Empat bayi itu lahir di akhir minggu, di jam yang berbeda-beda, diiringi dengung suara muratal yang menenangkan. Suara tangis mereka yang nyaring, makin meramaikan Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC).
Pada kesempatan kali ini, saya akan menceritakan kisah seorang anak. Ia memiliki seorang ibu yang bekerja serabutan. Ketika sang anak memasuki usia sekolah, ia mendatangi sebuah rumah. Ia bertanya, “Apakah saya boleh bekerja di sini?”
“Kini masjid ramah gempa ini akan dibuat seperti rumah panggung. Selain ramah gempa, masjid tersebut tetap bisa dipakai di musim hujan dan tidak akan mengembun,”
Meski nampak berdiri dengan sederhana, Hunian Sementara yang dibangun warga di Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur dengan bantuan partisipatif dari para Donatur Sinergi Foundation ini sudah cukup melegakan bagi mereka.
Tenda – tenda begoyang. Rumah berdinding bata yang sudah reyot karena ratusan gempa berturut-turut selama tiga pekan sebelumnya kini benar-benar rata dengan tanah. Anak-anak menangis.
“Sebenarnya sudah beberapa hari ini kami kekurangan air. Untuk minum saja, hanya bergantung dari air mineral bantuan yang terbatas. Untuk memasak dan mencuci, kaminyaris tak bisa mengandalkan persediaan air yang sedikit,”