Lembaga Wakaf, Zakat, Infaq, Sedekah

Home »
Uncategorized

Tentang Sekantung Pundi Uang dan Kedermawanan

"Kedermawanan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bangkit dan berdiri melukis dirinya menjadi seorang yang akan menghargai akan sebuah motif (dorongan motivasi dalam diri) yang menggerakan dirinya menjadi seseorang yang dermawan"

 

Hari itu, tangal 30 juli 2016, saya diberikan sebuah amanah yang mulia untuk menyalurkan donasi terhadap para siswa-siswi sekolah yang memerlukan bantuan. Sebuah lembaga yang menaungi sumber bantuan pendidikan bahkan di berbagai bidang yang lain, yang berkontribusi aktif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam masalah  pendidikan. Lembaga yang turut aktif pula dalam penyaluran wakaf, zakat, infak dan shodaqah dengan di dasari komimen spiritual, yang menjadikan lembaga tersebut menjadi icon yang dikenal masyarakat sebagai lembaga kesejahteraan penyaluran beasiswa yang turut membantu para pelaku pendidikan (pelajar) yang memiliki semangat belajar akan tetapi tidak memiliki kemampuan dalam segi finansial. 

Inilah di antaranya tempat di mana tunas-tunas bangsa dididik yaitu SMK Al-Alfath dan SMP PGRI Cibeber tepatnya beralokasikan di daerah Cianjur. Kedua sekolah tersebut merupakan yayasan swasta yang didirikan dengan semangat kerja keras beberapa guru yang tak kenal lelah demi mewujudkan generasi bangsa yang berkualitas unggul.

Di antara pengajar tersebut adalah seorang pensiunan guru yang telah berkontribusi aktif dalam mengabdikan ilmunya bagi para siswanya. SMK Al-Fath adalah satu-satunya sekolah yang tidak memungut biaya sedikitpun dari para siswanya. Bahkan sekolah tersebut menampung para siswa dan siswi yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikanya ke jenjang yang lebih tinggi, dengan adanya beasiswa.

Selain itu pula, sekolah tersebut membuka ruang bagi para siswanya untuk tinggal di rumah kepala sekolah tersebut bagi siswa yang bertempat tinggal jauh dengan tanpa dipungut biaya sepeser pun. Sunguh mulianya mereka para pejuang bangsa, mereka rela mengorbankan keringat, waktu dan tenaga mereka hanya untuk memperjuangkan pendidikan. Karena pendidikan merupakan hak setiap warga Negara.

Tibanya kami di lokasi, kami disambut dengan begitu ramah, berikut suasana yang sederhana membuat kami merasa bahagia berada di antara mereka. Langit biru, sawah membentang luas dan lirihan anginpun menghiasi perjalanan dan pertemuan kita bersama mereka orang-orang yang hebat. Ya, karena bagi mereka bantuan sekecil apa pun akan dapat membantu memaksimalkan pendidikan yang masih rendah di daerah mereka.

Hari itu, ialah hari yang memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya, juga sahabat saya. Kedermawanan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bangkit dan berdiri melukis dirinya menjadi seorang yang akan menghargai akan sebuah motif (dorongan motivasi dalam diri) yang menggerakan dirinya menjadi seseorang yang dermawan.

#Melangkahlah dan bantu orang lain untuk melangkah.. wink

 

Penulis : Siti Fatimah 

Editor : Mahar

didietoAugust 8, 2016

Uncategorized

Elhijab Salurkan CSR untuk Rumah Bersalin Cuma-Cuma

SF-UPDATES,– Elhijab (induk brand Elzatta Hijab dan DAUKY fashion hijab) tak hanya membuktikan komitmen diri berkarya, namun juga berbagi secara luas pada masyarakat. Melalui Sinergi Foundation, Elhijab menyalurkan donasi sebesar Rp50 juta ke Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC).

Menurut Fajar Fitrah, Head of CSR Elhijab, Elhijab kini tengah mengepakkan sayap tanggungjawab sosial ke tengah masyarakat, baik secara nasional maupun internasional. Pun, donasi ini adalah bentuk pengoptimalan peran kemanusiaan Elhijab dalam menolong persalinan para ibu, terutama mereka yang serba kekurangan.

“Donasi ini merupakan bentuk kepercayaan konsumen pada brand-brand Elhijab. Untuk itu, kami sampaikan apresiasi kami pada seluruh konsumen Elhijab di Tanah Air,” jelasnya, dalam family gathering Elcorps, di Trans Studio Bandung, Sabtu (30/7/2016) lalu.

Fajar Fitrah melanjutkan, donasi ini adalah sebagian dari wilayah aksi berbagi Elhijab, yang diantaranya mempromosikan Islam pada dunia, kemanusiaan, pemberdayaan umat, program, tanggap bencana, dan involvement (silaturahim dan kerjasama).

“Untuk Sinergi Foundation, kami berharap dari donasi ini tercipta banyak manfaat bagi masyarakat tidak mampu sebagai pengguna jasa RBC,” harapnya.

Penyaluran secara simbolik diwakili oleh Executive Comitee sekaligus Head of Brand Strategy & Process Management Elhijab, Ina Binandari. Donasi ini diterima langsung oleh CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia. [cn]

didietoAugust 8, 2016

Uncategorized

Sandiaga Uno Isi Pembinaan Beasiswa Pemimpin Bangsa

SF-UPDATES,– Penerima manfaat Beasiswa Pemimpin Bangsa (BPB) mengikuti pembinaan entrepreneurship bersama pengusaha sukses, Sandiaga Uno. Dalam acara yang digelar di kediamannya, Jl. Tirtayasa II Jakarta itu, ia berbagi pengalaman wirausaha yang dibangunnya selama 19 tahun.

Selama menjadi entrepreneur, pria yang akrab dipanggil Sandi ini mengaku banyak mengalami kegagalan. Baik saat membangun perusahaan konsultan, ataupun menjadi investor di berbagai sektor. Namun baginya, satu-satunya jalan kesuksesan hanya satu, yaitu istiqomah.

“Di setiap tikungan, pasti ada potensi kegagalan dan kesulitan yang tinggi. Entah itu jalan yang mendaki, terjal, bahkan curam. Tapi orang sukses itu istiqomah. Ia tahu caranya bangkit setelah berkali-kali mengalami kegagalan,” tutur pria yang didaulat sebagai salah satu dari 50 orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes ini.

Ia melanjutkan, “Orang sukses itu gagal sampai 11-12 kali, tapi dia bangkit 13 kali,”

Sandi pun menuturkan, setiap orang harus siap menghadapi kegagalan. Caranya, dengan mengerti ilmu. Berbisnis di bidang apapun, ujarnya, harus benar-benar dipelajari seluk beluknya. Dengan begitu, kemungkinan gagal bisa diminimalisir.

Di pembinaan itu, putra-putri BPB diminta menuliskan rencana wirausahanya. Ada yang menyatakan ingin membangun bakery, syirkah domba, juga ekowisata. Salah satu peserta pembinaan, Erfan, mengungkapkan rencananya membuat sistem IT yang memudahkan masyarakat di kehidupan sehari-hari.

“Misalnya, jika kita cukup mengatur CCTV dalam rumah melalui handphone saja. Semua berbasis online,” kata Erfan.

Sandi mengapresiasi impian sekaligus rencana para penerima manfaat BPB. “Melihat teman-teman SF, saya jadi optimistis dengan generasi muda. Masa depan Indonesia terjamin. Para pemuda yang sangat bersemangat, dan punya komitmen membangun bangsa,” tutupnya.

Reporter: Aghniya

didietoAugust 5, 2016

Uncategorized

Yuk Hadiri Kajian Bersama Imam Islamic Centre New York

 

SF-UPDATE,– Sinergi Foundation dan DKM Masjid Trans Studio Bandung dengan bangga mempersembahkan Kajian Keislaman bertajuk From New York With Love. Kajian ini mengundang Imam Islamic Centre Shamsi Ali dan Ketua MUI Bandung cum Ketua Dewan Pembina Sinergi Foundation Prof. Dr. KH Miftah Faridl. 

Silakan dicatat hari pelaksanaannya, yaitu ;

Tanggal : Sabtu, 13 Agustus 2016

Pukul : 19.00 – 22.00 WIB

Tempat :  Masjid Trans Studio Bandung

 

Informasi Acara : 0851 0004 2009

didietoAugust 2, 2016

Uncategorized

Sani Miftahudin: Kegagalan adalah Jalan Keberhasilan

“Saya selalu senang berkompetisi, meskipun tidak semuanya berjalan mulus. Tetapi setidaknya pengalaman itu dapat dijadikan pelajaran untuk kompetisi yang lain supaya mencapai keberhasilan,"

 

SF-UPDATE,– Salah satu penerima manfaat beastudi pegiat dakwah (BPD) Sinergi Foundation Sanni Miftahudin diwawancara pers kampus tempatnya menimba ilmu, Suara Mahasiswa Unisba Bandung. Silakan dibaca hingga tuntas,, semoga bermanfaat..

Lugas dan percaya diri, itulah dua kata yang tersirat ketika mendengar Sani Miftahudin berbicara. Pria yang akrab disapa Sani itu, ternyata telah menorehkan sejumlah prestasi baik di dalam kampus atau di luar. Salah satu contohnya ia terpilih menjadi Duta Muslim Unisba tahun 2015 kemarin.

Saat itu, Sani mengaku tidak mengikuti seleksi dari awal audisi seperti peserta lain. Awalnya ia tidak tertarik untuk mengikuti ajang seperti itu. Karena ia pernah mengikuti Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Bandung dan tidak lolos. Alhasil, ia merasa kurang percaya diri untuk ikut dalam ajang pemilihan lagi. Namun, pada saat seleksi berikutnya ia hadir untuk menyaksikan temannya dari dakwah yang mengikuti audisi. Kemudian tiba-tiba Sani diminta oleh dosen Fakultas Kedokteran untuk mengikuti pemilihan duta muslim tersebut.

“Awalnya kaget juga sih tiba-tiba ditodong suruh ikutan, tapi akhirnya saya mencoba untuk mengikuti kompetisi itu meskipun tanpa persiapan sama sekali,” tutur mahasiswa Fakultas Dakwah 2013 itu.

Kegagalan yang pernah dialami saat kontes mojang jajaka, ia jadikan pelajaran bahwa kerendahan hati, perjuangan dan kesungguhanlah merupakan hal yang terpenting. Hal tersebut membuatnya percaya diri ketika ada kesempatan yang baik seperti saat itu. “Awalnya sempat enggak percaya diri, tapi ternyata alhamdulillah atas izin Allah saya dinobatkan sebagai duta muslim Unisba 2015,” ungkapnya dengan bangga.

Bukan hanya menjadi Duta Muslim 2015 yang berhasil ia torehkan, Sani kerap kali aktif mengikuti berbagai kompetisi. Salah satunya dalam organisasi Paduan Suara Mahasiswa (Pasuma), di sana ia selalu terpilih untuk mengikuti berbagai perlombaan. Sani juga pernah mengikuti audisi news anchor hunt Kompas TV di Sabuga. Dari ratusan orang ia terpilih dalam 50 besar, meski kemudian ia tidak terpilih untuk mengikuti tahap berikutnya.

“Saya selalu senang berkompetisi, meskipun tidak semuanya berjalan mulus. Tetapi setidaknya pengalaman itu dapat dijadikan pelajaran untuk kompetisi yang lain supaya mencapai keberhasilan,” ujarnya.

Keluarga adalah motivasi terbesarnya, Sani mengatakan berkat kerja keras membesarkan dan didikan orang tuanya lah ia bisa seperti sekarang. Baginya orang tua yang selalu ada saat ia terpuruk dan tetap bangga pada dirimya meski banyak orang meremehkan.  Satu hal terpenting yang membuatnya tetap melangkah dalam mencapai semua mimpinya adalah ibu, terutama almarhum ayahnya.

Selain aktif di berbagai kompetisi, Sani juga mengikuti organisasi yang ada di kampus. Ia pun bergabung dalam Paguyuban Duta Kampus Bandung Raya (PDKBR). Meski begitu ia tidak melupakan dirinya sebagai mahasiswa. Akademik tetap menjadi prioritas baginya, untuk yang lainnya itu ia anggap sebagai nilai tambah baginya sebagai mahasiswa.

Sani termasuk orang yang mudah bergaul. Hal ini dituturkan oleh salah satu temannya di Pasuma. Tifani Anita Dewi mengungkapkan bahwa ia bangga memiliki teman yang berprestasi. “Kang Sani itu orangnya supel jadi enak kalau ngobrol sama dia dan juga baik ke semua orang. Sebagai senior saya dia juga selalu ngasih masukan yang positif,” tutur mahasiswa Psikologi 2014 itu.

Endang Syaripudin mahasiswa Fakultas Dakwah 2013 yang juga teman sekelasnya pun mengatakan hal yang sama. Menurutnya sani adalah orang yang baik. “Sani itu lucky man karena apapun yang dia mau pasti didapatkannya khususnya dibidang prestasi. Tetapi semua itu karena kesungguhan dan kepercayaan dirinya,” ungkapnya.

Sani berpesan sebagai mahasiswa harus menjadikan kehidupan kampus dan perkuliahan sebagai ajang berkompetisi. Bukan hanya dalam sisi akademik, tetapi manfaatkan setiap elemen yang ada dikampus salah satunya organisasi. Hal tersebut agar menunjang karir maupun pengalaman untuk terjun ke masyarakat langsung. “Kita harus menjadi mahasiswa yang bermanfaat, sehingga pada akhirnya kita dapat menjadi representasi dari prinsip Mujahid, Mujtahid dan Mujaddid,” pungkasnya. []

 

source : 

http://suaramahasiswa.info/sani-miftahudin-kegagalan-adalah-jalan-keberhasilan/

didietoJuly 29, 2016

Uncategorized

Terungkap Ratusan Makam Fiktif di Jakarta, FMP Solusi Pemakaman Berbasis Wakaf

SF-UPDATE,– Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap keberadaan makam fiktif di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kamal, Jakarta Barat. Sebanyak 164 makam fiktif berhasil diungkap dalam sidak tersebut.

"Hari ini kita melakukan sidak. Penertiban terhadap makam-makam yang fiktif. Seluruh di TPU ini ada 164 makam yang diduga fiktif," ujar Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Djafar Muchlisin kepada wartawan, Jumat (29/7/2016).

Saat melakukan sidak bahkan pihaknya sudah mendapatkan penjelasan berapa makam yang betul-betul fiktif.

"Bahkan sudah ada pernyataan dari pihak keluarga. Menyerahkan kepada Pemda Jakarta, karena mereka baru tahu tentang aturan di perda 3 tahun 2007. Di pasal 37 itu kan dinyatakan tidak diperkenankan dan larangan pemesanan," jelas dia.

Penertiban makam fiktif tersebut dilakukan dengan cara mengangkat nisan dan menggali makam fiktif tersebut Kemudian tanahnya diratakan kembali agar masyarakat mengetahui bahwa lahan makam masih tersedia.

"Tidak perlu khawatir. Saat ini kita lihat kenapa ini fiktif. Ketika kita lihat di buku registrasinya itu tidak terdaftar. Tapi ketika di lapangan ada gundukan," ucapnya.

Ia mengatakan, jika ada masyarakat yang akan memakamkan keluarganya maka akan ditunjukkan ke gundukan-gundukan yang masih kosong tersebut.

Adanya pemakaman fiktif ujar Djafar disebabkan salah satunya kurangnya pengawasan dari pemerintah. Begitu juga terkait dengan besaran biaya pemakaman, pemerintah masih kurang mensosialisasikan kepada masyarakat.

"Untuk pemakaman awal tak ada biaya. Terkait hal ini, harus disampaikan kepada masyarakat sehingga jika ada oknum yang minta jangan dikasih peluang itu. Kami yakin ini masalah kurangnya sosialisasi," jelas dia.

 

Makam Berbasis Wakaf, Solusi dari Praktik Percaloan

Sementara itu, Asep Irawan selaku Direktur WakafPro 99 – Sinergi Foundation yang merupakan  organisasi Nirlaba penggagas sekaligus pengelola Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park (FMP) mengatakan bahwa selain tingginya biaya pemakaman yang menjadi permasalahan pemakaman di Indonesia, beberapa faktor lain yang juga cukup berpengaruh, dan penting untuk dipikirkan solusinya antara lain: Ketersediaan lahan yang kian sempit, suasana pemakaman yang memunculkan kesan angker, hingga penanganannya yang tidak sesuai syariat. 

Karenanya, menurut Asep, FMP dihadirkan sebagai upaya bersama untuk menjawab problematika tadi. Bagi kalangan dhuafa, misalnya, 24 Jam tim FMP siap melayani, mulai dari prosesi memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga memakamkan, plus penyediaan lahan pemakaman itu sendiri, murni cuma-cuma tanpa ada pungutan dalam bentuk apa pun.

“Bagi mereka yang berpunya, yang merindukan ‘rumah’ masa depan yang nyaman, asri, ramah lingkungan, sesuai kaidah syar’i, serta lepas dari kepentingan bisnis yang berorientasi profit, Taman Wakaf Pemakaman Muslim “Firdaus Memorial Park” coba menawarkan alternatif pilihan terbaik, dengan pola wakaf,” kata Asep.

FMP sendiri, berada di kawasan terpadu “Firdaus Park” di Desa Ciptagumati dan Desa Mandalamukti Kec. Cikalong Wetan Kab. Bandung Barat. Sebuah kawasan pemberdayaan masyarakat yang  mencakup: Kawasan Pertanian, Peternakan dan kawasan hijau, juga sentra pendidikan Pesantren berbasis Masjid.

Dari total target 31 Hektar, kata Asep, Alhamdulillah saat ini  8,2 ha lahan di antaranya telah dibebaskan. Khusus untuk pemakaman, 1,5 Hektar lahan yang terdiri dari 337 Kavling Liang lahat berkapasitas 1.011 Jenazah, siap huni, kini telah terisi 56 Jenazah.

“Dalam masterplan, ditargetkan untuk alokasi pemakaman mencapai 20 hektar, terdiri dari 10 ribu kavling liang lahat untuk pewakaf dan 10 ribu kavling untuk dhuafa, dengan kapasitas mencapai 60 ribu jenazah, karena satu liang lahat bisa memuat 3 jenazah. Sementara untuk kawasan Pertanian, Peternakan dan kawasan hijau, baru 1 hektar lahan yang kini tengah digarap.  ” papar Asep Irawan.

Adapun untuk Masjid dan Pesantren, 2 Hektar lahan saat ini tengan dalam proses pembangunan pondasi. “Apabila Anda melalui tol Cipularang, lahan ini terletak tepat di KM 106,300-105,700 Tol Purbaleunyi arah Bandung – Jakarta (sebelah kiri jalan) Perkebunan Teh Panglejar bagian Maswati KM, Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

Karenanya, Asep menambahkan, Sinergi Foundation mengajak segenap elemen peduli, untuk bersinergi, wujudkan Aset Sosial Masyarakat berbasis Wakaf ini, sebagai solusi konkrit. []

 

Penulis : Mahar

Source : Republika.co.id

didietoJuly 29, 2016

Uncategorized

Ratusan Jamaah Padati Kajian Dhuha yang Digagas MT Pusdai dan Sinergi Foundation

SF-UPDATE,– Ratusan jamaah ikuti kajian dhuha yang digelar Majelis Taklim Pusdai Jabar bersama Sinergi Foundation, Kamis (28/07/2016). Mengusung tajuk “Ibadah Istiqomah, Raih Keberkahan Hidup”, kajian ini mengundang asatiz Masjid Al Lathiif Bandung, Ustaz Evie Effendie. Ia menerangkan, kunci hidup barokah di antaranya iman, ilmu, ikhlas,  Istighfar, Istiqomah, dan isti’anah.

Ustaz Evie berpendapat, Segala sesuatu perbuatan itu harus dilandasi ilmunya agar tidak merugikan orang lain. Sementara dasar dari ilmu itu, dilakukan karena adanya iman.

“Iman dan ilmu itu penting, tapi agar pengaplikasiannya maksimal, keduanya harus dilakukan dengan ikhlas,” lanjut Ustaz Evie Effendie.

“Ikhlas itu amal yang berat. Mari kita belajar dari surat al Ikhlas, tidak ada dalam surat tersebut lafaz ikhlasnya disebutkan. Itu artinya, ikhlas itu adalah perbuatan bukan cuma diucapkan,” lanjutnya di hadapan ratusan jamaah yang memadati Aula Bale Asri Pusdai.

Ustaz Evie melanjutkan dengan mengutip perkataan Imam Syafii. Kenapa kita masih hidup di dunia ini, ia menjawab, agar kita beristighfar. Karena, katanya, setiap anak Adam tidak pernah terlepas dari kesalahan.

ia mengajak, bertaubatlah sebelum ajal tiba karena ajal datang tidak menunggu taubat kita. Wujud dari pertaubatan adalah dengan beristighfar.

Selanjutnya adalah Istiqomah. Ketika ingin bertaubat, maka senantiasa ada ujiannya. Inilah yang menguji keistiqomahaan kita. Istiqomah dalam berkeyakinan kepada Allah, bahwa ketika Allah ada masalah tiada.

“Kita tahu keistiqomahan Ismail jadi syariat qurban, istiqomah Hajar berbuah zam-zam, ini keberkahan dari keistiqomahan,” lanjutnya.

Terakhir, katanya, istianah jangan merasa bisa, tapi bisa merasa. Maka bermohonlah kepada Allah berlindung dari godaan Setan yang memalingkan. Selesaikan masalah kehidupan dengan shalat dan tilawah. []

Penulis : Mahar

didietoJuly 29, 2016

Berita

Belasan Lembaga Filantropi dan Organisasi Keislaman Usung Semangat Sinergi Umat

SF-UPDATE,– Belasan lembaga filantropi dan organisasi keislaman lainnya menggagas Halal Bi Halal Akbar 1437 H di Balai Sudirman Jakarta, Rabu (27/07/2016). Di antaranya Dompet Dhuafa, ICMI, ESQ, Forum Zakat, termasuk Sinergi Foundation ambil bagian dalam suksesnya keberlangsungan acara. Hadir pelbagai tokoh nasional dari beragam profesi. Yaitu BJ Habibie, Amien Rais, Didin Hafidhuddin, Hidayat Nur Wahid,…

Baca selengkapnya

didietoJuly 28, 2016

Uncategorized

Masyarakat Indonesia Kian Peduli Lingkungan

SF-UPDATES,– Dari tahun ke tahun, gerakan penanaman pohon dan penghijauan mulai menunjukan adanya peningkatan. Ini bisa dibuktikan dari beragamnya kegiatan menanam yang digalakkan para pelajar, komunitas, bahkan pihak-pihak swasta.

Hal ini seiring dengan kian terkikisnya hutan Indonesia. Dilansir dari National Geographic, Senin (25/7/2016), sebuah studi membuktikan bahwa di tahun 2000 hingga 2012, Indonesia telah kehilangan lahan hutan primer sebesar 5,02 juta hektar. Lahan besar itu disebut seukuran negara Srilanka.

"Hutan-hutan Indonesia mengandung keanekaragaman hayati flora dan fauna yang tinggi, termasuk 10 persen dari tanaman dunia, 12 persen dari mamalia dunia, 16 persen dari reptil-amfibi dunia, dan 17 persen dari spesies burung dunia," tutur studi yang dimuat dalam jurnal Nature Climate Change itu.

Namun, dengan banyaknya masyarakat yang concern di masalah penghijauan, para ilmuwan menilai kondisi ini akan membaik. Salah satu pegiat lingkungan yang juga sempat menjabat Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan pun pernah berkomentar, "Harus ada rasa kebersamaan dalam gerakan ini, dengan demikian akan timbul budaya menanam. Dengan kondisi seperti ini, mudah-mudahan alam Indonesia bisa kembali pulih dalam 25 hingga 30 tahun mendatang," ujar Zulkifli.

Salah satu pegiat hijau itu ialah Sinergi Foundation, dengan program Green Kurbannya. Satu pohon ditanam, untuk setiap hewan yang dikurbankan. Sebanyak 18.501 pohon telah ditanam di wilayah-wilayah yang diyakini sebagai sentra dakwah, tersebar di pelosok-pelosok negeri.

Salah satunya, di Pondok Pesantren Salafiyah Miftahul Ridwan, Kasomalang Subang. Sejumlah seribu pohon buah disemai di tanah kosong milik pesantren. Kyai Sofyan, sang pengasuh pondok begitu antusias dengan program Green Kurban. Ia tak sekadar menunaikan amanahnya untuk menanamkan seribu pohon tersebut di lahan kosong, melainkan mengedukasi santri akan hikmah menanam pohon tersebut.

Seribu pohon produktif itu ditanam di areal tanah pesantren seluas hampir satu hektar. Sebanyak 670 pohon ditanam di lingkungan pesantren, dan sebagian lagi diberikan kepada pesantren cabang Miftahur Ridwan yang ada di Cijere. Sisanya, dibagikan ke masyarakat setempat, yang kurang lebih ada 25 kepala keluarga.

Direktur Fundraising Sinergi Foundation, Asep Irawan mengatakan, bahwa menanam pohon kini tampak biasa. “Dampaknya, memang tak akan langsung terasa. Butuh waktu cukup, untuk menuai hasilnya. Boleh jadi nanti di era generasi pelanjut cita-cita, pohon itu kelak akan terasa manfaatnya. Maka yakinkan, dengan doa dan sejuta harapan, benih pohon yang sekarang  ditanam, kelak akan menjadi warisan tak terperi bagi semesta, pun anak-cucu kita nanti,” katanya.

Ia menutup, “Kami mengajak seluruh kaum muslimin untuk bergabung bersama ribuan pekurban lainnya dalam program Green Kurban. Dengan demikian, ibadah kurban bukan hanya sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang direfleksikan dengan hewan sembelihan. Namun, juga menyentuh aspek pelestarian lingkungan.” []

Penulis: Aghniya Ilma Hasan

didietoJuly 25, 2016

Uncategorized

Sambut Idhul Adha, Sinergi Foundation Kembali Gulirkan Program Green Kurban

"Bahwa tanpa menanam pohon, ibadah Kurban sudah memiliki keutamaan yang luar biasa. Dengan menambahkan sebuah nilai positif (menanam pohon) yang mengiringi ibadah kita, semoga menjadi bagian dari amal jariyah yang senantiasa mengalirkan kebaikan.."

 

SF-UPDATE,– Menyambut kembali momentum Idhul Adha, Sinergi Foundation kembali akan menggulirkan program tahunan, Green Kurban. Menunaikan kurban sekaligus turut memberikan kontribusi pada pelestarian alam.

Resmi diusung di tahun 2013 lalu, Green Kurban disebut-sebut sebagai gagasan baru di ranah pengelolaan Kurban yang telah dimulai sejak tahun 2002. Total kepedulian yang dihimpun sampai tahun 2015 lalu mencapai 13.730 hewan kurban (setara kambing/domba). Dengan akumulasi penerima manfaat mencapai satu juta lebih warga miskin, terpencil, rawan gizi dan wilayah minus lainnya di negeri ini, mulai Aceh hingga Papua. Bahkan hingga melintas ke negeri Jiran, wilayah minoritas muslim di Pattani (Thailand), dan Kamboja.

Adapun penanaman pohon sejumlah hewan yang terhimpun di tahun 2015 lalu, dilakukan di kawasan Terpadu Firdaus Park, Kabupaten Bandung Barat. Maka, dalam kurun waktu 2013-2015, Green Kurban telah menanam sejumlah 18.501 bibit pohon melalui pola kemitraan, dengan skala prioritas di wilayah pesantren, sebagai sentra dakwah di pelbagai pelosok negeri.

Jelang Idul Adha 1437 H ini, Green Kurban kembali menyapa kita. Bahwa tanpa menanam pohon, ibadah Kurban sudah memiliki keutamaan yang luar biasa. Dengan menambahkan sebuah nilai positif (menanam pohon) yang mengiringi ibadah kita, semoga menjadi bagian dari amal jariyah yang senantiasa mengalirkan kebaikan. (hbs/sf-newsroom)

didietoJuly 22, 2016

1 113 114 115 116 117 135
×
Open chat
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!
Powered by