zakat, tabungan, zakat, iman, zakat, zakat perusahaan, berkah, zakat. zakat profesi, zakat mal, sinergi zakat, harta, zakat harta, zakat,, zakat, ramadhan, bayar zakat, sinergi zakat, zakat, kewajiban zakat, sinergi zakat, harta, nishab, haul, zakat, ekonomi, harta, Islam, Rasulullah, zakat, nishab, muzakki, mustahik, zakat mal, zakat profesi, zakat, mudahkan urusan, muzakki, mustahik, dhuafa, zakat mal, zakat, muzakki, mustahik, berkah, zakat, dhuafa, muzakki, harta. zakat mal, zakat, sedekah, ZIS, wakaf, zakat profesi, zakat penghasilan, zakat, sedekah, infak

Zakat Mal, dan Cara Menghitungnya

Menurut pakar fikih, Ustadz Ahmad Sarwat, Lc, MA., sebenarnya semua zakat itu adalah zakat mal. Mengapa? sebab makna kata mal tidak lain adalah harta.

“Dan yang namanya zakat adalah mengeluarkan sebagian dari harta. Zakat atas kepemilikan hewan ternak, hasil tanaman, kepemilikan emas dan perak, zakat atas penimbunan barang dagangan, zakat rikaz dan ma’adin, semuanya adalah zakat atas harta yang dimiliki,” katanya.

Ia menuturkan, ada beberapa syarat atau kriteria harta yang wajib dikeluarkan zakatnya:

Pertama : Dimiliki Secara Mutlak atau Sempurna

Yang dimaksud dengan harta yang dimiliki secara mutlak adalah harta yang 100% di bawah penguasaan seseorang. Sedangkan harta yang hilang atau atau dibawa kabur oleh peminjam tanpa kabar yang pasti, tidak wajib dizakati. Harta bersama milik orang banyak juga tidak termasuk yang wajib dizakati, termasuk harta milik negara atau harta waqaf.

Kedua : Harta Produktif

Kalau tanah dibiarkan tidak produktif, maka tidak ada kewajiban zakat atasnya. Demikian juga dengan rumah, kendaraan dan apapun yang tidak memberikan pemasukan, maka tidak ada kewajiban zakat atasnya.

Ketiga : Melebihi Nishab

Harta yang jumlahnya sedikit tentu tidak ada kewajiban zakatnya. Hanya harta tertentu yang nilainya telah melebihi nishab saja yang wajib dikeluarkan zakatnya.

Keempat : Masa Kepemilikikan Melewati Haul

Prinsipnya, harta yang dimiliki itu tidak wajib dibayarkan zakatnya kecuali setelah ada masa kepemilikan selama satu tahu (haul). Namun memang ada jenis harta tertentu yang langsung dibayarkan saat menerimanya, misalnya zakat hasil pertanian.

Kelima : Sudah Melebihi Kebutuhan Dasar

Ketia seseorang sudah punya harta yang melebihi nishab dan melewati haul, seharusnya dia wajib keluarkan zakatnya. Tetapi manakala dia masih punya kebutuhan dasar yang membuatnya lebih memerlukan harta itu dari pada mengeluarkan zakatnya, maka zakatnya tidak wajib dan memenuhi kebutuhan dasar itulah yang justru wajib.

Keenam : Selamat Dari Hutang

Sebagian ulama menambahkan lagi satu syarat, yaitu orang yang berzakat harus sudah bebas dari kewajiban membayar hutang terlebih dahulu. Namun hutang yang dimaksud adalah hutang yang terkait dengan kebutuhan paling mendasar dalam hidupnya.

Cara Menghitung Zakat Mal

Berikut cara menghitung zakat maal:

2,5% x Jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun

Contoh kasus:

Ahmad selama 1 tahun penuh memiliki harta yang tersimpan (emas/perak/uang) senilai Rp150.000.000,-.

Jika harga emas saat ini Rp600.000,-/gram, maka nishab zakat senilai Rp51.000.000 (seharga nishab 85 gram emas). Sehingga Ahmad sudah wajib zakat.

Zakat maal yang perlu Ahmad tunaikan sebesar 2,5% x Rp150.000.000,- = Rp3.750.000,-.

*dari berbagai sumber

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

Assalamu'alaikum! Silakan tinggalkan pesan Anda, Sinergi Consultant kami siap untuk membantu.
Powered by