Berita

Juang Fakhrul untuk Kesembuhan

SF-UPDATES,– Tak ada yang menyangka bahwa suami yang menjadi tumpuan hidup Ai Suryanti (36) akan secepat itu pulang ke rahmatullah. Berat dirasa Ai sepeninggal suaminya, selain berperan menjadi ibu, dia juga diharuskan mencari nafkah layaknya sosok seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab akan biaya sekolah anaknya yang kini duduk di bangku SMP. Berpendidikan rendah, Ai…

Baca selengkapnya

didieto27 February 2018

Uncategorized

Juang Fakhrul untuk Kesembuhan

SF-UPDATES,– Tak ada yang menyangka bahwa suami yang menjadi tumpuan hidup Ai Suryanti (36) akan secepat itu pulang ke rahmatullah. Berat dirasa Ai sepeninggal suaminya, selain berperan menjadi ibu, dia juga diharuskan mencari nafkah layaknya sosok seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab akan biaya sekolah anaknya yang kini duduk di bangku SMP.

Berpendidikan rendah, Ai hanya mampu bekerja sebgai buruh cuci dari rumah ke rumah. Tak sampai setengah tahun, seorang lelaki bersedia menggantikannya mencari rezeki, ialah Ade Permana(44) yang saat itu berstatus duda beranak.

Pada pernikahan keduanya, Ai mengalami keguguran sebanyak 3 kali. Hingga akhirnya di kehamilan ke 4, Ai melakukan istirahat total demi menjaga kandungannya. Ai sempat melakukan USG, namun tidak ada keanehan dengan janinnya.

Ketika proses persalinan tiba, Ai dikaruniai Fakhrul Rizki Walidan dengan keistimewaan berupa bibir sumbing. Menurut dokter yang menanganinya, bibir sumbing yang dialami Fakhrul disebabkan kondisi rahim yang tidak steril setelah keguguran ke 3.

Keistimewaan yang dialami Fakhrul bukanlah alasan untuk tidak bersyukur. Ai menjadi semakin mendekatkan diri kepada Allah. Dalam ikhtiar untuk operasi Fakhrul, disela-sela bekerja sebagai kuli bangunan, Ade mencari informasi untuk pengobatan anaknya. Pun Ade, dalam ikhtiar untuk operasi Fakhrul, disela-sela bekerja sebagai kuli bangunan, ia mencari informasi untuk pengobatan anaknya.

Alhamdulillah, atas izin Allah, Fakhrul bisa melakukan operasi sebanyak dua kali dengan bantuan dari donasi yang disalurkan melalui Sinergi Foundation.

Menggunakan kendaraan umum dari Garut menuju Kota Bandung, Ai dan Ade tempuh untuk pengobatan sang putra tersayang. Selama itu pula kedua orangtuanya senantiasa berusaha untuk menjaga kondisi anak agar tetap fit. Sebabnya jelas, faktor tersebut amat berpengaruh untuk menentukan tindakan operasi. Tak jarang, pasca operasi, kondisi anak menurun dan menyebabkan sakit.

Qadarullah, anak mereka bisa kembali sehat setelah operasi kedua. Sekarang tinggal agenda check up yang harus mereka jalani demi kesembuhan anaknya. Jazakallah, para donatur Sinergi Foundation. []

didieto27 February 2018

Berita

Mengintip Warung Nasi Ampera, Usaha Wakaf yang Dikelola Wakafpro Sinergi Foundation

wakaf rumah makan ampera sinergi foundation

SFUPDATE.ORG–Selama ini, wakaf mungkin hanya dikenal dan diperuntukkan untuk masjid, sekolah hingga sarana ibadah lainnya. Seiring perjalanan waktu, muncul kembali konsep wakaf produktif yang sebenarnya sudah dijalankan sejak zaman Rasulullah. Wakafpro Sinergi Foundation telah mengembangkan beberapa usaha wakaf seperti gedung perkantoran, bisnis feysen, hingga rumah makan Warung Nasi Ampera di Bandung. Adalah Warung Nasi Ampera…

Baca selengkapnya

didieto20 February 2018

Berita

[COMING SOON] LAUNCHING KUTTAB AL FATIH SINERGI FOUNDATION!

the santri, wakaf sumur, air

#JejakWakafUntukPeradaban Kuttab, adalah salah satu pusat pendidikan terbaik di era kejayaan Islam. Tak peduli kasta, rupa, warna, ataupun suku bangsa, setiap insan berhak menikmati pendidikan terbaik. Kuttab, diyakini sebagai konsep pendidikan yang mempunyai sejarah panjang melahirkan orang-orang besar, pemimpin peradaban. Kini, berkolaborasi dengan yayasan Alfatih Pilar Peradaban, kami berikhtiar mengukir kembali kejayaan itu, dengan meluncurkan…

Baca selengkapnya

didieto20 February 2018

Uncategorized

Mengintip Warung Nasi Ampera, Usaha Wakaf yang Dikelola Wakafpro Sinergi Foundation

SFUPDATE.ORG–Selama ini, wakaf mungkin hanya dikenal dan diperuntukkan untuk masjid, sekolah hingga sarana ibadah lainnya. Seiring perjalanan waktu, muncul kembali konsep wakaf produktif yang sebenarnya sudah dijalankan sejak zaman Rasulullah.

Wakafpro Sinergi Foundation telah mengembangkan beberapa usaha wakaf seperti gedung perkantoran, bisnis feysen, hingga rumah makan Warung Nasi Ampera di Bandung.

Adalah Warung Nasi Ampera Pasteur Bandung, yang menjadi salah satu concern Wakafpro Sinergi Foundation yang melalui kiprah fenomenalnya sejak 2009, berikhtiar membumikan paradigma ‘baru’ tentang dunia wakaf.

“Secara fikih, wakaf itu memang harus berkembang. Namun demikian, wakaf produktif masih menjadi barang baru bagi masyarakat. Maka tatkala digulirkan, masih perlu edukasi, bahwa ternyata wakaf dalam bentuk uang itu bisa. Dan wakafnya itu sendiri bisa diproduktifkan dalam pelbagai bidang, salah satunya di bidang bisnis kuliner,” kata deputi CEO Wakafpro Sinergi Foundation, Asep Irawan.

Maka, sejak hampir dua tahun berdirinya aset wakaf ini, tepatnya di awal 2016, Asep menyebut capaian yang diraih sangat positif. Terhitung, setiap bulannya, Warung Nasi Ampera mencapai rata-rata omzet sebesar 500-600 juta rupiah perbulan, atau 20 juta setiap harinya.

Keuntungan dari wakaf produktif ini, katanya, akan disalurkan pada mauquf alaih. Lain hal dengan zakat yang aturan mustahik dan besaran zakatnya jelas, aturan dalam wakaf jauh lebih luwes dan fleksibel. Hanya tentu, katanya, penerima manfaat akan tetap didominasi oleh kaum pinggiran.

“Hasil usaha wakaf digunakan untuk membiayai program sosial seperti layanan kesehatan ibu gratis di Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), Taman Wakaf Firdaus Memorial Park, hingga program pendidikan seperti Kuttab Al Fatih gratis di Cileunyi,” pungkasnya.

Asep menegaskan, Wakafpro Sinergi Foundation tak berhenti sampai di sana. Ikhtiar menuntaskan agenda-agenda umat itu semakin teguh digiatkan. Sinergi Foundation siap kembali menggelontorkan inovasi-inovasi wakaf, demi kemaslahatan yang lebih luas. Sejumlah rancangan program wakaf sedang disiapkan. 

didieto20 February 2018

Berita

Mengenal Para Dhuafa di Sudut Ciwangi

Mari berkenalan dengan salah seorang yang dapat menggetarkan hati dan membuat siapapun yang melihat merasa iba dengan keadaan yang dia alami. Ketika tim Lumbung Desa dari Sinergi Foundation sedang melakukan observasi wilayah di Kp. Bojong Ds. Ciwangi Kec. Limbangan Garut, kami terhenti sejenak di sebuah rumah yang sangat sederhana. Rumah itu terbuat dari anyaman bambu dan…

Baca selengkapnya

didieto19 February 2018

Uncategorized

Mengenal Para Dhuafa di Sudut Ciwangi

Mari berkenalan dengan salah seorang yang dapat menggetarkan hati dan membuat siapapun yang melihat merasa iba dengan keadaan yang dia alami. Ketika tim Lumbung Desa dari Sinergi Foundation sedang melakukan observasi wilayah di Kp. Bojong Ds. Ciwangi Kec. Limbangan Garut, kami terhenti sejenak di sebuah rumah yang sangat sederhana. Rumah itu terbuat dari anyaman bambu dan hanya muat untuk tidur saja. Terlihat sosok yang orang tua yang rapuh dan kami perlahan-lahan mendekat dan ketika mendekat, kami dikejutkan dengan kondisi kaki beliau yang dapat dikatakan sudah mulai tidak bisa berjalan, dan betul saja ketika dia berjalan harus dibantu dengan tongkat. 

Kami pun tertarik untuk berbicara lebih lanjut dengan kakek paruh baya tersebut. Dengan nada yang sedih dia menjelaskan asal-usulnya kepada kami. Diketahui namanya adalah Entis, sekarang berusia 64 tahun yang hidup sebatang kara karena ditinggal mati istrinya 3 tahun lalu, terlebih dia tidak memiliki sanak saudara, dan yang memprihatinkan untuk sekedar makan dia hanya mengandalkan bantuan dari warga sekitar. Diketahui Entis adalah orang Cicendo Bandung, namun ketika dia menikah, dia memutuskan pindah ke Garut ikut dengan istrinya. Sanak saudara yang diapunya di Cicendo Bandung diketahui berada di luar pulau Jawa, karena memang asal-usul keluarganya memang perantau.

Diharapkan nantinya dengan adanya pendampingan Lumbung Desa (LD) terhadap poktan yang ada dapat membantu kaum Dhuafa seperti Entis untuk meringankan beban hidupnya. Sebab melalui Lumbung Desa, produktivitas setiap warganya diharuskan meningkat, sehingga kesejahteraan turut melejit pula. Pun, melatih warga setempat untuk jadi penggerak desa dalam pengolahan pertanian yang baik dan benar, sekaligus pengelolaan pasca panennya, dan membantu fakis miskin di desa tersebut yang sejogjanya menjadi tanggung jawab warga desa.

Lumbung desa merupakan program ketahanan pangan dalam bentuk gerakan pembentukan usaha produktif yang berbasis kepada potensi lokal pedesaan, seperti: sawah, kebun, ternak maupun home industry. Upaya ini diwujudkan melalui proses peningkatan produksi. Inti Lumbung Desa adalah mengembalikan desa kepada khitahnya: Desa sebagai sumber pangan Indonesia.Mengangkat harkat dan martabat desa, khususnya para petani.  Dampak luasnya, menciptakan kedaulatan pangan di negeri tercinta.

*Ditulis oleh pendamping Lumbung Desa Ciwangi, Rahmi Indriani dan Gagan Setiawan.

didieto19 February 2018

Berita

Ongkos untuk Zauhari Pulang ke Medan…

wakaf khairi, kebaikan, wakaf, jenis wakaf, pengertian wakaf khairi, contoh wakaf khairi

SF-UPDATES,– Sontak Zauhari (71) bergegas ke Bandung begitu mendengar kabar buruk yang menimpa anak keduanya yang mengadu nasib sebagai sopir angkot. Semenjak ditinggalkan sang istri yang terlebih dulu ke haribaan sang Khalik, seluruh ketiga anaknya yang sudah dewasa mencari nafkah di tanah Pasundan. Hanya dia sendiri yang tinggal di Medan, mengelola warung kecil. Dengan menggunakan…

Baca selengkapnya

didieto15 February 2018

Berita

Tabungan Pernikahan, Haruskah Dizakati?

zakat, utang, nishab

Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh. Perkenankan saya bertanya. Kalau seorang pemuda menyimpan sisa pendapatannya untuk menikah pada masa akan datang, dan tabungan tersebut telah mencapai nisab, apakah harta tersebut wajib dikeluarkan zakatnya? Jawab: Wa’alaikumsalam wa rahmatullah wa barakatuh, Zakat wajib dikeluarkan dari harta yang ditabung untuk persiapan menikah pada masa akan datang, setiap tahun jika…

Baca selengkapnya

didieto15 February 2018

Inspirasi

Lumbung Desa Cigalontang Hasilkan Panen Padi Sehat Pertama

petani wanita, petani, pertanian, lumbung desa, sinergi zakat, sinergi foundation

SF-UPDATES,– Kelompok tani lumbung desa binaan Sinergi Foundation di Kampung Cibaeud Desa Lengkongjaya Kecamatan Cigalontang Tasikmalaya mencatat panen hasil percobaan budidaya padi sehat mencapai 9 kwintal. Sistem pertanian sehat ini diujicobakan untuk lahan seluas 250 tumbak. Lumbung Desa (LD) Cigalontang sendiri sengaja membudidayakan padi sehat, tanpa urea maupun pestisida. Menurut Eggie Ginanjar, koordinator Lumbung Desa,…

Baca selengkapnya

didieto14 February 2018

1 329 330 331 332 333 381
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!