zakat mal, sinergi zakat, harta, zakat harta, zakat,, zakat, ramadhan, bayar zakat, sinergi zakat, zakat, kewajiban zakat, sinergi zakat, harta, nishab, haul, zakat, ekonomi, harta, Islam, Rasulullah, zakat, nishab, muzakki, mustahik, zakat mal, zakat profesi, zakat, mudahkan urusan, muzakki, mustahik, dhuafa, zakat mal, zakat, muzakki, mustahik, berkah, zakat, dhuafa, muzakki, harta. zakat mal, zakat, sedekah, ZIS, wakaf, zakat profesi, zakat penghasilan, zakat, sedekah, infak

Apa Itu Nishab Zakat?

Seringkali masih ada pertanyaan, berapa minimal besaran harta yang harus dipunyai untuk berzakat? Berapa besaran zakatnya?

Dalam Islam, ada istilah Nishab. Nishab adalah batas minimal pendapatan wajib zakat. Jika kurang dari nominal tersebut, tidak wajib zakat. Angka ini ditetapkan dalam Islam agar kewajiban ini dibebankan kepada hartawan dan angka tersebut adalah standar minimal untuk seorang hartawan.

Ada perbedaan pendapat di antara para ulama terkait nishab. Pertama, nisab zakat profesi adalah sebesar 85 gram emas (kira-kira senilai Rp 46,75 juta per tahun jika harga emas per gram nya Rp 550 ribu) dengan tarif sebesar 2,5 persen dikeluarkan setiap tahun atau pada saat pendapatannya mencapai nisab.

Hal ini sebagaimana fatwa MUI yang menyebutkan “Semua bentuk penghasilan halal wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nisab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram. Zakat penghasilan dapat dikeluarkan pada saat menerima jika sudah cukup nisab. Jika tidak mencapai nisab, semua penghasilan dikumpulkan selama satu tahun, kemudian zakat dikeluarkan jika peng hasilan bersihnya sudah cukup nisab. Kadar zakat penghasilan adalah 2,5 persen.” (Fatwa MUI Nomor 3 Ta hun 2003 tentang Zakat Penghasilan).

Sementara itu, beberapa ulama kontemporer berpendapat bahwa nisab dan waktu mengeluarkan zakat profesi dianalogikan dengan zakat pertanian, yaitu dikeluarkan setiap bulan jika mencapai jumlah lima wasaq atau senilai 653 kg beras. Sedangkan, kadar zakat dianalogikan dengan zakat emas dan perak, yaitu 2,5 persen. Dengan analogi tersebut, nisab zakat profesi adalah senilai 653 kg beras dan dikeluarkan setiap bulan (saat mendapatkan penghasilan) sebesar 2,5 persen.

Zakat profesi dianalogikan dengan zakat pertanian karena ada kemiripan (syabah). Kemiripian itu karena baik petani maupun tenaga profesional mengeluarkan zakatnya setiap kali panen atau mendapatkan upah.

Berdasarkan hal ini, seseorang yang telah mencapai nishab, diperkenankan mengikuti salah satu dari dua pendapat di atas. Wallahu a’lam. (Disarikan dari artikel anggota DSN MUI, DR Oni Sahroni MA)

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

Assalamu'alaikum! Silakan tinggalkan pesan Anda, Sinergi Consultant kami siap untuk membantu.
Powered by