Uncategorized

Sinergi Foundation Siap Luncurkan Aplikasi Online Payment Berbasis Android

SF-UPDATES,–Berdonasi dengan cara berbeda, inilah yang ingin diterapkan Indotama Palapa Nusantara saat memperkenalkan aplikasi Sinergi Pay. Nantinya, aplikasi ini akan resmi diluncurkan tanggal 7 Mei 2017 mendatang.

SinergiPay merupakan aplikasi yang dibentuk atas kerjasama Sinergi Foundation dan Indotama untuk membuat serta membangun fasilitas donasi yang dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi mobile. Sebab dewasa ini, gadget telah menjadi kebutuhan primer.

“Melalui aplikasi ini, sedekah bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, dan nominal berapa saja,” jelas Chief Operating Officer Indotama Palapa Nusantara, Eko Wahyu di Training Center, Jl. Sidomukti No. 99 H, Bandung, Jumat (28/4/2017).

Aplikasi yang telah dapat diunduh dari playstore ini, menyajikan berbagai kemudahan dalam berbagai transaksi misalnya pulsa, PLN, tiket, voucher game, dan layanan lainnya yang masih terus dikembangkan. Orang-orang yang telah bertransaksi dalam aplikasi ini, katanya, sudah sekaligus berkontribusi dalam zakat, sedekah, infak, dan wakaf.

“Kelebihan melakukan pembayaran melalui SinergiPay, pengguna secara otomatis telah bersedekah tanpa biaya tambahan,” tambah Eko.

Eko menjelaskan, tidak ada minimal nominal deposit sehingga tidak ada penahanan saldo. “Mengisi saldo melalui transfer mengikuti jumlah nominal transfer dari bank yang bersangkutan, namun deposit yang tersimpan dapat digunakan semua.”

Reporter: Narita
 

didieto28 April 2017

Uncategorized

RBC Kembali Ajak Berbagi Kebaikan dengan Donor Darah

SF-UPDATES,– Berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) menggelar aksi donor darah di RM Ampera, Kamis (13/4/2017). Kegiatan yang digelar rutin setiap tahun ini menjadikan para pengunjung restoran dan karyawan setempat sebagai partisipan donor darah.

“Donor darah adalah ikhtiar berbagi kebaikan kepada sesama. Sebab, satu kantung darah saja, bisa jadi sangat berarti bagi orang di luar sana,” kata manager RBC, Budimansyah. Hal ini disepakati oleh Agung Gunawan, HRD RM Ampera Suci, yang menyatakan pihak Ampera rutin mengadakan donor darah demi melakukan bakti kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

Antusiasme partisipan donor darah pun terbilang besar. Padahal, PMI sendiri hanya menyiapkan 120 labu darah, namun data pendonor sudah meluap. Terpaksa, usai jumlah labu memenuhi kuota, banyak peserta yang ditolak.

Namun tidak dengan Tita, salah seorang pengunjung Ampera yang kemudian mendonorkan darahnya. Ia mengaku, donor darah di tempat tersebut adalah yang pertama baginya. Sengaja, ia ingin membagi darahnya, sebab golongan AB yang ia miliki sangat jarang. Dengan begitu, ia bisa menolong mereka yang membutuhkan golongan yang hanya 3% di dunia itu.

Tak hanya ingin membantu sesama. Ia meyakini kampanye para dokter yang menyatakan donor darah menyehatkan tubuh pendonor. Terbukti, ia merasa jauh lebih segar usai mendonorkan darah. “Memang benar khasiatnya. Tubuh saya menjadi lebih ringan,” tandasnya. (agh)

didieto13 April 2017

Berita

Mahasiswa BPB 4 Ikuti Student Conference Tingkat Nasional

SF-UPDATES,– Mewakili tim Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), salah seorang penerima manfaat BPB 4, Eko Ruslamsyah ikut serta dalam National Student Conference dalam acara Gundarma Sharia Economic Event 2017 di Depok, Sabtu (8/4/2017). Dalam kegiatan ini, para peserta melakukan konferensi bertema “Achieving Sustainable Development Goals through Implementing The Maqashid Al-Shariah: Noble Efforts in Creating a Just and Prosperous Society”. Acara ini dimulai dengan…

Baca selengkapnya

didieto11 April 2017

Uncategorized

Kementerian Agraria Rilis Tata Cara Sertifikasi Tanah Wakaf

SF-UPDATES,– Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional baru-baru ini mengeluarkan peraturan baru mengenai tata cara sertifikasi tanah wakaf.

Dalam peraturan ini, diatur tata cara pendaftaran tanah wakaf yang berasal dari Hak Milik dan Tanah Milik Adat yang belum terdaftar, seperti Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai di atas Tanah Negara; Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai di atas tanah Hak Pengelolaan atau Hak Milik; Hak Milik atas Satuan Rumah Susun; dan Tanah Negara.

Dalam Pasal 2 peraturan tersebut, dinyatakan bahwa Hak atas Tanah yang telah diwakafkan dihapus sejak tanggal Ikrar Wakaf dan statusnya menjadi benda Wakaf. Selanjutnya, PPAIW atas nama Nazhir menyampaikan AIW atau APAIW dan dokumen-dokumen lainnya yang diperlukan untuk pendaftaran Tanah Wakaf atas nama Nazhir kepada Kantor Pertanahan, dalam jangka waktu paling lama 30 hari.

Untuk mendaftarkan tanah wakaf yang berasal dari hak milik, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pasal 6 menjelaskan, permohonan pendaftaran wakaf atas bidang tanah hak milik harus dilampiri dengan surat permohonan, surat ukur, sertifikat hak milik, AIW atau APAIW, surat pengesahan nazhir dari instansi yang menyelenggarakan urusan agama tingkat kecamatan, dan surat pernyataan dari nazhir bahwa tanah itu tidak dalam sengketa, perkara, sita, dan tidak dijaminkan.

Dengan adanya peraturan ini, maka Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 1977 tentang Tata Pendaftaran Tanah Mengenai Perwakafan Tanah Milik dan ketentuan persyaratan pendaftaran Tanah Wakaf sebagaimana diatur dalam Lampiran II Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Pertanahan dinyatakan dicabut dan tidak berlaku. (bwi.or.id)
 

didieto11 April 2017

Uncategorized

RBC Latih Para Member Dhuafa Kreasikan Kain Perca Bernilai Jual

SF-UPDATES,– Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) kembali memberdayakan membernya. Kali ini, pada Senin (10/4/17), RBC Katapang melatih para member untuk membuat brooch bernilai jual yang terbuat dari kain perca. Kegiatan ini dimentori langsung oleh Bidan Endah dan Bidan Nurdiana.

“Ini menjadi salah satu program RBC agar dapat memberdayakan member. Tidak hanya dilaksanakan di RBC Katapang tetapi juga di RBC Holis,” kata Bidan Endah.

Ia sendiri, menikmati kegiatan bersama member dhuafa itu. “Sangat menyenangkan, kita bisa menambah ilmu dan pengalaman pasien, semoga bisa bermanfaat,” lanjutnya.

Bidan Endah pun berharap, melalui pelatihan ini, member bisa lebih produktif dan dapat membantu perekonomian keluarga dari skill yang didapatkan.

Salah seorang peserta pun mengatakan pelatihan ini sangat berkesan. "Senang sekali ada kegiatan ini di RBC. Saya jadi banyak belajar dan kemampuan saya bertambah," katanya.

Selain membuat brooch dari kain perca, RBC secara rutin mengadakan pelatihan menjahit, dan memasak khusus bagi membernya yang merupakan kalangan dhuafa.

Reporter: Riza

didieto10 April 2017

Uncategorized

ÔÇ£Hampir Saja ÔÇÿRBCÔÇÖ Saya Berikan pada Orang LainÔÇØ

SF-UPDATE,– Memiliki lima anak dalam kondisi ekonomi yang sangat karut marut, terbayang bagaimana beratnya menjalani kehidupan yang demikian. Belum soal cibiran sana-sini sebab suami tak juga mendapat panggilan pekerjaan. Di tengah kondisi demikian, Allah hadirkan calon buah hati yang saat itu masuk usia dwisemester kehamilan.

Sepenggal kondisi itulah yang dirasakan Ira Astika Dewi kala almanak menginjak di tahun 2005 silam. Menurutnya, itu juga adalah bagian dari lipatan episode tersulit dalam hidupnya.

Sambil terisak, Ira bercerita, demi mengais sepiring nasi, Ira kemudian berjualan lotek. Di tengah perutnya yang kian membesar, tangannya dengan lincah menggerus bumbu di atas cobek batu. “Oleh hal penghasilan saya yang tak tentu, tak jarang saya mesti menekan rasa malu untuk tak menolak pemberian nasi sisa dari tetangganya yang iba,” ucapnya, saat ditemui di bilangan Dipatiukur Bandung di awal April 2017.

Dari semua kondisi yang harus ia hadapi itu, ada satu pikiran yang mengusik batinnya. Apalagi kalau bukan soal biaya melahirkan sang buah hati. Ia bingung setengah mati, ke mana harus mengiba bantuan. Di era itu, biaya persalinan normal sekira 500 ribu hingga satu juta rupiah. Dari mana ia menggenggam uang sebanyak itu.

Sang suami tercinta juga bukan tumpah tindih tanpa perih. Selama terjangkau dan bisa ia lakukan plus pekerjaan yang halal, tak sungkan kan dilakoninya. Namun memang permintaan tak senantiasa datang saban hari, tetap saja ia kelimpungan menunggu dan mencari orderan.

Sampai suatu ketika, di ujung tenggorokan rasa putus asanya, tawaran itu datang. Seolah adalah solusi namun menyisakan selaput kegamangan sebagai seorang ibu. Kakaknya pernah berujar, kalau memang Ira merasa berat dan tak sanggup untuk mengurus anaknya kelak, ada seorang dosen di sebuah kampus ternama yang siap menerimanya. Berapapun biaya persalinannya. 

“Hati saya gamang. Di satu sisi dengan kondisi saat itu saya merasa tak mampu untuk sekadar melahirkan. Di lain hal, sebagai seorang ibu, bila hal itu terjadi, tentu akan menjadi tekanan batin seumur hidupnya,” kata Ira.

“Iya kalau saya masih bisa melihatnya. Bagaimana kalau sebaliknya. Jangankan menatap dari kejauhan, kalau mendengar rimbanya saja tak kasat di telinga, bagaimana?,” lanjutnya.

Namun Ira tak punya pilihan lain. Menghidupi kelima anaknya saja sesak nafasnya setengah mati. Ini mau ditambah satu lagi. apalagi kebutuhan bayi juga bukan barang enteng.

Sambil menahan ragu, ia akhirnya sempat mengiyakan tawaran itu. Walaupun belum sampai pada proses transaksi, kenal dengan orangnya saja belum.

“Saya terus berdo’a kepada Allah. Bila memang Ia masih memberikan setangkup kepercayaan untuk mengurus buah hatinya kelak, saya berharap diberikan jalan keluarnya,” ucapnya.

Doa yang ia panjatkan saban waktunya, Allah jawab dengan cerita yang tak dinyana. Tatkala ibunya tengah jalan-jalan, sekelebat ia membaca spanduk bertuliskan Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) yang saat itu masih beralamatkan di Jalan Holis No 127.

Lamat dibaca, ragam tanya pun bermunculan di benaknya. Benarkah gratis? Tapi kemudian ia berpikir untuk tak ada salahnya mencoba mencari tahu lebih dulu. Maka, ia segera memberi tahu Ira untuk datang ke RBC, dengan harapan bisa memetik setitik jawaban itu.

“Di usia kandungan saya yang sudah tujuh bulan, saya kemudian survei. Karena tak punya kendaraan, Ira berinisiatif untuk meminjam barang sejenak motor punya tetangganya,” cerita Ira.

Lokasi yang strategis membuat Ira tak kesulitan menemukan RBC, bangunan yang cukup luas dengan warna hijau meneduhkan pandangan. Bukan hanya itu, mengurus persyaratannya pun terbilang mudah.

“Saat diwawancara pihak RBC, saya ceritakan semua kondisi saya yang sebenarnya. Mulai dari suami pengangguran hingga rencana akan diambilnya anak ketika lahir nanti,” terang Ira.

Di sisa-sisa usia kehamilannya, Ira rasakan betul bagaimana profesionalnya dokter dan bidan saat menangani pasien. Meski nirbiaya tapi pelayanannya begitu maksimal. Bahkan lebih baik bila disandingkan dengan rumah bersalin atau rumah sakit serupa.

“Saya betul-betul terenyuh dengan kebaikan mereka, tanpa membeda-bedakan pasien dengan sabar RBC melayani dan memberikan edukasi terhadap saya. Belum saya temukan di tempat lain,” kenangnya.

Dengan diterimanya Ira sebagai member RBC, pupuslah segala gundah yang membebani pikirannya selama ini. Ketika tangisan itu pecah, saking merasa terbantu dengan keberadaan RBC, sebentuk rasa terima kasih, ia sematkan nama RBC pada anak bungsunya itu.

Alhamdulillah dede lahir dengan normal dan selamat. Atas inisiatif keluarga terbitlah nama Razak Braja Cakti (RBC), diharapkan ia tumbuh menjadi lelaki yang diberikan limpahan rizki dan kuat dalam menghadapi segala tantangan hidup,” tandas Ira.

Kehadiran Razak seolah menjadi gerbang rezekinya. Kehidupan Ira dan keluarga mulai menapak layak. Sang suami pun akhirnya bekerja sebagai tukang parkir di sebuah mall di bilangan Dago. Ia tak lagi menumpang di orang tua, bisa menempati rumah sederhana sambil berjualan cemilan ringan.

Di selang waktu, penuh bangga ia ceritakan kepada Razak tentang RBC. Hal ini membuat Razak juga memikul nama ‘RBC’ dengan penuh kebanggan.

“Dede saya ceritakan kenapa nama akhirnya Cakti bukan Sakti. Karena dia lahir di RBC. Saya menanamkan agar dia bangga menyemat nama RBC. Karena memang keberadaa RBC begitu sesuatu. Kalau tidak ada RBC, mungkin jalan ceritanya akan berbeda. Hampir saja, saya memberikan ‘RBC’ pada orang lain,” tutupnya sambil tersenyum. []

(Maharevin/SF-Newsroom)

didieto7 April 2017

Uncategorized

Bidan RBC Berikan Tips Agar Bumil Terbebas dari Gejala HIV Aids

SF-UPDATE,– Infeksi HIV Aids tidak menimbulkan gejala pada stadium awal sampai dengan gejala-gejala yang berat pada stadium yang lebih lanjut. Demikian sepenggal pemaparan di Talkshow Kesehatan bersama tenaga medik Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC), bidan Resty.

Pada kesempatan talkshow rutinan itu, bidan Resty membahas mengenai HIV. Khususnya, pada ibu hamil. Hal ini agar, kaum ibu lebih aware dan waspada terhadap bahaya HIV dan penularannya terhadap bayi.

“Penularan HIV ibu hamil pada bayinya dengan melalui tiga cara, "Pada ibu hamil dengan HIV dapat menularkan pada bayinya dengan tiga cara yaitu di dalam uterus (lewat-plasenta) sewaktu persalinan atau melalui air susu ibu,” kata bidan Resty saat siaran di Radio Kabupaten Bandung Kandaga AM 810 Khz, Jumat (07/04/2017).

 Karena itu, untuk menghindari penyakit HIV, bidan Resty menyarankan agar ibu hamil menghindari pemakaian jarum suntik yang tidak steril, berhubungan intim dengan orang yang terinfeksi virus HIV, dan hindari pemakaian narkoba.

Pada kesempatan itu juga hadir, Manajer Pengembangan RBC, Budimansyah. Yang tak lelah menyosialisasikan program-program layanan kesehatan RBC untuk bumil dari kalangan dhuafa. []

 

Reporter: RK Nisa

Editor: Mahar

 

 

didieto7 April 2017

Berita

Sharing Bersama Amil SF, Erie Sudewo Bahas Character Building

SF-UPDATES,– Karakter, sebuah kata yang terlihat sepele namun sangat berpengaruh dalam sebuah kelangsungan sebuah keluarga, perusahaan, bahkan negara. Demikian dinyatakan Dewan Pembina Sinergi Foundation (SF), Erie Sudewo, dalam kegiatan sharing bersama amil Sinergi Foundation, di Training Center 99, Jl. Sidomukti No. 99 H, Bandung, Rabu (5/4/2017). “Sayangnya, saat ini Indonesia tengah mengalami krisis karakter yang…

Baca selengkapnya

didieto6 April 2017

Uncategorized

RBC Sapa Warga Dihelat di Cigondewah

SF-UPDATES,– Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) kembali mengadakan RBC Sapa Warga. Kali ini, pada Kamis (6/4/2017), para bidan mendatangi Desa Cigondewah Hilir, di sudut Kabupaten Bandung.

Sebanyak 45 ibu hamil hadir dalam acara ini. Ini merupakan wadah bagi RBC untuk menjaring lebih banyak penerima manfaat layanan RBC. RSW diisi dengan sosialisasi, penyuluhan kesehatan, dan pemeriksaan ibu hamil oleh Bidan Risya dan Bidan Riza.

Materi yang disampaikan oleh Bidan Risya adalah mengenai tanda bahaya kehamilan. "Ibu-ibu diharapkan waspada terhadap tanda bahaya kehamilan. Kasus yang sering terjadi di antaranya ketuban pecah sebelum waktunya, pengeluaran darah saat kehamilan, dan gerakan janin yang berkurang yang tidak ibu sadari," katanya.

"Alhamdulillah seluruh rangkaian berjalan lancar. Banyak sekali ibu hamilnya." ujar Bidan Riza.

Sepekan sekali RBC-Sinergi Foundation menggelar program RBC Sapa Warga. Dalam kegiatan tersebut, mereka melakukan program ANC mobile (pemeriksaan kehamilan) gratis, sekaligus sosialisasi RBC ke setiap desa di wilayah Bandung Raya. Umumnya, mereka roadshow mingguan ke desa-desa yang masyarakatnya mayoritas dhuafa dan kesulitan akses kesehatan. (agh)

didieto6 April 2017

Uncategorized

Tanah Wakaf Terkena Pajak?

SF-UPDATES,– Undang-Undang nomor 12 Tahun 1985 Pasal 3 Ayat 1 menjelaskan bahwa tanah yang digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan nasional, dan tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan, tidak dikenakan pajak bumi dan bangunan.

Namun beberapa waktu lalu, seorang pimpinan pesantren di Jakarta, KH Syukron Makmun mengadukan pada Presiden perihal tanah wakaf yang dikenai pajak. Dalam keterangan pers, ia menyatakan bahwa tanah wakaf yang dikelolanya dikenai pajak.

"Saya sendiri ditagih pajak, yang jumlahnya nanti istighfar mendengarnya," kata Syukron Makmun.

Menurut Anggota Badan Wakaf Indonesia Soraya Devi, tanah wakaf yang dikenai pajak bisa jadi karena tanah itu belum memiliki sertifikat wakaf. "Yang sekarang banyak terjadi adalah tagihan pajak timbul karena banyaknya tanah wakaf yang belum bersertifikat hak milik wakaf," jelas Devi, dikutip dari Bwi.or.id, pada Kamis (6/4/2017). 

Ia mencontohkan tanah wakaf yang masih bersertifikat hak milik (SHM), hak guna bangunan (HGB), hak guna usah (HGU), girik, dan verponding. Untuk bisa mendapatkan sertifikat wakaf, menurut Devi, persyaratan berupa warkat atau surat-surat tanah harus lengkap. "Kelengkapan warkat inilah kendala utama," ujar Devi.

Untuk itu, Devi berharap Badan Pertanahan Nasional bisa mengeluarkan kebijakan yang lebih memudahkan nazir untuk mendapatkan sertifikat wakaf. "Terutama sertifikat wakaf untuk tanah yang di atasnya ada masjid," lanjutnya.

Mengenai tanah wakaf yang digunakan untuk kegiatan usaha wakaf produktif, Devi menyatakan bahwa hanya kegiatan usahanya yang dikenai pajak. Adapun tanahnya tidak dikenai pajak jika sudah bersertifikat wakaf. (agh/bwi)

didieto6 April 2017

1 341 342 343 344 345 381
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!