada Sabtu (25/3/2017). Puluhan pengurus yang berasal dari penerima manfaat Beasiswa Pemimpin Bangsa (BPB) dan Beasiswa Pegiat Dakwah (BPD) hadir dalam acara tersebut. Menurut ketua Gamapinsa, Yuyu, acara ini diadakan untuk meningkatkan semangat para pengurus Gamapinsa dalam menyemarakkan dakwah di kalangan…

Baca selengkapnya

didieto30 March 2017

Uncategorized

Roadshow A to Z Pemulasaraan Jenazah Sesuai Syariah

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami, kamu dikembalikan.” (QS Al Ankabut: 57)

Mengurus jenazah adalah bagian dari kewajiban kifayah kaum muslimin. Namun, tak sedikit diantara kita, kaum muslimin, kebingungan saat dihadapkan dengan kematian kerabat, tetangga, pun saudara se-Iman di sekitarnya? Berbagai alasan menyeruak. Mulai dari tak paham, takut, hingga tak tahu tata cara mengurus jenazah. Perkara wajib seperti memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan, menjadi problema yang mengemuka.

Berminat mengedukasi masyarakat dengan ilmu janaiz di majelis taklim Anda? Segera hubungi tim Firdaus Memorial Park (FMP) – Sinergi Foundation saja!

Selama bulan suci, FMP menggelar Roadshow “A to Z Pemulasaraan Jenazah”. Di sana, kita bisa menimba ilmu terkait pemulasaraan sesuai dengan syariat Islam, dari ustaz-ustaz mumpuni, secara cuma-cuma.                                                                                                                              
Jangan tunggu nanti, acara ini hanya selama Ramadhan 1438 H!                                                                  

Informasi lebih lanjut:
0857 2168 0280 (Rifki)
www.sinergifoundation.org

didieto30 March 2017

Uncategorized

[Kisah Mustahik] Perjuangan Deden Sembuhkan Sang Istri dari Depresi

SF-UPDATES,– Siang itu panas matahari begitu terik, kala kedua orang sepuh itu datang ke kantor Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM). Mereka adalah Deden (62) dan sang istri, Warsiah (56), yang saat itu mengisi ruang SPM untuk mengajukan tebus obat. Dengan berpeluh, sang suami  mengatakan bahwa mereka datang ke sana dengan berjalan kaki dari Lengkong Bandung. Sungguh perjalanan jauh nan melelahkan.

Telah sejak lama, Deden mengidap sakit jantung. Namun apa daya, ia hanyalah seorang pemulung, tak sanggup menanggung biaya pengobatan. Sebab penyakit sudah demikian menahun, ia pun mengajukan resep obat yang tak bisa ditanggung Kartu Indonesia Sehat (KIS) itu ke SPM.

Lain hal dengan sang istri. Wanita berusia 56 tahun itu rupanya mengidap depresi. Deden sedikit berkisah mengenai awal mula pertemuannya dengan Warsiah. Enam tahun lalu, Deden yang tengah memulung di bilangan Lengkong melihat Warsiah tergolek begitu saja di pinggir jalan. Tertidur, dengan pakaian rombeng sekenanya.

Merasa prihatin, Deden pun memboyongnya ke pos terdekat. Seraya memberi air minum, Deden menenangkan Warsiah yang terus berteriak-teriak. Kemudian, ia membawa wanita itu ke rumah sang adik. Memberi Warsiah tempat bernaung.

Lalu, karena sering memulung bersama, keduanya memutuskan menikah. Mereka pergi ke Masjid Raya Bandung yang saat itu mengadakan Nikah Massal Gratis. Pernikahan itu langgeng hingga kini, Deden dan Warsiah saling melengkapi kekurangan masing-masing. Keduanya mencoba memenuhi hidup mereka yang sulit dengan memulung.

Kini, Deden pun mengharap kesembuhan sang istri. Melalui SPM, ia ingin obat Warsiah tertebus, hingga tak perlu lagi keduanya berpeluh begitu jauh melenggangkan kaki menuju rumah sakit. Kesehatan yang semoga menjadi keniscayaan.

Pembaca, mari kita bantu dhuafa yang kesulitan menebus obat demi kesehatan mereka. Meringankan beban berat dari punggung mereka.

Salurkan donasi Anda melalui:

BCA 008 305 3442 a.n Sinergi Foundation / Yayasan Sinergi Umat
Call center: 0851 0004 2009
Sms/Whatsapp: 081 321 200 100
#BerbagiBersinergi

didieto30 March 2017

Berita

Ketua FOZ Sebut 17 Juta Rakyat Miskin Berasal dari Desa

ketua-foz-sebut-17-juta-rakyat-miskin-berasal-dari-desa

SF-UPDATES,– Ketua Forum Zakat, Nur Efendi menyatakan sebanyak 17 juta dari total 27,76 juta rakyat miskin di Indonesia berasal dari desa. Ia menegaskan, problematika ini yang belum dikelolakan secara maksimal. Padahal, katanya, justru ketimpangan ekonomi begitu terasa di desa. “Peta kemiskinan di Indonesia harus kita petakan, terutama di desa. Kontribusi dimana dan apa yang harus…

Baca selengkapnya

didieto29 March 2017

Berita

Jadi Percontohan Program Wakaf, MAI Foundation Studi Banding ke Sinergi Foundation

jadi-percontohan-program-wakaf-mai-foundation-studi-banding-ke-sinergi-foundation

SF-UPDATE,– Dalam proses penggarapan program unit wakaf, Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation bersilaturahim dengan lembaga wakaf Sinergi Foundation (SF). Kunjungan tersebut dalam rangka studi banding program-program wakaf SF, seperti Firdaus Memorial Park (FMP) dan Rumah Makan Ampera Pasteur Bandung. “MAI melakukan brain storming dan sharing pengalaman dengan SF dalam pengelolaan wakaf produktif. Setidaknya ini membuktikan…

Baca selengkapnya

didieto28 March 2017

Uncategorized

Bukan Cuma Seru, Riungan Warga Ciwangi Garut Banjir Hadiah

SF-UPDATE,– Biasanya rapat merupakan kegiatan yang jenuh dan membosankan. Namun, lain halnya dengan riungan warga ciwangi Garut dalam mempersiapkan program Lumbung Desa Sinergi Foundation. Bukan cuma seru dan semarak, tetapi nilai kearifan lokal masyarakat desanya begitu kental. warga yang berprestasi diberikan apresiasi dengan begitu tulus. Yuk kita intip seperti apa keseruannya!

Pendamping program Lumdes Maryana Ahmad bercerita, acara riungan kerap dihadiri para pemangku jabatan daerah yang senantiasa memberikan motivasi dan semangat.Seperti saat sambutan Kepala Desa Ciwangi, Marpu Setiabudi yang mengapresiasi semangat para peserta yang terus mengikuti dan menjalankan setiap tahapan.

“Kades senantiasa mengingatkan peserta dalam menjalankan lumbung desa semata diniatkan demi ibadah,” kata Ahmad via WhatsApp, Selasa (28/03/2017)

“Tak kalah penting selalu mengedepankan kebersamaan, saling instrospeksi diri, tidak saling menyalahkan, istiqomah, penuh keyakinan serta optimis dapat mewujudkan apa yang dicita-citakan bersama,” lanjutnya.

Berikutnya, imbuh Ahmad, perwakilan dari 14 poktan menyampaikan perencanaan jangka menengah (PJM) yang telah dirembugkan di masing-masing kampung. PJM yang disampaikan poktan ini mengacu pada hasil dari riungan ke-9, antara lain berkaitan dengan pertanian padi, peternakan, perikanan, perkebunan, lingkungan, masalah sampah, pasar dan industri rumah tangga.

Dalam riungan tersebut, beberapa hal yang disoroti adalah jumlah kehadiran peserta, jumlah peserta dari setiap kampung dan tingkat kehadiran. Dari jumlah peserta, Kampung Sukasirna muncul dengan peserta terbanyak yaitu 23 orang, dan Riungan ke-9 dihadiri peserta terbanyak dengan 43 orang. Untuk tingkat kehadiran, terdapat 7 peserta yang hadir sebanyak 9 kali riungan dan hanya ada dua orang yang lengkap hadir di 10 kali riungan.  

Atas perjuangan para peserta, diberikan hadiah berupa dana masing-masing 100.000 dan sebagian mendapat hadiah tambahan sebuah buku. Di luar dugaan, kepala desa memberikan hadiah dana tambahan sejumlah 50 ribu. Hadiah buku juga diberikan kepada peserta riungan yang rajin mengabadikan kegiatan dengan jepretan kamera ponselnya. 

Sementara berdasarkan kesigapan, kegiatan, kreativitas dan gerakan di wilayahnya, terpilih poktan Harapan Bakti RW 3 kampung Gosali. Poktan tersebut dihadiahi dana pembinaan sejumlah Rp. 300.000,-.

Selepas acara penyerahan hadiah, riungan dilanjutkan dengan pemilihan nama dan ketua lumbung desa. Terpilih nama AMANAH dengan suara terbanyak. Sementara untuk ketua lumbung desa terpilihlah Moh. Ridwan dari poktan Anwar Hidayah RW 2 kampung Cipeujeuh dengan 12 suara.  

Sebelum acara ditutup, dilakukan penyerahan spanduk untuk papan nama kepada 14 poktan. Diserahterimakan juga bantuan beberapa benih untuk praktek pertanian dan bantuan al-Qur'an yang akan disalurkan oleh poktan di masing-masing kampungnya. []

(Maharevin/SF-Newsroom)

didieto28 March 2017

Uncategorized

Ketua FOZ Nilai Pengelolaan Zakat Perlu Dikolaborasikan Secara Aktif

SF-UPDATES,– Dari data riset BAZNAS pada 2011, potensi zakat Indonesia mencapai 217 triliun rupiah. Namun dalam realisasi, angkanya sama sekali tak menyentuh 5 persen dari potensi. Menurut ketua Forum Zakat, Nur Efendi, ini merupakan PR besar bagi bangsa ini. Ia menjelaskan, perlu dicari cara sinergi dan kolaborasi, agar potensi bisa terserap 100 persen, dan terasa kebermanfaatannya.

Ia pun mengusulkan sejumlah tawaran-tawaran kolaborasi, yang diajukan dalam acara World Zakat Forum 2017, 15-16 Maret 2017 lalu. Ia menilai, sinergi antar lembaga saja tidaklah cukup. “Kita perlu memperluas sinergi ini. Maka saya usulkan beberapa hal yang mengolaborasikan pemerintah, akademisi, lembaga filantropi, dan bisnis,” katanya.

Pertama, bersama pemerintah, ia menawarkan perlu ada blue print bersama tentang pengelolaan zakat di Indonesia. Jadi, katanya, antara Kemenag, BAZNAS, dan LAZ kesepakatan yang harus kita jalankan dan inilah yang menjadi panduan dan acuan. Kalau masing-masing berbeda, ia menilai ini bisa merepotkan, sebab selamanya lembaga-lembaga yang giat di filantropi itu tidak akan bertemu di satu titik.

Lalu, ia juga mengusulkan regulasi yang support memberantas ketimpangan ekonomi, terutama yang terkait dengan kemiskinan struktural. Problema ini, katanya, adalah dampak dari kebijakan, maka perlu ada regulasi yang mendukung pertumbuhan zakat, sebagai salah satu solusi permasalahan ekonomi Indonesia.

Kedua, bagi pakar dan akademis, ia usul untuk melakukan asessment kompetensi lembaga. “Ini penting, supaya tahu di manakira-kira suatu lembaga core dan kompetensinya, sehingga kita bisa saling menguatkan satu dengan yang lain.” jelasnya.

Ia juga menyarankan para pakar filantropi melakukan evaluasi, analisis, dan rekomendasi program yang berkelanjutan. “Masih banyak program yang sifatnya masih charity, kita perlu program-program yang strategis dan yang berkelanjutan,” kata Nur Efendy.

Untuk lembaga filantropi sendiri, ia berujar perlu ada peningkatan kapasitas lembaga dan amil untuk menunjang profesionalitas. Hal ini, katanya, tengah digodok dan akan segera diterapkan.

Lembaga-lembaga ini pun harus berkolaborasi global. “Jadi saya usulkan, di World Zakat Forum ini, mari bersepakat membantu negara yang kelaparan berat. Ada 20 juta masyarakat muslim yang menanti bantuan kita. Kita kesana, kemudian bersama membantu saudara yang ada disana,” katanya.

Lalu terakhir, ia mendorong agar LAZ mempublikasikan portofolio program lembaga ke publik. Ini, katanya, bentuk dari transparansi dan report kepada publik, juga bagian dari akuntabilitas lembaga.

“Saya mendorong, mari share setiap program kita ke publik. Selain transparansi, kita biasakan memproses upaya sosialisasi kita kepada masyarakat terkait zakat,” pungkasnya. (agh)

didieto28 March 2017

Berita

Hasilkan Sejumlah Kemajuan, Warga Ciwangi Garut Kian Siap Wujudkan Lumdes

SF-UPDATE,– Warga Ciwangi Limbangan Garut kian menunjukkan kesiapannya dalam mewujudkan Lumbung Desa program Sinergi Foundation. Hal ini disebabkan, kali riungan kesembilan ini sejumlah kemajuan telah dicapai. Seperti dalam riungan kesembilan, Ahad (19/03/2017), pada kesempatan itu, setiap perwakilan dusun kemudian berembuk merumuskan program. Di antaranya, Irwan mewakili Dusun I, Pa Juju mewakili Dusun II dan Pa…

Baca selengkapnya

didieto21 March 2017

1 342 343 344 345 346 381
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!