Uncategorized

Tak Hanya Bahas Lumdes, Warga Ciwangi Galang Bantuan Sedekah Quran

SF-UPDATE,– Ada sisi lain yang menarik di balik proses mewujudkan program Lumbung Desa Sinergi Foundation di Ciwangi Limbangan Garut. Riungan warga yang menjadi agenda pertemuan rutinan, bukan semata membahas persiapan Lumdes, tetapi juga menyinggung kebutuhan kondisi masyarakat sekitar kelompok tani (Poktan). 

Usai menyepakati lahirnya program Rehab Rumah tak Layak Huni, baru-baru ini, lewat Riungan, warga sepakat menggalang donasi untuk penambahan invetaris Al Quran dan Buku Keislaman di sejumlah masjid dan madrasah.

“Dalam pembelajaran program Lumdes, kegiatan riungan umumnya dilaksanakan di madrasah yang berdampingan dengan Masjid Jami. Riungan tersebut, kerap memunculkan obrolan dengan peserta setempat yang memerlukan Al-Qur'an, buku Iqra dan Al-Barzanji,” ujar Pendamping Program Lumdes, Maryana Ahmad, Selasa (21/03/2017).

Setelah digali lebih dalam, imbuh Maryana, di luar dugaan, hampir semua peserta riungan, menyebut bahwa masjid atau madrasah di wilayahnya memerlukan bantuan Al-Qur'an.

Informasi tersebut kemudian disebarkan ke berbagai grup WA. Hasilnya, kurang dari sepekan, terkumpul dana sejumlah tiga juta lebih. 

Dana tersebut kemudian dibelikan 160 Al-Qur'an, 60 buku Iqra, dan 30 buku Al-Barzanji. Sementara salah satu DKM di Cicaheum Bandung memberikan bantuan 24 buku doa dan 120 majalah.

Seluruh bantuan, mulai diserahkan melalui peserta riungan yang mewakili kelompok tani (poktan), Sabtu (18/03/2017). Sementara secara simbolis, bantuan diserahkan kepada para murid/santri dari Masjid Al-Imam Al-Bukhari, dalam riungan ke-9 yang dilaksanakan di SDN Lebak Jaya RW 4 esok harinya. 

Bantuan itu, kemudian disebarkan ke 12 RW yang ada di Desa Ciwangi yang diterima oleh perwakilan poktan. Di antaranya, Endang dari RW 12 Kampung Sukamanah, Irwan Junaedi dari RW 1 Kampung Cianten, Juju Junaedi dari RW 5 Kampung Bojong, dan Miftah dari RW 11 Kampung Manjah Beureum.

Atas bantuan ini, masyarakat khususnya, santri/pelajar merasa bersyukur. Seperti yang diungkapkan Miftah dari RW 11, "Anak-anak jadi tambah semangat. Bantuan ini sangat bermanfat. Semoga menambah keberkahan untuk Desa Ciwangi." [] 

(Mahar/SF-Newsroom)

didieto21 March 2017

Berita

Buka Konferensi World Zakat Forum, Menag: Zakat Instrumen Penting Atasi Kemiskinan

SF-UPDATES,– Dalam sambutannya yang sekaligus membuka Konferensi Zakat Internasional di Hotel Sari Pan Pasific Rabu 15 Maret 2016, Menag berharap akan lahir pemikiran keilmuan baru, terkait fikih zakat kontemporer. “Utamanya 8 asnaf penerima zakat. Bagaimana interpretasinya, perlu ijtihad yang sesuai prinsip-prinsip syariat agar dana zakat bisa dirasakan manfaat oleh penerima manfaat secara proporsional,” kata Lukman….

Baca selengkapnya

didieto15 March 2017

Berita

RBC Gelar Penyuluhan Kesehatan di Desa Cilampeni Katapang

penyuluhan kesehatan rbc

SF UPDATE,– Puluhan ibu rumah tangga warga Desa Cilampeni menghadiri kegiatan rutin ANC Mobile yang digagas Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC). Hadir dalam kegiatan itu bidan Inez Indiani yang membahas kebutuhan gizi ibu hamil dan Heru Saptono yang menjelaskan profil RBC. Menurut Bidan Inez, saat hamil seorang ibu sangat membutuhkan asupan makanan bergizi. “Ada tiga manfaat makanan…

Baca selengkapnya

Uncategorized

Pecah di Sepertiga Malam

SF-UPDATE,– Seperti biasa, malam dengan genit menancapkan kuku dinginnya, membelai menusuk tulang dan sendi. Sebenarnya, keheningan telah menyelimuti Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) Holis Bandung, sejak azan Isya berkumandang. Motor-motor milik karyawan yang terparkir dengan cekatan dimasukan ke ruangan. Meski pintu ditutup, tak berarti layanan 24 jam tak bisa berjalan. Member hanya tinggal mengetuk pintu atau memencet bel.

Kesunyian terus berlanjut hingga jarum jam merangkak naik ke angka 10. Di sudut layanan pendaftaran, telah berkumpul sebuah keluarga kecil, lengkap dengan sang ibu hamil yang duduk di kursi roda.

Usai di ruangan, sesekali bidan yang berjaga mengecek kondisi member yang baru saja melewati proses pembukaan ketiga, baru genap empat itu sekitar tengah malam. Proses penantian yang membutuhkan kesabaran. 

Saat menduga waktu lahiran masih lama karena proses pembukaan yang berjalan cukup lambat. Namun lain halnya dengan garis takdir-Nya, di sepertiga malam itu, saat temaramnya langit menyapu rata seluruh RBC dan kawasan di sekitarnya. Tetiba, sang ibu mulai merasakan pertanda itu. Dengan cekatan, bidan Irma yang berjaga, dibantu co-ast mengurus persalinan seorang ibu muda, bernama Siti Awaliyah.

Tak lama, sekira lima hingga sepuluh menit berselang, tangis seorang makhluk mungil merobek keheningan. Alunannya begitu melengking, berulang-ulang. Menyisakan kebahagiaan mencairkan ketegangan.Kala itu, waktu sudah menunjukkan pukul 02.30 WIB, selemparan batu sebelum fajar menyingsing.

Alhamdulillah kembali diberikan kepercayaan. Lahir bayi laki-laki, sebagaimana yang diharapkan, normal juga sehat,” ujar sang suami, Ari Rahman, warga Cigondewah di sela waktu luangnya, Selasa (13/03/2017).

Menurut Ari, ia merasa beruntung ketika bidan-bidan RBC memberikan pelayanan optimal terhadap istri dan buah hatinya. Dari sebelum proses kelahiran, asupan gizi hingga senam ibu hamil.

“Di sini bidannya baik-baik, cekatan, juga sabar,” ungkap Ari, yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai home industri.

Sementara itu, bidan Nur Laila Sari yang juga turut membantu membersihkan bayi yang baru lahir tersebut juga merasa lega. Ia turut bersyukur persalinan berjalan cukup lancar, meski ada beberapa perawatan lanjutan pasca melahirkan untuk sang ibu. Di antaranya ada luka robekan sedikit, namun sudah dijahit dan ditangani dengan baik.

Untuk perawatan terhadap bayinya sendiri, bidan Nur menegaskan RBC memang komitmen dengan standar prosedur kelahiran. Mulai dari penilaian terhadap bayi; warnanya, pergerakan otot, dan tangisannya.

“Usai dinyatakan bagus, tali pusarnya dipotong, lalu dilakukan pengambilan lendir dari mulut dan hidung, lalu bayi tersebut dibersihkan.

Belum sampai situ, imbuh bidan Nur bayi kemudian melakukan proses kontak pertama dengan ibunya (bonding) selama satu jam, baru diberikan vitamin K. "Memang prosedur kelahirannya kurang lebih seperti itu. dan RBC senantiasa komit dengan standar pelayanan tersebut,” pungkasnya. []

 

Reporter : Mahar

 

didieto14 March 2017

Uncategorized

Dwi Purnomo Bahas Regenerasi Social Entrepreneur dalam FGD Bersama Sinergi Foundation

SF-UPDATES,– Founder Rumah Kolaborasi cum Direktur Kerja Sama dan Korporasi Akademik Universitas Padjadjaran, Dwi Purnomo memaparkan materi "Best Practice Regenerasi Social Entrepreneur" dalam Focus Group Discussion di Gedung Wakaf 99 Jl. Sidomukti 99 H, Bandung, Sabtu (11/3/2017). Kegiatan tersebut dihadiri manajemen Sinergi Foundation, tim Program, perwakilan strategis MarComm, dan pendamping asrama Beasiswa Pemimpin Bangsa (BPB).

Ia menjelaskan, social enterpreneur berangkat dari tiga hal penting yakni people, profit, dan people. Menurut Dwi, sistem ini sangat cocok diaplikasikan pada post-industrial seperti sekarang ini. Dan yang paling penting, sistem ini berdampak bagi masyarakat yang bertujuan untuk menggerakkan kegiatan sosial dan kemandirian.

Dalam acara ini, Dwi juga menjelaskan bagaimana peranan lembaga dapat meregenerasi individu-individu dalam naungannya agar menjadi human resource yang mewarisi nilai, budaya, dan visi perusahaan. Juga peranan lembaga sebagai wadah untuk memahami hidden potential pekerjanya. Sehingga, hasil dari pengembangan tersebut juga berdampak pada lembaga serta menciptakan tolak ukur baru dalam kesejahteraan.

"Kesejahteraan tidak hanya diukur dari sisi materi saja, bisa dari tingkat pendidikan, kebahagiaan, dan relasi atau jaringan yang dimiliki individu tersebut,'' papar Dwi.

Setiap individu, ia melanjutkan, memiliki cara pandang dan potensi yang berbeda. Jadi, hematnya, jika lembaga memiliki niatan untuk menyamakan persepsi, hal itu hanya akan membuang-buang waktu. Tetapi lain, jika yang disamakan adalah nilai, budaya, dan visi. Apapun jalan yang ditempuh, individu tersebut akan mencapai nilai, budaya, dan visi yang diharapkan lembaga.

Melalui penerapan social enterpreneur, baik lembaga maupun individu yang independen, diharapkan muncul sensitivitas sosial dan kesadaran akan proses dalam mencapai tujuan. Karena, Dwi berpendapat, generasi saat ini cenderung instan dan tidak memahami cara berpikir orang-orang disekelilingnya. Untuk itu dibutuhkan teknik untuk memahami perasaan simpati dan empati, dengan cara mengubah sudut pandang.

"Saya berharap, semakin banyak orang-orang yang menyebarkan kebaikan dengan melakukan social enterpreneur.'' tandas Dwi. []

(Nurma)

didieto13 March 2017

Uncategorized

Saban Jumat, ?áWarga Ciwangi Garut Bergotong Royong Rehab Rumah Tak Layak Huni

SF-UPDATE,–Warga Kampung Cipeujeuh Desa Ciwangi Limbangan Garut yang dimotori anggota Kelompok Tani Lumbung Desa, rutin menggelar kerja bakti, memperbaiki rumah tak layak huni. Di antaranya rumah seorang difabel, Entis. Warga Kampung Bojong rt 2 rw 5 yang bertugas sebagai muazin di Masjid Miftahul Jannah.

Setiap pekannya masyarakat mengumpulkan uang untuk program gotomg royong tersebut. Saat ini terkumpul sekira satu juta-an.  Dana itu kemudian digunakan untuk beli asbes dan kayu. Sementara bambu, paku, batu, tapakan dan kebutuhan lainnya yang kecil-kecil murni dari swadaya masyarakat.

Inisiasi memperbaiki rumah tak layak huni ini merupakan hasil dari survei peserta Riungan dalam Persiapan Program Lumbung Desa. 

Ke depannya warga bersepakat untuk renovasi kediaman seorang nenek yang kerap disapa Ibu Mamah. Seorang janda jompo di Kampung Cipeujah rt 04 rw 02.

“Beliau itu janda dan tinggal seorang diri. Anak-anaknya kerja jauh sementara cucunya kadang dititipkan," kata Isti, salah seorang kader Poktan Kampung Cipeujah. 

"Di dalam rumahnya cuma ada kursi itu pun sudah jelek, dan tidak ada kamar mandi. Sementara untuk listrik masih dikasih sama tetangganya,” lanjutnya. Selama ini, imbuh Isti, ibu mamah tinggal di rumah bilik yang sebagian besar sudah rusak, terutama di bagian belakang dan samping kanan. []

Reporter : Mariana
Editor : Mahar

didieto13 March 2017

Uncategorized

Gelar Temu Tokoh, Erie Sudewo Bahas Pentingnya Memiliki Karakter

 

SF-UPDATE,– Para penerima manfaat beasiswa Sinergi Foundation yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Pemimpin Bangsa (Gamapinsa) mengikuti kegiatan Temu Tokoh. Hadir Pendiri Character Building Indonesia (CBI), Erie Sudewo yang membahas pentingnya memiliki karakter.

“Karakter adalah sesuatu sifat baik yang melekat. Kalau sifat buruk namanya tabiat,” terang Erie Sudewo mengawali pembicaraan, di Aula KBP Chakra, Ahad, (12/03/2017).

“Karakter yang disertai sujud barulah disebut akhlak. Jadi karakter itu bagian dari akhlak,” lanjutnya.

Dewan Pembina Sinergi Foundation ini menjelaskan, karakter dasar yang harus dimiliki setiap insan seminimalnya ada tiga hal. Yaitu Jangan Egois, Jujur, dan Disiplin. Ketiga hal ini bila ada dalam diri kita, Erie meyakinkan, karakter baik yang lainnya akan mengikuti.

Selain membahas Karakter Dasar, Erie juga menyinggung soal pencapaian-pencapaian terbesar yang telah ditorehkan di usia saat ini.

“Ketika kapal tidak tahu ke mana berlayar, tidak ada satupun angin yang dapat mendorong. Hidup di dunia ini harus mempunyai tujuan,” kata Erie Sudewo.

Menurut Erie, keberhasilan itu ditentukan oleh perilaku. Dari 100 persen, prosentasi perilaku menentukan keberhasilan sebesar 80 persen, sisanya adalah kecerdasan.

“Contohnya adalah perilaku jujur. Kejujuran itu adalah puncak dari kebaikan. Tanpa sujud, orang jujur memang sudah keren. Tapi tidak bisa berbuah amal (bernilai di hadapan Allah),” kata Erie. []

 

Reporter : Mahar

 

didieto12 March 2017

Berita

Lembaga Filantropi Atasi Kesenjangan Bertahap

lembaga-filantropi-atasi-kesenjangan-bertahap

SF-UPDATES,– Ketimpangan menjadi persoalan serius Indonesia. Lembaga filantropi bisa membantu mengatasi efek ketimpangan itu sebelum akhirnya naik pada advikasi kebijakan. Hal tersebut disampaikan Dosen Senior School of Social and Political Sciences University of Melbourne, Bagus Aryo. Ia menjelaskan, potensi zakat Indonesia mencapai Rp 217 triliun per tahun. Kesadaran untuk membayar zakat juga belum besar. Beda…

Baca selengkapnya

didieto9 March 2017

Uncategorized

Lagi, Keberadaan RBC Buat Member Bersyukur

SF-UPDATES,– Jumlah kelahiran bayi di Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) mencapai angka tujuh ribu. Para mustahik tersebut merasa terbantu dengan keberadaan RBC. Pun, salah seorang member, Ema Wardhani, mengapresiasi fasilitas yang disediakan RBC.

Dia sendiri mulai memeriksakan kandungan sejak usia 4 bulan hingga melahirkan. Sebelumnya, Ema sempat memeriksakan kehamilannya di bidan dekat rumahnya. Sayang, biaya hidup yang melangit menyebabkan dia tak mampu membayar biaya persalinan.

“Saya mengetahui RBC dari teman. Sejak saat itu saya rutin kontrol ke sini.” Kata Ema.

Ema mengatakan tidak sulit untuk menjadi member RBC, dia bahkan merasa dipermudah serta diringankan karena hanya perlu membawa syarat-syarat yang diperlukan untuk mendaftar, tanpa biaya sepeser pun. Selama kehamilan pun, Ema memaparkan, terdapat kegiatan bermanfaat berupa pembinaan dan penyuluhan bagi ibu hamil.

"Untuk penanganan saat melahirkan  amat memuaskan dan tidak dibeda-bedakan, meski kami dhuafa," katanya. Setelah melahirkan pun, Emma dapat rutin memeriksakan bayinya hingga usia 1 tahun.

“Saya berharap RBC semakin sukses dan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang berekonomi rendah.” pungkas Ema mengakhiri wawancara. []

(nurma)

didieto9 March 2017

Uncategorized

[Kisah Mustahik] Mencari Nafkah Hingga Jauh, Pulang Tinggal Nama

SF-UPDATES,– Kabar duka kembali menyeruak di sudut Kota Bandung. Kali ini, seorang mustahik bernama Hery ditemukan meninggal di pool Bandung Ekspress, Selasa (7/3/2017).

Sebelumnya, almarhum ditengarai usai melakukan perjalanan ke Ungaran, Jawa Tengah, untuk berdagang gorden. Ketika hendak ke Bandung, ia berada dalam kondisi tidak sehat. Sesampainya di pool, petugas mencurigai kondisinya yang aneh. Badannya nampak terselonjor kaku di kursi tunggu pool. Setelah diperiksa, Hery dinyatakan meninggal.

Petugas Bandung Ekspress itu pun segera bertindak. Mengetahui ada layanan ambulans dan pemulasaraan 24 jam, mereka pun menghubungi Firdaus Memorial Park (FMP). Oleh tim FMP, jenazah Hery dibawa ke rumahnya di Ciparay.

Saat tim FMP sampai di kediaman mustahik, sang kakak terkejut. Sebab syok, ia pingsan. Tak menyangka, Hery yang ia kira akan kembali membawa nafkah, justru pulang hanya nama. Sementara itu, sang istri yang hanya pulang setiap sekali sebulan karena bekerja, terpaksa harus menelan pil pahit. Suaminya telah tiada.

Pembaca, mari do’akan agar tak ada lagi kejadian serupa Hery terulang. Juga, do’akan FMP agar terus melayani dengan prima, baik pada mustahik, maupun wakif. []

didieto8 March 2017

1 343 344 345 346 347 381
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!