Lembaga Wakaf, Zakat, Infaq, Sedekah

Berita

SinergiForSolidarity #SaveMuslimRohingya

Video Penyaluran Bantuan Kemanusiaan Sinergi Foundation Untuk Muslim Rohingya di Aceh

Terusir dari tanah lahirnya, terapung terkatung-katung di tengah lautan, hingga nyaris tenggelam terdera gelombang lautan. Saudara kita, muslim Rohingya, sebagian di antaranya kini terdampar di Pantai Aceh. Tua, muda, lelaki, wanita, tak punya tempat tinggal, apatah lagi mata pencaharian.

Hasil assessement tim SinergiForSolidarity #SaveMuslimRohingya, di tempat pengungsian di Pelabuhan Kuala Langsa, Aceh: Total pengungsi berjumlah 667 jiwa.Terdiri dari: Rohingya 256 jiwa (117 jiwa laki-laki, 76 jiwa Perempuan, 63 jiwa anak-anak ).
Selebihnya 421 pengungsi berkewarganegaraan Bangladesh.

Sampai kemarin (17/5/2015) penangganan pengungsi di Kuala Langsa belum memadai. Pengungsi masih kekurangan makanan, pakaian, selimut dan MCK.

Ayo ulurkan tangan, SinergiForSolidarity #SaveMuslimRohingya

Donasi dapat disalurkan ke Rekening SINERGI FOUNDATION :
Bank Mandiri 130.000.4040435
Bank Mandiri Syariah 700.546.3108

Wassalamua’laikum Wr. Wb.

Informasi dan Layanan Donasi :

Phone : 022 – 6032281/022 – 6120130
Call Center : 0851 0004 2009
WA/SMS Center : 081 321 200 100
Website : http://www.sinergifoundation.org
Email : info@sinergifoundation.org
Twitter : @sinergiID

didietoMay 20, 2015

Berita

Solidaritas #FromBandungtoNepal Telah Ditunaikan: PEMULIHAN NEPAL MEMERLUKAN DUKUNGAN LEBIH LANJUT

M. Rizki Utama, seorang dari tim Solidaritas #FromBandungtoNepal. Berangkat Rabu (29/5/2015) membawa misi #SinergiForSolidarity dari Kota Bandung sebagai Ibu Kota Asia Afrika. Misi #SinergiForSolidarity diinisiasi oleh Bandung Cleanaction yang tergabung dalam Relawan KAA dan kerja sama dalam misi ini dengan Sinergi Foundation. Fokus tugas:  menyampaikan solidaritas dari warga Kota Bandung yang merupakan bagian dari dukungan…

Baca selengkapnya

didietoMay 12, 2015

Berita

(Laporan Ekslusif) Gempa Nepal, Setelah Satu Minggu [Part 1]

Oleh  Muhammad Rizki Utama * Sudah satu pekan gempa berlalu, dan sang Ibu dan nenek tak sendiri. Masih banyak, ribuan orang yang bernasib serupa, tinggal dalam tempat yang begitu sederhana, atau bisa dibilang ‘memprihatinkan’. Namun, kedatangan para kawan-kawan dari Indonesia, membuat wajah mereka berseri. Nepal. Terik masih menggantung dengan sangat garang, memanaskan setiap jengkal bumi…

Baca selengkapnya

didietoMay 6, 2015

Berita

(Laporan Eksklusif) Gempa Nepal, Setelah Satu Minggu [Part 2, Tamat]

Baca Juga Sebelumnya Laporan Eksklusif Gempa Nepal, Setelah Satu Minggu, [Part 1]

Oleh  Muhammad Rizki Utama *

ia mempertemukan dengan para korban, yang mengingatkan akan perlunya terus bersyukur, dan juga terus beramal, menyisakan ruang-ruang kemanusiaan, mengulurkan tangan, bahwa suatu saat masih ada harapan. Seminggu setelah Gempa, Nepal tak lagi sendiri

Dan memang sudah nampak, di kawasan padat dan wisata itu, beberapa toko sudah mulai berbenah dan mulai beraktivitas lagi, semenjak hari ke 4, setelah gempa hingga hari 7 semakin banyak toko yang buka. Kedai-kedai makanan mulai kembali melayani, walau hanya segelintir di antara toko-toko yang tutup.

Di antara gedung-gedung 4-5 lantai, di antara semerawut kabel, di antara toko-toko batu dan hiasan antik, di antara bata-bata tua, orang-orang sudah mulai kembali berjalan kaki, dengan masker menghiasi wajahnya. Anjing-anjing mulai berkeliaran. Burung gagak berseliweran ke sana kemari.

Traktor mulai membersihkan sebagian ruas jalan yang hancur. Di jalan-jalan besar, toko masih belum membuka pintunya. Suasana sangat sunyi, di dalam bangunan-bangunan. “Kami trauma, takut ada di dalam bangunan,” kata seorang warga Tamel, Katmandu. Karenanya, sepekan pasca gempa, jalanan Nepal mulai ramai, dengan taksi, motor, mobil.

Paras-paras nonnepal berkumpul di sini: Cina, Eropa, Jepang, Melayu, dan sebagainya. Masjid Jami Nepal menjadi pusat koordinasi umat Islam Katmandu membantu korban gempa di seluruh dunia. Ratusan orang nampak berkumpul di sana, puluhan NGO berada di sana.

dr. Anshari, Koordinator lapangan NGO Islamicshang Nepal, masih sangat sibuk monda-mandir, mencatat, menerima bantuan, menyalurkan bantuan hingga pelosok-pelosok. Berton-ton bahan bantuan lalu lalang keluar masuk masjid. Mulai dari makanan, popok bayi, tenda, obat, semua ada di sana.

Walau hanya minoritas di Nepal, namun muslim nepal nampak serius mengumpulkan bantuan kemanusiaan dan menyebarkannya. Setiap hari, Masjid sangat sibuk, super sibuk. Beragam NGO dan pihak berwenang Indonesia pun berkunjung ke sini, sekaligus untuk silaturahim, sebagai negara muslim terbesar di dunia. RZ, Dompet Dhuafa, Sinergi Foundation dari Indonesia nampak terlibat dalam koordinasi aksi kemanusiaan bersama dr. Anshari.

Ketika berkesempatan mengikuti penyaluran bantuan di wilayah Naikap, maka ratusan warga berbondong-bondong berdatangan. Di bawah tenda besar, mereka dengan semangat mengantre. Dapur umum segera dibuat, dan ratusan warga Naikap berkumpul, bersantap bersama, dan pulang mendapat bantuan makanan yang diharap mencukupi untuk sementara.

Seminggu setelah gempa, polisi Nepal mulai berangsur mengambil alih evakuasi, hingga mulai menata kembali kehidupan. Seminggu, daerah perkotaan mulai berdenyut, walau rasa trauma mash menghinggapi. Karenanya, mulai ramai juga bantuan program trauma healing untuk anak-anak.

Maka, di salah satu pengungsian di Bhaktapur, SaveTheChildren, lembaga yang menaungi anak pasca bencana, membuat posko. Terlihat, senyum berkembang dari bibir para anak yang masih asik bermain: melempar bola, meloncat-loncat, hingga bermain bersama.

Sepekan setelah gempa, kehidupan beberapa kota mulai berdenyut, walau diakui para pengusaha hotel kunjungan wisata mereka turun drastis anjlok. Beberaoa hotel pun akhirnya memilih tutup, karena tak adanya wisatawan yang datang, mereka menunda jadwal wisata mereka.

Namun, masih sangat banyak wilayah yang masih belum terjamah, wilayah pedalaman-pedalaman yang aksesnya terputus. Salah satu relawan ACT dari Indonesia, Wahyu mengatakan bahwa wilayah Gorkha hanya bisa ditempuh oleh jalan kaki selama 3-4 jam setelah menaiki kendaraan.

Di sana, dibutuhkan bantuan obat-obatan katanya. Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) yang diwakili dr. Aris dan dr. Rudi pun mengatakan akan mengunjungi wilayah-wilayah yang masih membutuhkan bantuan medis mendesak. Gempa Nepal, mempertemukan para relawan yang sebelumnya belum pernah bersua.

Terlebih, ia mempertemukan dengan para korban, yang mengingatkan akan perlunya terus bersyukur, dan juga terus beramal, menyisakan ruang-ruang kemanusiaan, mengulurkan tangan, bahwa suatu saat masih ada harapan. Seminggu setelah Gempa, Nepal tak lagi sendiri.

(penulis adalah relawan Sinergi for Solidarity #FromBandungtoNepal, jurnalis Tabloid Alhikmah – Sinergi Foundation)

didietoMay 6, 2015

Berita

1,4 Juta Korban Gempa Bumi di Nepal Masih Butuh Uluran Tangan

Seminggu pasca gempa di Nepal, 1.4 juta korban masih membutuhkan uluran tangan. Kendati pemerintah Nepal dan 13 negara lainnya telah mengerahkan bantuannya, menurut data yang dikeluarkan Forum Community Managed Disaster Risk Reduction (Forum CMDRR), hal tersebut rupanya masih belum mencukupi untuk para korban. Selain bantuan makanan dan finansial, korban-korban terluka membutuhkan donor darah dan tenaga…

Baca selengkapnya

didietoMay 6, 2015

Berita

Relawan KAA Donasikan 60 Juta untuk Korban Gempa Bumi di Nepal

Relawan Konferensi Asia Afrika (KAA) mendonasikan dana kemanusiaan  Rp. 60.000.000 (enam puluh juta rupiah) kepada Sinergi Foundation untuk korban gempa di Nepal. Di hadapan puluhan ribu warga Bandung yang memadati Festival of  Nations Asia Africa, gelaran puncak KAA di Bandung, Mike,  Koordinator relawan KAA mengajak warga Bandung untuk turut serta membantu korban gempa Nepal. “Terima…

Baca selengkapnya

didietoApril 27, 2015

Berita

Gempa Nepal, Negara-negara Muslim Langsung Kirim Bantuan

Gempa bumi berkekuatan 7.9 skala richter menimpa Nepal, Sabtu (25/04/2015) lalu. Seketika, sejumlah negara muslim bergegas mengulurkan bantuan kemanusiaannya pada negeri yang bertetangga dengan India tersebut. Negara yang sigap membantu bencana di Nepal itu adalah Pakistan. Negeri tersebut, melalui Pakistan Air Force (PAF), mengirimkan empat pesawat C-130-nya yang membawa  sejumlah dokter, tim pencari, dam tim penyelamat. Tak hanya itu,…

Baca selengkapnya

didietoApril 27, 2015

Berita

Ibu Atalia Praratya Kamil Semarakkan 10 Tahun Rumah Bersalin Cuma-Cuma(RBC)-Sinergi Foundation

10 Tahun lalu, 11 Oktober 2004, RBC belum apa-apa. Ia hanya sebuah ikhtiar kecil dari mimpi besar para pegiat dakwah sosial di Sinergi Foundation. Belum ada lahan permanen waktu itu. Hanya sebuah rumah tinggal biasa di Jl. Holis 127, Bandung, yang dikontrak khusus agar para ibu dari kalangan lemah segera mendapat fasilitas persalinan selayak sesamanya….

Baca selengkapnya

didietoApril 8, 2015

Berita

Firdaus Memorial Park Oleh Erie Sudewo

firdaus memorial park, pemakaman muslim

Abu Bakar ra bertanya: “Hai Aisyah, dengan apa Nabi SAW dikafankan?” Aisyah ra menjawab: “Dengan tiga helai kain, Ayah”. “Siapkan aku satu pakaian saja. Lalu tambah yang sudah terpakai. Dan tambah lagi yang sudah terpakai”, kata Abu Bakar ra di akhir hayat. Aisya terperajat: “Kenapa harus yang bekas?” Abu Bakar ra jelaskan: “Kebutuhan orang hidup…

Baca selengkapnya

didietoApril 8, 2015

Berita

Transformasi Dompet Dhuafa Jawa Barat Menjadi Sinergi Foundation

Kepada Yth. Bpk/Ibu Donatur dan Segenap Insan Peduli Assalamua’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Teriring salam dan do’a mudah-mudahan  Bpk/Ibu Donatur dan segenap insan peduli Senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Sang Teladan Nabi Muhammad SAW. Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Sebagaimana tantangan zaman yang menuntut solusi mendasar dan berkesinambungan, pemecah pelbagai problem sosial-…

Baca selengkapnya

didietoApril 2, 2015

1 152 153 154 155 156 160
×
Open chat
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!