Ada banyak pendapat tentang boleh atau tidaknya memberi kurban pada non-muslim. Imam Al-Hasan Al-Basri, Al-Imam Abu Hanifah dan Abu Tsaur berpendapat bahwa boleh daging qurban itu diberikan kepada fakir miskin dari kalangan non muslim.
Di momen Idul Adha 1439 H, Green Kurban kembali menyapa. Melalui program tersebut, Sinergi Foundation telah menyalurkan hewan kurban di sejumlah titik pedalaman Indonesia. Terhitung hari ini, Rabu (22/8/2018), Green Kurban telah menyentuh wilayah Papua Barat, NTT, NTB, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, Padang, Jambi, Aceh, Cianjur, Kabupaten Bandung, Garut, Pameumpeuk, dan Sukabumi.
Di tapal batas negeri itu, mereka teranaktirikan. Kehidupan warga Sebatik begitu kompleks. Mereka tinggal di pulau yang terisolir dan terpencil, bahkan terbilang lebih dekat dengan negeri tetangga, Malaysia. Sebab masalah itu, pemerintah tak banyak memasok kebutuhan pokok untuk warga pulau tersebut.
Biasanya kegiatan berkurban hanya dilakukan dengan memotong hewan dan membagikannya kepada masyarakat. Namun di Jawa Barat, sebuah lembaga filantropi menjadikan kurban sebagai usaha menghijaukan bumi. Dengan mengusung tema “Green Kurban”, dari seekor hewan yang dikurbankan, turut ditanam satu buah pohon.
Di momen Idul Adha 1439 H, alhamdulillah Green Kurban telah menyalurkan hewan kurban di sejumlah titik pedalaman Indonesia. Terhitung hari ini, Rabu (22/8/2018), Green Kurban telah menyentuh wilayah Papua Barat, NTT, NTB, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, Padang, Jambi, Aceh, Cianjur, Kabupaten Bandung, Garut, Pameumpeuk, dan Sukabumi.
Yono tak sendiri. Ada puluhan warga Sembalun Bumbung yang rumahnya rata dengan tanah ingin berkurban. Inisiasi para pengungsi untuk berkurban ini dirampunkan di Masjid Darurat Ramah Gempa dusun Jorong. Ustaz Sinardi, salah seorang pengungsi yang juga pengurus masjid – yang sudah hancur – mengatakan bahwa di tengah kesulitan yang menghampiri para pengungsi, mereka berkomitmen untuk tetap berkurban tahun ini.