Uncategorized

Sinergi Foundation Buka Donasi untuk #SaveAleppo

SF-UPDATE,–  Perang, bencana kemanusiaan. Jutaan warga sipil Suriah (termasuk perempuan dan anak-anak) menjadi korban kebiadaban rezim. Mereka tewas, terluka, bahkan mengungsi ke negeri-negeri tetangga, hingga melintas Eropa. Akankah kita berpangku tangan, menyaksikan sesama berguguran, meregang nyawa?

Untuk membantu para korban di sana Sinergi Foundation membuka rekening bagi siapa pun yang ingin berdonasi. Info selanjutnya ; 

 

Transfer Donasi

BCA 008 305 3485

a.n Sinergi Foundation / Yayasan Sinergi Umat

call center: 0851 0004 2009

sms/whatsapp : 081321 200100

 

#berbagiBersinergi #Save Aleppo

didieto4 May 2016

Berita

Sinergi Foundation Berbagi Kebahagiaan Bersama 50 Anak Yatim Binaan

SF-UPDATE,– Sebanyak 50 anak yatim binaan Sinergi Foundation nampak gembira mengikuti acara berbagi kebahagiaan di Rumah Makan Ampera di Jalan Pasteur Bandung,  Ahad, (17/04/2016). Acara yang dimulai sejak pukul 9 pagi itu, diisi dengan tausiyah hikmah bersama Ustaz Taufik dan dilanjutkan dengan beragam permainan kemudian makan berama. Menurut Taufik perwakilan dari SF, konsepnya sengaja dibuat ceria dan…

Baca selengkapnya

didieto21 April 2016

Uncategorized

Curhatan Mahasiswa Pemimpin Bangsa Peraih IPK 4 di Fakultas Teknologi Industri ITB

Indah Dwi Rachmawati, Fakultas Teknologi Industri ITB ; Peraih IPK 4 semester 1

Indah Dwi Rachmawati, Fakultas Teknologi Industri ITB ; Peraih IPK 4 semester 1

 

Hal yang terpenting dan utama, percayalah bahwa Allah tahu dirimu. Allah tahu usahamu. Allah tahu apa yang terbaik untukmu. Sebab, kesuksesan itu bukan karena hasil kerja kerasmu. Sejatinya kerja keras itu membuat Allah tahu kamu layak mendapat kesuksesan…

 

SF-UPDATE,– Bulir bening kebahagiaan ini menetes lembut di kedua sudut mata. Jatuh serupa sisa-sisa hujan di jendela. Atau embun pagi yang tersibak sang fajar di pucuk-pucuk rerumputan. Senyum bahagia pun tersimpul seketika melihat hasil dari apa yang saya perjuangkan selama ini. Memang bukan final, setidaknya ada pijakan awal yang cukup kuat untuk melompat lebih tinggi. Meraih impian.

Selembar kertas itu membuat hari-hariku menjadi cerah. Tentang nilai akademis (IPK) yang genap berangka empat. Di sebuah kampus teknologi bergengsi, Institute Teknologi Bandung. Alhamdulillah ya Rabb.. segala puji selaiknya kuhantarkan pada-Mu saja.

Bila melipat jarak waktu kini dengan kenangan, masih teringat segenap kebahagiaan saat mengetahui bahwa saya diterima di Fakultas Teknologi Industri (FTI). Rasa syukur yang terucap bertubi-tubi, saya hantarkan ke hadirat Illahi Rabbi. Lega rasanya, karena tak perlu mengkhawatirkan ke mana sauh pendidikan selepas SMA ini berlabuh.

Namun demikian, pembaca, mau tak mau ada sejumput kekhawatiran yang mengganjal di hati. Mereka-mereka yang lulus di FTI ini bukanlah orang sembarang. Jangan tanya dengan yang juara umum di sekolahnya masing-masing. Para peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) bahkan yang tingkat dunia berkumpul di sini. Oh My Allah, saya merasa rendah diri karena tidak sehebat itu.

Pembaca, masuk fakultas ini saja sudah sulit, apalagi bertahan di dalamnya. Banyak materi yang sebenarnya pernah kita pelajari saat SMA tetapi kita tidak bisa memakai cara yang sama lagi untuk menyelesaikannya.

Hal lain yang paling terasa perbedaannya antara SMA dan kuliah adalah aktivitasnya. Mahasiswa dituntut untuk aktif mengembangkan soft skill dalam organisasi. Pulang malam sudah menjadi rutinitas sehari-hari bagi saya. Padahal pada saat SMA saya pasti sudah berada di rumah sejak pukul 5 sore. Rasa lelah tentu ada, tapi sayang rasanya bila saya menyia-nyiakan kesempatan untuk aktif berorganisasi.

Seseorang pernah berkata pada saya, “Jika kamu keras pada dirimu, maka dunia akan lembut padamu. Jika kamu lembut pada dirimu, maka dunia akan keras padamu”. Kata-kata itu begitu melekat di pikiran saya. Saya tidak ingin dikalahkan oleh dunia!

Sahabat saya juga pernah berkata, “Be Strong, Keep Smile”. Kata-katanya sederhana, tapi itu yang membuat saya tahu bahwa seberat apa pun semua beban hidup yang tengah dirasa, saya harus tetap kuat.

Selain kuat, saya juga harus tersenyum. Dengan kata lain, menikmati apa yang saya lakukan. Karena buat apa saya melakukan banyak hal akan tetapi saya tidak menikmatinya sama sekali. Akan mudah merasa lelah dan stres jika saya tidak pandai-pandai memberi sugesti diri untuk menikmati apa yang saya kerjakan.

Pernah juga saya ikuti beberapa kajian yang mengajarkan ihwal sukses di usia muda, tentang time management, dan kajian-kajian semacam itu. Membantu memang, tapi dari pengalaman pribadi, saya merasa bahwa manfaat atau impact yang terasa setelah kajian itu tidak lebih dari 30 persen. Bahkan banyak di antara peserta seminar itu tidak mengamalkan apa yang didapat dari kajian tersebut.

Pada akhirnya, bukankah semuanya bergantung pada diri kita sendiri. Sangat penting untuk tahu diri kita, potensi apa yang kita punya, dan cara mana yang terbaik untuk diri kita menggapai apa yang kita inginkan. Tidak mungkin untuk kita memaksakan cara orang lain yang tidak kita sukai pada diri kita. Jika hal ini dilakukan, yang ada kita hanya akan tertekan dan merasa tidak nyaman.

Bagi saya, hal yang penting adalah membuat diri sendiri nyaman. Nyaman di sini berarti saya mengerjakan sesuatu bukan atas dasar paksaan. Bahkan, jikalau terpaksa melakukan sesuatu, saya berusaha agar menikmati apa yang saya lakukan.

Selalu ada hikmah di balik semuanya, selalu ada hal baik yang bisa kita petik, dan saya fokus akan hal itu. Pada saat saya fokus pada hal baik yang akan saya dapatkan, saya akan berusaha mendapatkannya. Kerja keras merupakan poin penting di sini. Saya percaya sepenuhnya bahwa kita bisa mendapatkan apa pun asalkan kita mau mengusahakannya. Sesibuk dan selelah apa pun itu, saya akan tetap merasa nyaman.

Sebenarnya saya ini cenderung pelupa, juga seseorang yang ceroboh dan mudah sekali panik menghadapi sesuatu. Tentu hal ini akan jadi masalah besar jika dibiarkan. Untuk mengatasinya saya berusaha membuat hidup saya terstruktur dan merapikan barang pribadi agar ketika butuh tak dibuat frustasi bila tak dapat menemukannya.

Saya juga berusaha membuat jadwal sehari-hari dan agenda kegiatan yang membuat saya tidak lupa hari ini harus mengerjakan apa. Hal yang teramat sulit di sini adalah membuat diri kita istiqamah.

Sebenarnya manusiawi saat kita merasa malas, namun jangan dibiarkan terlalu lama. Buatlah perjanjian dengan diri kita sendiri, misalnya, “Saya tidak mau melakukan apa pun untuk 10 menit ke depan”. Komitmen dengan janji ini, dan jika masih merasa malas, coba bayangkan apa yang akan terjadi bila kita tidak mengerjakan apa yang harus kita lakukan hari ini. Jika pekerjaan sebanyak ini saja sudah berat, bagaimana jika kita harus melakukan 2 kali lipatnya? Pikirkanlah lagi sebelum menunda.

Tetap fokus pada apa yang kita kerjakan juga penting. Jangan sampai pikiranmu tidak fokus pada saat melakukan sesuatu. Berikan kesungguhanmu pada apa yang kamu kerjakan secara maksimal. Jangan dulu berpikir tentang apa yang akan kita lakukan selanjutnya atau berapa banyak hal lagi yang akan kita kerjakan, cukup kerjakan apa yang sekarang harus dilakukan. Kerjalah secara efektif dan efisien. Efektif dan efisien berarti melakukan cara yang seringan-ringannya untuk hasil yang sebaik-baiknya dan tidak perfeksionis. Berikan yang terbaik pada saat melakukan sesuatu supaya kontribusi kita bisa bermanfat bagi orang lain.

Hal yang terpenting dan utama, percayalah bahwa Allah tahu dirimu. Allah tahu usahamu. Allah tahu apa yang terbaik untukmu. Sebab, kesuksesan itu bukan karena hasil kerja kerasmu. Sejatinya kerja keras itu membuat Allah tahu kamu layak mendapat kesuksesan… []

Indah Dwi Rachmawati

NIM : 16715066

Penerima Beasiswa Pemimpin Bangsa Sinergi Foundation Angkatan 5

Mari Bantu Para Mahasiswa Generasi Penerus Ini dengan Donasi untuk Beasiswa Sinergi Foundation pada tombol di bawah ini… Jadilah bagian dari kesuksesan mereka di masa yang akan datang

 

Donasi Sekarang

didieto16 April 2016

Berita

Gelar Layanan Kesehatan Gratis, Warga: Ingin Jadi Member RBC

gelar-layanan-kesehatan-gratis-warga-ingin-jadi-member-rbc

SF-UPDATE,– Rumah Bersalin Cuma-cuma Sinergi Foundation (RBC-SF) kembali melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, Kamis (07/04/2016). Kali ini warga yang beruntung itu adalah masyarakat Desa Cilampeni Kecamatan Katapang. Hadir dalam silaturahim tersebut, 17 ibu hamil dan 20 Kader Desa Cilampeni.”Alhamdulillah dengan datangnya RBC ke desa kami, kami jadi mengetahui adanya tempat bersalin yang gratis bagi kaum dhuafa,” ungkap…

Baca selengkapnya

didieto8 April 2016

Berita

Maestro Arsitektur Masjid Indonesia Tutup Usia

SF-UPDATE,– Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Maestro arsitektur masjid Indonesia, sekaligus Dewan Pembina Sinergi Foundation, Ir. H. Ahmad Noe’man berpulang ke rahmatullah Senin (4/4/2016), pada pukul 15.45 WIB. Setelah seminggu dirawat di RS Borromeus-Bandung, beliau mengembuskan nafas terakhir di usia ke-91 tahun karena sakit. Ir. H. Ahmad Noe’man lahir di Garut, 10 Oktober 1925. Ayahnya seorang pendiri Muhammadiyah di…

Baca selengkapnya

didieto4 April 2016

Berita

Kajian Taklim RBC Bahas Empat Kedudukan Anak dalam Al Quran

SF-UPDATE,,– Ustazah Fatimah Alvapo menjadi pemateri dalam kajian yang dilaksanakan Majelis Taklim Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC). Di hadapan enam puluh orang member RBC yang hadir, ia menyampaikan empat kedudukan seorang anak dalam Alquran.“Pertama, anak adalah anugerah dari Allah,” kata wanita yang karib dipanggil Ceu Empet ini, di RBC Jalan Holis No. 448A Bandung pada Kamis…

Baca selengkapnya

didieto31 March 2016

Berita

Asyiknya Jadi Member RBC, Cek Kesehatan Cuma-cuma Pulangnya Dapat Baju Gratis

SF-UPDATE,– Ada yang berbeda dari pelayanan yang dilakukan Klinik Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) Katapang – Soreang, Selasa (29/03/2016). Bukan sekadar periksa rutinan, namun Manajemen RBC Katapang juga membagikan pakaian laik pakai dari para donatur. Semua member nampak tersenyum puas, sesekali sambil bercanda satu sama lainnya.  "Alhamdulillah, bisa periksa hamil gratis di RBC, dan dapat baju layak…

Baca selengkapnya

didieto30 March 2016

Uncategorized

Gamapinsa Gelar Trauma Healing Korban Banjir Bandung Selatan

SF-UPDATES,– Sekira 300 anak korban banjir di Kampung Leuwi Bandung, Dayeuhkolot tertawa riang saat mengikuti kegiatan Trauma Healing di Posko Hangat Sinergi Foundation, Ahad (27/3/2016). Acara yang digagas Keluarga Mahasiswa Pemimpin Bangsa (Gamapinsa) SF ini, bertajuk "Jadi Pahlawan untuk Diri Sendiri". Acara ini digelar guna memberikan motivasi kepada masyakarat khususnya anak-anak agar bisa menjadi super hero bagi dirinya sendiri saat terkendala masalah. 

Selain itu, relawan Trauma Healing menyediakan aneka permainan edukatif, yang dianggap bisa membangun kerjasama antar peserta. Kegiatan tersebut ditutup dengan menyusuri sungai Citarum, sambil menanamkan nilai agar anak-anak peduli pada lingkungan sekitar.

Supervisor Program Pendidikan Sinergi Foundation, Nenon Saribanon mengatakan, kegiatan-kegiatan tersebut digagas untuk mengedukasi peserta lebih peka terhadap lingkungan. “Minimalnya, mereka dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta dapat memberikan sikap yang baik saat ada bencana banjir,” kata Nenon.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan sejumlah komunitas. Di antaranya, Dayeuhkolot Bersih, Komunitas 1.000 Guru, dan PMII UIN Bandung, yang menamai diri sebagai Komunitas Relawan Dayeuhkolot. []

 

Reporter: Imas Mashitoh

Editor: Aghniya Ilma H

 

didieto29 March 2016

Uncategorized

Tim Firdaus Memorial Park Jemput Jenazah TKW Yang Meninggal ‘Misterius’ di Malaysia

 

SF-UPDATE,– Relawan Firdaus Memorial Park turut mengurus pemulasaran seorang tenaga kerja wanita yang dikabarkan meninggal di Malaysia, Sabtu (26/03/2016). Jenazah sampai di Bandara Soekarno Hatta – Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB. 

“Jenazah diberangkatkan dari Malaysia sekitar pukul 6 pagi dan tiba di bandara 5 jam kemudian,” kata salah satu relawan, Rifki usai pemulasaran jenazah. 

“Lalu kita berangkat dari bandara pukul 11, sampai di Bandung jam 2. Jenazah dimakamkan di TPU di daerah di Kampung Cangkring Kecamatan Baleendah, karena ada makam keluarga di sana,” lanjutnya.

Perempuan bernama Nenden Sri Indraeni (45 thn) ini hampir sepuluh tahun tidak ada kabar. Kematian warga Kampung Babakanleuwi Bandung ini meninggalkan sejumlah tanda tanya di pihak keluarga. 

Nenden berangkat ke Malaysia melalui perusahaan jasa tenaga kerja PT. Mutiara di Bekasi pada 2006. Ia dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit Malaysia, Ahad (20/3/2016). Keluarga almarhum menerima kabar duka pada Selasa (22/3/2016) pukul 18.30 WIB. 

Dilansir dari Pikiran Rakyat, salah seorang anaknya, Kiki Taryana (24) mengatakan tidak ada kejelasan mengenai sebab kematian ibunya yang hampir 10 tahun bekerja di Malaysia itu. “Katanya lemah jantung kekurangan darah, tetapi katanya diautopsi, simpang siur, agennya tidak menjelaskan dengan detail,” kata Kiki. 

Selama 10 tahun itu, Kiki menceritakan tidak pernah ada komunikasi dan informasi apa pun tentang ibunya. Bahkan, kiriman uang gaji yang kabarnya setiap bulan dikirim almarhumah Nenden tidak pernah ia terima. 

“Bertahun-tahun mencari, tahu-tahu dapat kabar meninggal. Sedih sekali,” tandas Kiki. 
Segala data tentang kematian almarhumah tengah dalam urusan kepolisian setempat. Seperti yang dituturkan Rifki, surat kematian dibawa polisi. Sebab kematian almarhumah ini masih simpang siur. 

“Semua dokumen seperti surat kematian, diagnosa, ada di sebuah amplop coklat, kami tidak berani membuka itu, biar polisi yang menangani,” tandasnya. []

penulis : Nurullah

didieto28 March 2016

1 366 367 368 369 370 381
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!