Berita

Ciptakan Generasi Berkualitas, 3 Ayat Al Quran Ini Jadi Panduan

SF-UPDATES,– Untuk melahirkan generasi emas yang berkualitas, pendidikan dan pembinaan keluarga sangat berpengaruh. Orang tua yang baik, akan melahirkan keturunan yang baik. Pun, dalam Al Quran, diperintahkan agar putra-putri dididik supaya lebih berkualitas dari orang tua. “Sebagaimana disebut An Nisa: 9, ‘Hendaklah orang-orang itu khawatir, jangan sampai melahirkan generasi yang lemah setelah mereka’,” kata KH…

Baca selengkapnya →

didieto26 October 2016

Uncategorized

12 Tahun Berkiprah di Layanan Kesehatan, Ini Sejumlah Apresiasi Para Tokoh untuk RBC

SF-UPDATE,– Kiprah Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) selama 12 tahun dalam bidang kesehatan sudah banyak membantu pelbagai pihak. Di antaranya kaum lemah yang membutuhkan pertolongan saat persalinan.

Tahun 2016 ini, jumlah bayi yang lahir dengan selamat di RBC hampir mencapai di angka 7000. Tak pelak, prestasi ini menuai banyak apresiasi positif dari pelbagai elemen masyarakat.

Sebagaimana yang diungkapkan Ketua Dinas Kesehatan Jawa Barat, Alma Lucyati usai mengisi Talkshow Parenting di Masjid Trans Studio Bandung, Selasa (25/10/2016). “Syukur alhamdulillah, saat ini pemerintah sangat terbantu dengan keberadaan RBC yang telah memberikan kemudahan pelayanan kepada pihak yang membutuhkan,” kata Alma.

“RBC ini tidak hanya membantu proses persalinannya semata, tetapi juga berkembang ke arah pemberdayaan keluarga. Di mana ibu-ibunya dimandirikan secara ekonomi peningkatan gizi keluarga, dan anak-anak dibangun untuk tumbuh kembang lebih baik lagi,” lanjutnya.  

Ditanya soal kerja sama, Alma sangat terbuka dan membuka pintu yang luas kepada RBC bila ingin mengajukan pengajuan dana. Asalkan sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan pemprov.

Selain itu, Alma juga meyinggung soal program lain yang bisa disinergiskan dengan RBC. “Paling yang belum itu bagaimana membangun ke arah anak sekolah, remaja, dan calon pengantin. Kayaknya di sisi situ masih banyak peluang, sekaligus memperkuat keimanan juga,” tandasnya.

Ia berharap RBC selalu mendapatkan kemudahan rezeki, sehingga bisa terus mengembangkan program-program yang menjangkau banyak masyarakat.

Selain Alma, Ketua MUI Bandung KH. Miftah Faridl juga tak lupa mengapresiasi kiprah RBC selama 12 tahun. “Alhamduillah RBC sudah 12 tahun dengan berbagai macam pengalaman, tiap hari terus menorehkan prestasi,” kata Ketua Dewan Pembina Sinergi Foundation ini.

“Saya mengimbau kepada umat untuk senantiasa bahu membahu membangun RBC, karena in syaa Allah ini merupakan amalan yang sangat besar, ketika kita bisa saling membantu. Karena keberadaan RBC ini sangat bermanfaat untuk banyak masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur PT. Indotama Palapa Nusantara Yosep Syarief menegaskan kebermanfaatan dan konsep yang unik dari RBC ini yang membuat pihaknya kepincut dengan program Sinergi Foundation. Sehingga, ia juga ingin memberikan sebentuk kontribusi, agar para donatur SF mendapatkan kemudahan saat memberikan donasi.

"Aplikasi 'Cek Tagihan' ini membantu donatur untuk melakukan transfer secara online, di manapun kapanpun, dan berapa pun," kata Syarif. []

Penulis : Maharevin

didieto26 October 2016

Uncategorized

#SPM-UPDATES Dari Malang, Berakhir Malang

Dua bulan sudah, Hananto Setiawan mengembara ke Kota Kembang, dari tanah kelahirannya di Malang, Jawa Timur. Maksud hati, ingin mendapat pekerjaan lebih baik. Sebab pekerjaan sebagai pedagang keliling di Kota Apel tak mencukupi kebutuhannya dan keluarga. Maka, ditemani seorang kawan, ia nekat malang melintang di kota Bandung.

Di Bandung, nasib Hananto diuji. Ia bekerja menjadi buruh bangunan berdasarkan proyek. Hananto bergembira, upah yang didapatkan sebesar Rp75.000 setiap hari, lebih besar dari penghasilannya dahulu. Namun, biaya hidup yang jauh lebih besar rupanya mengakibatkan ia tak bisa menabung. Tak ada uang yang bisa dikirimkan sebagai nafkah.

Malang tak berhenti di sana. Usai proyek pembangunan pertama selesai, temannya itu hilang tanpa kabar. Tak ada aral melintang, kawan Hananto meninggalkannya sebatang kara di kota orang. Apa boleh buat, ia pun terpaksa mencari pekerjaan seorang diri.

Satu minggu, dua minggu, ia tak kunjung mendapat pekerjaan. Uang semakin menipis, ia bahkan terpaksa menetap di bawah atap Masjid Raya Bandung. Tidur dengan alas keramik dingin yang menggelutuk punggung. Telepon genggam satu-satunya pun, ia jual demi bertahan hidup. Tak ada harta bersisa yang di bawa Hananto.

Lalu, terbesit rasa rindu ingin bertemu dengan anak-istri di ujung pulau Jawa sana. Berbekal nasihat dari sesama jamaah Masjid Raya, ia datang ke kantor Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM). Hendak meminta bantuan transportasi menuju Malang.

Setelah mendengar kisah Hananto, tim SPM segera memberikan biaya perjalanan. Pada jam 15.00 tanggal 26 Oktober 2016, Hananto berangkat menuju kota kelahiran.

Pembaca, mari kita doakan beliau diberikan kelancaran dan kemudahan dalam perjalanan. Sehingga, ia kembali bisa berkumpul dengan keluarga.

Kisah serupa Hananto, masih kerap ditemui. Warga dari seluruh pelosok Indonesia, berbondong-bondong ingin mengais rezeki di kota besar. Alih-alih bisa menafkahi, hidup justru terkatung-katung.
 

Salurkan donasi Anda!

BCA: 008 305 3442

A.n Yayasan Semai Sinergi Umat

#BerbagiBersinergi

didieto26 October 2016

Uncategorized

Kembali Mahasiswa Pemimpin Bangsa Raih Prestasi, Kini Giliran Andri Valerian

SF-UPDATE,– Andri Valerian, penerima Beasiswa Pemimpin Bangsa Angkatan 4 Sinergi Foundation mahasiswa Humas Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran berhasil meraih prestasi di ajang perlombaan Communication in Action (CIA) Universitas Brawijaya. Di mata lomba PR DUP, Andri bersama kedua rekannya berhasil meraih posisi runner up.

CIA adalah sebuah ajang perlombaan mahasiswa komunikasi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya. Cabang lomba yang diikuti oleh Andri dan kedua rekannya, PR Dish Up Plan (PR DUP), mengambil tema Develop Communities with Technologies. Para peserta harus membuat seuah rancangan program CSR berbasis teknologi.

Andri dan kedua rekannya mengambil judul “Masternak sebagai solusi swasembada daging sapi di Indonesia.” MASTERNAK adalah sebuah rancangan a-plikasi yang membantu menyelesaikan masalah supply and demand  daging sapi di Indonesia dan juga meningkatkan literasi para petani daging sapi di Indonesia khususnya di provinsi Jawa Timur.

Prodi Humas Fikom Unpad bisa dibilang Berjaya di kompetisi tersebut karena selain meraih medali juara dua, medali emas pun juga diraih karena peringkat satu di kompetisi tersebut menjadi milik senior Andri di angkatan 2013. []

 

Penulis: Nenon

Editor: Maharevin

didieto25 October 2016

Uncategorized

Rangkaian Milad 12 Tahun Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Dedikasi untuk Ibu dan Generasi

SF-UPDATES,– Bangsa Indonesia masih memiliki PR panjang terkait Angka Kematian Ibu (AKI). Dalam sosialisasi capaian kerja 2 tahun Jokowi-JK, Menkes Nila Djuwita Moeloek menyatakan angka kematian ibu melahirkan mencapai 4.809 orang pada tahun 2015.

Selain itu, angka kematian bayi pun mencapai 22.267 jiwa. Meski menurun dari tahun sebelumnya, masih jauh dari target AKI berdasarkan Millenium Development Goals (MDGs). Angka yang terbilang masih tinggi tersebut menandai banyaknya permasalahan di dalamnya. Dilansir dari laman tempo.co, salah satu penyebab angka AKI tinggi adalah pengetahuan kesehatan masyarakat yang minim (yang berimbas pada terlambatnya penanganan), kurangnya kesadaran gizi seimbang, juga akses kesehatan yang sulit dijangkau.

Untuk itu, Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) – Sinergi Foundation hadir di tengah kita. Terhitung 12 tahun usianya, RBC berkiprah di ranah kesehatan Ibu dan Anak dari kalangan lemah. Ada lebih dari 6 ribu keluarga yang sudah mencecap manfaat atas keberadaan institusi kesehatan di bidang persalinan ini.

Karenanya, di momentum 12 Tahun RBC ini, Sinergi Foundation menggelar Tausiyah dan Talkshow Parenting “Dedikasi untuk Ibu dan Generasi”, di Masjid Trans Studio Bandung, Selasa (25/10/2016). Acara ini adalah satu dari rangkaian kegiatan yang sedianya dihelat hingga puncaknya hari Ibu, Desember 2016 mendatang.

Menurut Direktur RBC, dr. Erni Trisnasari, tema tersebut sengaja diangkat, sebagai prinsip RBC yang berkomitmen mengabdi untuk kalangan lemah, utamanya di sektor kesehatan ibu dan anak. “Maka sejak kelahirannya 11 Oktober 2004 lalu, hingga kini, 12 tahun setelahnya, RBC tak berhenti, terus menebar energi positif, melalui pelayanan non stop 24 Jam bagi Ibu dan Anak dari kalangan lemah. Sepanjang masa itu pula, selama 7 hari sepekan, 24 jam sehari, tak ada cerita berhenti melayani kaum pinggiran. RBC menjadi saksi kelahiran bayi mungil dari keluarga kurang mampu, yang tengah berkutat dengan problem kemiskinan di negeri ini, yang jumlahnya hampir mencapai 7000 jiwa,” ungkap dokter alumnus Universitas Padjadjaran ini.

Belasan tahun berusaha istiqamah dalam bingkai “mengelola dengan profesional, melayani dengan maksimal” tentu bukan tanpa tantangan. Pahit manis melayani mereka yang papa, adalah menu harian. Yang pahit luruh tatkala atas izin Allah, tangan-tangan cekatan para bidan, dokter, dan segenap tim RBC begitu ringan melayani sesamanya, minus pamrih. Cukuplah senyum sang Ibu dan tangis bayi yang mengea kencang saat pertama lahir ke dunia, menjadi momen kebahagiaan bersama yang tak terungkap dengan kata-kata.

Maka 12 Tahun berkiprah, tentu sudah saatnya meniti tangga berikutnya. Tangga yang lebih dari sekadar mengelola dengan profesional, melayani dengan maksimal. Bukan melulu bicara tentang kompetensi. Bahwa profesional adalah sebuah keharusan, tentu tak bisa dielakkan. Tapi bicara karakter, tak sekadar menjangkau wilayah kompetensi.

“Dalam hal ini, karakter bicara tentang pengabdian, komitmen terhadap kemanusiaan. Bahwa tugas melayani adalah sebentuk pengabdian Pada Sang Khalik, yang dimanifestasikan pada hubungan kemanusiaan yang horizontal. Sebuah relasi yang menyetarakan. Dedikasi untuk Ibu dan Generasi,” ungkap dokter Erni.

Sejumlah pembicara kenamaan hadir dalam event kali ini. Di antaranya: ulama kenamaan Jawa Barat, KH Miftah Faridl; ketua PKK Kota Bandung, Ibu Atalia Praratya; praktisi parenting, Rani Razak Noeman; dan praktisi kesehatan yang juga Kepala DInas Kesehatan Jawa Barat, dr. Alma Lucyati. []

didieto24 October 2016

Berita

Senyum Kayla, dan Kesabaran Orang Tua Penderita Down-Syndrome

Gadis mungil itu bernama Kayla, berusia 5 tahun. Sejak lahir, dia sudah mendapatkan kasih sayang Allah dengan mengirimkannya pada dua orang tua yang sangat perhatian dan menyayanginya, yaitu Ade Wahyudi dan Siti Khodijah. Orang tuanya memiliki hati yang sangat besar, bersabar walau harus menerima kenyataan bahwa Kayla divonis down-syndrome. Bayi mungil yang hadir ditengah-tengah keluarga kecil ini…

Baca selengkapnya →

didieto20 October 2016

Berita

Mempererat Kesolidan Tim, Sinergi Foundation Gelar Family Gathering

mempererat-kesolidan-tim-sinergi-foundation-gelar-family-gathering

SF-UPDATES,– Demi mempererat tali silaturahim, Sinergi Foundation (SF) menggelar Family Gathering di Taman Hutan Raya (Tahura) Dago Pakar, Sabtu (15/10/2016). Hampir seluruh karyawan beserta keluarganya ikut serta dalam kegiatan ini. “Selain untuk mempererat tali persaudaraan, ini pun sebagai bentuk capaian positif yang diraih SF selama ini. Juga, bentuk terimakasih atas kiprah teman-teman yang telah bersedia…

Baca selengkapnya →

didieto17 October 2016

Berita

Yuk Ikuti Talkshow Parenting RBC

talkshow-parenting-rbc

SF-UPDATES,– Tak terasa, komitmen Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) mengangkat harkat dan martabat kaum dhuafa telah menjejak usia 12 tahun. Kini, guna menyegarkan derap perjuangan RBC tersebut, Sinergi Foundation menggelar Tausiyah dan Seminar Parenting bertajuk ”Dedikasi untuk Ibu dan Generasi”, yang termasuk dalam rangkaian Milad ke-12 RBC. Acara akan dilaksanakan pada: Hari: Selasa, 25, Oktober 2016…

Baca selengkapnya →

Tagged

didieto11 October 2016

Uncategorized

Banggakan Indonesia, Penerima Manfaat BPB Jadi Wakil di International Conference Soft Soils

SF-UPDATES,– Salah satu penerima manfaat Beasiswa Pemimpin Bangsa (BPB), Riyan Rizki Fauzi membanggakan Indonesia dengan berkontribusi dalam International Conference Soft Soils, 27-29 September 2016 di Jakarta. Acara tersebut merupakan konferensi internasional pada bidang teknik sipil yang membahas tentang permasalahan dan pengembangan ilmu tanah.

Sejumlah pembicara dari berbagai bangsa pun diundang memberikan ceramah dan menyampaikan makalah mengenai problematic soils di setiap negara. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa Teknik Geologi Unpad ini pun mempresentasikan paper berjudul “Behavior of Soil Properties as Weathering Product of Volcanic Material in Jatinangor Area West Java Indonesia”.

“Saya menjelaskan tentang karakteristik fisik tanah hasil lapukan batuan vulkanik di daerah Jatinangor ke hadapan peserta konferensi,” katanya lewat surel email, Selasa (11/10/2016).

“Dalam mengikuti kegiatan ini, hasil yang diharapkan adalah terpublikasinya hasil penelitian dalam jurnal bereputasi international,” tutur Riyan. Sebab, ia memungkas, dewasa ini jurnal dan penelitian dipandang sebagai tolok ukur perkembangan pendidikan di suatu negara. []

 

Reporter: Aghniya Ilma Hasan

didieto11 October 2016

Uncategorized

Klinik Wakaf Ibu dan Anak

SF-UPDATE,– 12 Tahun dedikasinya di ranah kesehatan ibu dan anak kalangan lemah (dhuafa), Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) Sinergi Foundation (SF) kian mendapat tempat di hati masyarakat. Sepanjang waktu itu pula, selama 7 hari sepekan, 24 jam sehari, tak ada cerita libur melayani kaum pinggiran. RBC menjadi saksi kelahiran 6.772 bayi mungil dari keluarga kurang mampu, yang tengah berkutat dengan problem kemiskinan di negeri ini. Angka kelahiran itu jika dibagi 12, dan lalu dibagikan jumlah hari dalam setahun, maka rata-rata lahir 2 bayi saban hari di sana.

Selain persalinan, layanan yang dihelat di RBC antara lain: Pemeriksaan kehamilan, Kesehatan Ibu dan Anak, Imunisasi dan KB. Jika diakumulasikan sejak pendiriannya, maka per November 2015 tak kurang dari 116.477 kasus kesehatan ibu dan anak terlayani di RBC.

Untuk memenuhi layanan itu, dana masyarakat yang wajib dialokasikan untuk operasional RBC mencapai 1,5 – 2 Milyar pertahun. Jumlah ini terus meningkat seiring dengan kenaikan harga komponen-komponen pokok operasional, mengikuti laju inflasi tahunan.

Karenanya, gagasan untuk membuat satu sumber pendanaan ‘abadi’, yang kelak menjadi penopang keberlangsungan pelayanan RBC bagi kaum pinggiran, tentu saja sebuah keharusan, dan memang telah mengemuka sejak lama. Salah satunya wacana pendirian Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) berbasis Wakaf Produktif. Sebuah RSIA yang dikelola secara profesional dan bersifat ‘komersil’, yang membidik masyarakat menengah atas. Kelak, keuntungan atas pengelolaan RSIA tersebut, didedikasikan sebesar-besarnya untuk program-program SF di ranah kesehatan, salah satunya tentu RBC itu sendiri. 

Diskusi di internal SF pun intens dilakukan. Bagaimana agar gagasan ini dibuat secara komprehensif, mulai strategi hingga langkah-langkah taktis untuk menggapainya. Bukankah wacana tanpa karya nyata, seperti halnya tong kosong yang nyaring bunyinya?

Klinik Wakaf Ibu dan Anak pun disepakati menjadi Pilot Project ‘mimpi’ sumber dana abadi. Direncanakan Klinik tersebut akan berdiri di atas tanah seluas 2.500 M2, dengan luas bangunan 2000 M2. Di atas kertas, setidaknya diperlukan dana mencapai Rp 40 Milyar. Jumlah tersebut mencakup pembebasan lahan, pematangan, pendirian bangunan, pengadaan alat kesehatan, hingga operasional, yang ditargetkan rampung pada tahun 2021 mendatang. Amiin.        

Bismillah, sebagai langkah awal, penggalangan dana wakaf produktif lantas dilakukan. Paket nominal Wakaf Rp 5 Juta + 10% Infak (sosialisasi) mulai disampaikan. Target pembebasan lahan dan pembangunan pondasi dicanangkan pada tahun 2017 mendatang. Pra syarat terhimpun 1.000 wakif, dengan akumulasi nominal mencapai Rp 5 Milyar.

Maka  kami mengajak kepada segenap elemen peduli: donatur, mitra strategis, dan masyarakat peduli lainnya, untuk turut serta mendukung terwujudnya aset sosial masyarakat, Klinik Wakaf Ibu dan Anak. Semoga Allah  Ta’ala mencatatnya sebagai Investasi abadi, yang mengalirkan manfaat tak bertepi. Penolong di hari pertanggungjawaban, kelak. Amiin. []

didieto6 October 2016

1 … 366 367 368 369 370 … 392
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!