Berita

Sambut Ramadhan, Sinergi Foundation Ajak Profesional Muslim Jadikan Zakat dan Sedekah Pembeda

SF-UPDATE,– “Makin kaya, makin banyak memberi”, pameo yang tepat disematkan pada masyarakat muslim kelas menengah (middle class muslim) di Indonesia dewasa ini. Penulis Marketing to the Middle Class Moslem, Yuswohady, mengutip survei Inventure tahun 2013 yang menyatakan bahwa pengeluaran kelas menengah untuk zakat dan sedekah mencapai 5,4% dari total pengeluaran. Menurutnya, potensi filantropi dari muslim…

Baca selengkapnya

didieto27 May 2017

Uncategorized

Gandeng Sinergi Foundation, GMI Gelar Kajian Islam Ramadhan di Pusdai Jabar

SF-UPDATE,– Menggandeng Sinergi Foundation,  Gerakan Muslimah Indonesia (GMI), Majelis Ta’lim Pusdai, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat dan pelbagai elemen Islam menggelar Kajian Islam Ramadhan 1438 H. Kegiatan ini bertema ”Ramadhan sebagai Ajang Penguatan Aqidah dan Sarana Berbagi Bersama Yatim & Dhuafa”. Acara ini dihelat selama sepekan, Kamis-Rabu (25-31/5/2017) di Pusdai Jawa Barat Bandung.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan tiap tahun dengan tema yang berbeda-beda. Adapun tahun ini, kami khususkan untuk berbagi dengan anak-anak yatim piatu dan dhuafa yang telah lanjut dengan rentang usia di atas 70 tahun, dengan catatan ahli masjid. Jika bukan ahli masjid, tidak kami beri,” kata Ketua GMI, Ina Wiyandini  di Bale Asri, Pusdai Jawa Barat, Bandung, Jumat (26/5/2017).

Kali ini, lanjutnya, acara dilaksanakan lebih awal, tepatnya 2 hari sebelum Ramadhan. Agar orang-orang dapat menyadari bahwa persiapan Ramadhan tidak hanya masakannya dan hal-hal yang terkait materi, melainkan mempersiapkan hati dengan membersihkannya terlebih dulu dengan mengharapkan ampunan-Nya.

“Itu sebabnya di dua hari sebelum Ramadhan, kami dahulukan tausiyah dari Aa Gym dan Ummi Irena,” kata pemilik Ina Cookies ini.

Kajian Islam Ramadhan  turut menghadirkan para tokoh Islam Jawa Barat dan Nasional seperti dai kondang Aa Gym, Dr. Wijayanto, Ketua MUI Bandung cum Dewan Pembina Sinergi Foundation Prof. Dr. KH Miftah Faridl, KH Athian Ali, Tengku Hannan Attaki, pengasuh rubrik Curhatmu tabloid Alhikmah Ummi Mimin Aminah, dan lain-lain.

Dari kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi contoh bagi keluarga khususnya karyawan Ina Cookies agar tidak sekadar berbicara. Dalam surah Ash Shaff ayat 1-2, bahwa Allah tidak menyukai apa yang diucapkan tidak sejalan dengan perbuatan.

“Dakwah tidak hanya dengan perkataan yang bahkan dapat memancing emosi, tetapi juga menjadi teladan yang baik,” pungkasnya. []

 

Reporter Program : Nurma Mustika

Editor: Muhammad Rizki Utama 

didieto27 May 2017

Berita

Sambut Ramadhan 1438 H, Sinergi Foundation Kembali Gelar Teawalk

SF-UPDATES,– Sinergi Foundation kembali mengadakan Teawalk, Sabtu (13/5/2017). Helatan yang dihadiri ratusan peserta ini mengambil tajuk “Mantapkan Diri Sambut Bulan Suci”. Lain dengan Teawalk sebelumnya, kali ini konsep yang diusung berbeda. Selain menyusuri area terintegrasi Firdaus Memorial Park dan Firdaus Park, peserta diajak untuk terlibat dalam salah satu olahraga Nabi, archery. Pun, guna memberikan bekal…

Baca selengkapnya

didieto16 May 2017

Uncategorized

Buktikan Layanan Prima, Tim Pemulasaraan FMP Kembali Makamkan Wakif

SF-UPDATES,– Tim Firdaus Memorial Park (FMP) kembali menangani pemulasaraan. Kali ini, seorang wakif asal Cimahi bernama H Ahmad Hidayat dimakamkan di taman pemakaman FMP, pada Selasa (9/5/2017).

Alhamdulillah, pemakaman wakif telah berjalan dengan lancar dan diguyur rahmat Allah,” kata salah tim FMP, Rifki.

Berikut foto-fotonya:

Sebelumnya, tim FMP mengantar jenazah bernama Syahrul Nur Hakim Supriatna (12), yang wafat karena mengidap leukeumia akut ke Cianjur.

Kisah-kisah itu mewarnai hari-hari tim pemulasaraan FMP. Tim yang membutuhkan kerja gesit, dan siap siaga dalam setiap kondisi. Tentu memerlukan keikhlasan, karena tim pemulasaraan menolong umat 24 jam secara cuma-cuma. Sigap melayani, baik dhuafa, wakif, maupun masyarakat umum yang memerlukan jasa ambulans tim pemulasaraan.[]

didieto9 May 2017

Uncategorized

Ayo Himpun Bantuan untuk Najaya, Penderita Stomatitis

SF-UPDATES,– Pernah mendengar tentang  penyakit stomatitis atau istilah yang familiarnya yaitu sariawan? Sebuah radang yang terdapat pada mulut dan sangat mengganggu aktifitas makan, apalagi makan makanan yang pedas. Sekilas penyakit ini tampak biasa, bisa diobati dengan obat warung atau banyak minum air putih. Namun ada yang unik, sariawan ini bagi seseorang bisa menjadi penyakit yang membahayakan. 

Adalah Muhamad Najaya (9th) salah seorang mustahik Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM) Sinergi Foundation (SF) yang pada bulan Oktober 2016 lalu diserang oleh penyakit sariawan di bibir. Awalnya tampak biasa, hingga ibunya (Lina) cukup memberikan obat warung dan obat herbal yang dioleskan kebibir. Beberapa saat setelah pemberian obat, sakit Najaya semakin parah. Tampak bercak-bercak nanah disekililing bibirnya dan membuat bibirnya semakin buruk serta dihinggapi rasa gatal.

Namanya anak kecil yang merasai gatal, ia menggaruk bibirnya menggunakan gigi atau bisa dibilang ia menggerogoti bibirnya. Perlahan tapi pasti bibir Najaya mulai habis, dan gusi semakin membengkak, tidak hanya itu giginya pun mulai tanggal satu persatu, hingga tidak menyisakan 1 gigi pun. Saat itu orang tuanya langsung membawa Najaya ke Rumah Sakit dan dokter memutuskan untuk melakukan operasi terhadap sisa bibir dan juga gusi Najaya. 

Operasi berhasil, dan Najaya sehat meski tidak memiliki bibir dan juga gigi lagi. Sejak operasi, ia makan makanannya dengan cara diemut dan ini hanya berlangsung beberapa saat, karena beberapa hari setelah itu muncul sebuah lubang di langit-langit mulut Najaya, yang mengakibatkan apapun yang dia makan sebagian akan keluar kembali melalui hidungnya. Orangtua Najaya memutuskan untuk melakukan operasi lagi untuk menambal lubang tersebut, namun lubang yang baru muncul disisi lain. Hingga akhirnya saat ini dokter belum mengambil tindakan lanjut, karena akan memeriksa terlebih dahulu. “Ini tampaknya penyakit baru,” ujar dokter.

Muhammad Suryono (37th) adalah  bapak dari Najaya hanya seorang pekerja serabutan yang tidak memiliki penghasilan tetap. Ibunya tidak bekerja, mengurus Najaya, dan Salwa (adiknya) yang juga memiliki penyakit yang sama dirumah. Setiap minggu Najaya harus kerumah sakit, dan menghabiskan biaya sebesar Rp. 800.000/minggu. Ini salah satu penyebab keluarga yang beralamat di Cibeurem, Cimahi Selatan ini meminta bantuan lab ke SPM untuk Najaya.

Bapak Suryono sangat berharap akan kesembuhan dua anaknya yang menderita penyakit yang sama, dia ingin anak-anaknya bisa seperti anak normal yang lainnya.

====================================================

Impian Najaya bisa di wujudkan, asal kita mulai peduli.  Begitu banyak Najaya-Najaya lainnya diluar sana, sedang berjuang dengan penyakit masing-masing. Maka tugas kitalah untuk membantu mereka keluar dari kesedihan yang melanda, dan bahkan membantu mereka dalam pengobatan. 

“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat.” (H.R Muslim)

Mari bergabung bersama kami, Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM) untuk membantu Najaya dan teman-temannya, agar mereka kembali tersenyum, optimis menata impian dan dunianya. 

Trasnfer Donasi:
BCA No rek. 008 305 3442 a.n Yayasan Semai Sinergi Umat
konfirmasi ke  0812-2006-6051 atau 022 – 2513991

==============================================

Keep In Touch With Us: 
Fanspage : Sinergi Pelayanan Masyarakat
Instagram : @sinergipelayananmasyarakat
Whatsapp: 0812-2006-6051

#SinergiPelayananMasyarakat #SinergiFoundation #Berbagibersinergi #Pedulidanberbagi #Kembalikansenyumanmereka #Kitabersaudara

didieto9 May 2017

Berita

Sinergi Foundation Komitmen Bangun Ekonomi Umat

SF-UPDATES,– Sinergi Foundation (SF) menggelar gathering insan peduli bertajuk ‘Sharing Economy Perspektif Syariah’ bertempat di Grand Hotel Pasundan Bandung, Sabtu (6/5/2017). Menurut CEO Sinergi Foundation Ima Rachmalia, acara ini merupakan komitmen Sinergi Foundation sebagai sebagai lembaga milik publik yang telah lama bergerak dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Acara ini menghadirkan praktisi bisnis cum Pendiri Majelis Taklim…

Baca selengkapnya

didieto8 May 2017

Uncategorized

Ketua PKK Kabupaten Bandung Apresiasi Kehadiran Program RBC

SF-UPDATES,– Dalam helatan Seminar Kesehatan “Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Pelatihan Pijat Bayi”, Ketua PKK Kabupaten Bandung, Kurnia Agustina mengapresiasi program Rumah Bersalin Cuma-Cuma Sinergi Foundation (RBC-SF). Ia mengaku terkesan, karena ZIS dikelola dengan baik, sehingga kebermanfaatan untuk umat nyata.

“Saya mengapresiasi ada satu sinergi yang berempati pada kelangsungan hidup ibu dan bayi, yaitu RBC,” katanya dalam kegiatan yang digelar oleh RBC itu, di Gedung Dewi Sartika Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (4/5/2017).

Ia menuturkan, dalam membangun Kabupaten Bandung, pemerintah tak bisa sendiri. Perlu pula dukungan dan kerjasama dari masyarakat, LSM, dan segenap stakeholder peduli. Apalagi, Kabupaten Bandung memiliki 31 kecamatan yang seluruhnya berisi 270 desa, katanya, tentu tak lepas dari kompleksitas masalah, termasuk kesehatan.

Pun, menurutnya, tema seminar kesehatan yang diambil sesuai benar dengan isu yang tengah dikelola pemkab. Saat ini, pemerintah tengah menggodok program Kabupaten Layak Anak dan Kabupaten Sehat, yang kaitannya dengan pemenuhan kesehatan dasar dan masyarakat sehat mandiri.

“Dukungan itu semakin bertambah dengan kehadiran Sinergi Foundation melalui RBC, yang sudah banyak membantu masyarakat pra-sejahtera,” jelasnya.

Sementara itu, Manager RBC, Budimansyah mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan kader RBC dari 10 kecamatan, 42 desa, 10 puskesmas, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Bandung. Hemat Budi, acara seminar ini berhubungan erat dengan banyaknya member dhuafa yang mereka tangani.

“Perlu ada kader yang mengerti ilmu kesehatan, apalagi mayoritas member adalah dhuafa yang pendidikannya rendah. Mereka tak begitu paham bagaimana 1000 hari dalam mengurus anak,” katanya.

Tak hanya satu kali ini, RBC sendiri secara rutin mengadakan seminar. Hanya saja, biasanya kegiayan itu dikemas dengan lingkup lebih kecil dan berkonsep ANC Mobile ke pelosok-pelosok daerah. []

didieto8 May 2017

Uncategorized

Bantu Layani Member, RBC Beri Penghargaan Pada Relawan

SF-UPDATES,– Rumah Bersalin Cuma-Cuma Sinergi Foundation (RBC-SF) memberikan penghargaan bagi relawan RBC yang bersedia membimbing masyarakat dhuafa penerima manfaat RBC. Terdapat dua orang relawan yang menerima anugerah ini, yaitu Yuyu dari Desa Cincin, dan Teti dari Desa Mekar Rahayu, Kabupaten Bandung.

Menurut Manager RBC, Budimansyah, penghargaan itu diberikan pada relawan di desa yang telah berjasa bekerjasama dalam melayani member. Misalnya, menyediakan tempat untuk ANC Mobile, keaktifan para kader, pemeriksaan member perbulan yang diantar kader, juga jasa mengantar dan transportasi member menuju RBC.

“Dipilih dari relawan yang dedikasi dalam menumbuhkembangkan RBC-nya bagus. Pekerja sosial yang mau dan bersedia memobilisasi member,” katanya dalam seminar bertajuk “Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Pelatihan Pijat Bayi” yang diadakan RBC di Gedung Dewi Sartika Soreang, Kamis (4/7/2017).

Inti dari kaderisasi relawan RBC sendiri, katanya, adalah untuk memudahkan segala pelayanan member dhuafa dalam mendapatkan akses kesehatan. Pun, ia melanjutkan, rekomendasi SKTM untuk member dibantu pengurusannya oleh kader.

“Peran para kader ini besar, terutama karena mereka sendiri concern dengan isu kesehatan, dan mau menyosialisasikan RBC yang memiliki konsep pelayanan Islami,” kata Budi.

Penerima penghargaan, Teti, bersyukur dengan adanya RBC. Ia yang telah mengabdi selama 7 tahun ini menuturkan, selama membantu RBC dalam persalinan, ada suatu kebanggaan bisa menolong sesama. “Mudah-mudahan kebermanfaatan kami tak hanya berhenti di dunia, tapi juga untuk bekal akhirat kelak,” pungkasnya. []

didieto8 May 2017

Berita

Kebangkitan Indonesia Berawal dari Kebangkitan Ekonomi Umat

SF-UPDATES,– Kebangkitan Indonesia berawal dari kebangkitan ekonomi umat. Hal tersebut disampaikan oleh praktisi ekonomi yang juga Ketua Majelis Taklim Wirausaha (MTW) Valentino Dinsi dalam acara ‘Sharing Economy Perspektif Syariah’ yang dihelat Sinergi Foundation di Hotel Grand Pasundan Bandung, Sabtu (6/5/2017). “Kalau kita melihat kebangkitan bangsa Turki, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kebangkitan dimulai dari gerakan…

Baca selengkapnya

didieto8 May 2017

Berita

KH Miftah Faridl: Bangun Ekonomi Umat dengan Prinsip Taawun

kh-miftah-faridl-bangun-ekonomi-umat-dengan-prinsip-taawun

SF-UPDATES,– Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung cum Dewan Pembina Sinergi Foundation, Prof. Dr. KH Miftah Faridl mengatakan bahwa umat Islam harus saling bahu membahu membangun ekonomi umat dengan prinsip saling menolong (taawun). “Membangun ekonomi umat harus dimulai dengan prinsip taawun. Contoh sederhana kita berbelanja produk di tempat umat Islam dengan niat membantu perekonomiannya….

Baca selengkapnya

didieto8 May 2017

1 340 341 342 343 344 381
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!