adab, adzab, murka Allah, inspirasi, hikmah

Dua Adab yang Menjauhkan Azab

Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. ” (QS. Al Furqan: 65-66)

Bagi kita yang ingin menjadi kekasih Allah, terhadap larangan itu kita langsung menjauhinya.

Allah memberitahukan kepada kita bahwa ada makanan halal dan ada yang haram. Ada yang diperbolehkan untuk dimakan serta ada yang dilarang.

Memasukkan makanan atau minuman yang baik ke dalam tubuh kita, adalah adab yang ditekankan dalam Islam. Tentu kita boleh bertanya, mengapa keduanya diciptakan oleh Allah? Sedangkan yang satu adalah hal yang baik dan satu yang lain adalah hal yang buruk.

Dahulu selalu dikatakan bahwa makan yang haram adalah berbahaya sedangkan makanan yang halal tidak mengandung bahaya. Sesederhana itulah pemahaman pada awalnya.

Larangan mengkonsumsi makanan/minuman yang haram dan anjuran konsumsi makanan/minuman yang halal, sesungguhnya pada awalnya adalah sebagai ujian.

Hidup di dunia hanya sebentar dan Allah ingin menguji siapa yang amalnya paling baik.

Alladzii khalaqal mauta wal hayya liyabluwaqul ayyukum ahsanu ‘amalaa wahuwal aziizul ghafuur.(QS. Al Mulk)

Jadi sebelum kita mengetahui hikmah mengapa suatu makanan dan minuman itu haram pada dasarnya hanyalah sebuah ujian dari Allah.

Boleh jadi mungkin ada cara untk menghilangkan mudharat yang ada pada makanan yang disebut haram.

Namun demikian, bagi kita yang ingin menjadi kekasih Allah, terhadap larangan itu kita langsung menjauhinya. Jumlah yang halal jauh lebih berlimpah ketimbang yang haram. Karena banyaknya, kita lebih sulit menyebutkan makanan yang halal daripada yang haram.

Dan tentu saja dalam Islam tidak sekedar mengedepankan kehalalan, melainkan juga harus thayyib (baik).

Adab mengkonsumsi makanan/minuman halal dan thayyib ini menjadi salah satu kunci terkabulnya doa-doa yang kita panjatkan. Bagaimana Allah akan mengabulkan doa-doa kita selagi kita masih memasukkan asupan yang haram ke dalam badan kita. Kiranya menjadi sebuah renungan mendalam tatkala kita belum mendapatkan berbagai keinginan kita lewat doa-doa.

Adab kedua, yang sederhana tetapi juga bisa menentukan kualitas hidup kita sebagai muslim adalah adab kepada hewan.

Rasulullah Saw adalah pribadi yang lembut dan santun. Oleh karenanya Allah Swt memuji kelembutan dan kesantuan beliau. Ajaran yang sampai kepada kita adalah, kepada siapa kita berlaku lembut dan santun? Apakah hanya kepada sesama manusia? Tentu saja tidak.

Manusia ditugaskan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Ketika kita menjalankan tugas rahmatan lil ‘aalamiin, kita membawa tugas dan fungsi-fungsi ilahiyah. Jikalau Allah Maha Lembut, Allah Maha Penyantun, maka kita juga diajari berlaku lembut dan santun, bahkan kepada hewan atau binatang.

Seorang perempuan dikisahkan masuk neraka karena dia mengurung serta menyiksa seekor kucing sehingga sang kucing tidak bisa mendapatkan makanan hingga ia mati kelaparan.

Suatu ketika pula, Rasulullah Saw melarang orang-orang menjadikan hewan sebagai sasaran berlatih memanah. Pada saat yang lain Rasul juga melarang hewan yang akan disembelih diperlakukan dengan kasar.

Islam mengajarkan kesantunan bahkan kepada hewan yang akan dikurbankan.

Begitu luas ajaran Islam melingkupi segala sendi kehidupan. Bahkan Rasulullah mengajarkan untuk berbuat santun kepada kucing. Rasul memberi nama unta yang sangat berjasa. Kuswa adalah unta yang sangat berharga dengan insting luar biasa yang dijadikan sebagai kendaraan ketika hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Dalam kisah yang lain, seorang pelacur bahkan dapat diganjar surga karena mengutamakan memberi minum anjing yang kehausan.

Nilai-nilai kebaikan di atas adalah contoh kecil ajaran yang berdampak luar biasa. Dampaknya bahkan sampai kepada sisi ritual tertinggi. Dampaknya sampai kepada keputusan ridlo atau tidaknya Allah kepada kita, kepada doa-doa kita, kepada pahala kita.

Semoga kita selalu diberi kekuatan mencermati hal-hal kecil untuk menghindarkan kita dari azab.Wallaahu a’lam bishshawaab.

Ditulis oleh pembina rubrik Inspiring Quran di Tabloid Alhikmah, Ustadz Budi Prayitno.

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Silahkan Tinggalkan Pesan anda di sini dan kami akan segera merespon pesan anda segera.