ramadhan, al quran, ramadhan, sahabat, rasulullah, kisah inspirasi, ulama, hikmah,

Interaksi dengan Al Quran Sepanjang Ramadhan

Bulan ramadhan di depan mata. Umat islam di seluruh penjuru dunia melaksanakn ibadah wajib, shaum ramadhan. Untuk mempersiapkan diri menyambut ramadhan, muslimin di seluruh dunia diingatkan dengan pentingnya meningkatkan komunikasi spritual. Salah satunya melalui Al Quran.

Hal itu disampaikan dewan pembina Sinergi Foundation, KH. Dr. Saiful Islam Mubarok Lc beberapa waktu lalu. “Al Quran turun pada bulan Ramadhan, sehingga diharapkan masyarakat meningkatkan kedekatan dengan Al Quran pada bulan ini, serta diberi bekal tentang bagaimana turunnya pada bulan Ramadhan, mereka dapat merasakan nikmatnya hidup bersama Al Quran seakan-akan pada waktu itulah turun Al Quran pada mereka,” kata Ustadz Saiful Islam.

Terlebih di Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada berbagai masalah. Terkait dengan masalah anak, masalah kepercayaan antar sesama bangsa, dan kepercayaan rakyat terhadap ulama. Maka kedekatan umat pada Al Quran perlu ditingkatkan.

“Ini sangat menyedihkan. Kalau di beberapa negeri muslim terjadi kekurangpercayaan rakyat pada pemimpin tapi mereka masih percaya pada ulama. Untuk di Indonesia yang notabene negara muslim terbesar di dunia tentu meningkat juga masalah yang dihadapi umat,” ujar pimpinan MAQDIS itu.

Namun, menurut Ustadz Saiful, meningkatnya masalah yang mendera bukan berarti membuat kita berkecil hati dan menyerah begitu saja. Tetapi hal itu dijadikan momen untuk mendorong lebih dekat kepada Allah. Seberat bagaimanapun masalah yang dihadapi umat di negeri kita, ketika umat ini mendekatkan diri kepada Allah tidak akan ada yang dirasa berat.

“Cara yang paling utama adalah kedekatan dengan Al Quran. Ketika kita mendekatkan diri kepada Allah dengan Al Quran pada saat kita sedang mendidik diri keikhlasan dengan ibadah shaum, yakin kita akan mendapat solusi baru untuk mengatasi sekian banyak masalah yang dihadapi oleh berbagai lapisan masyarakat,” terang Saiful.

Saiful menilai umat Islam di Indonesia rata-rata telah fasih membaca Al Quran. Kecintaan pada Al Quran perlu praktik nyata. Diantaranya, tadarus dalam artian yang sebenarnya. Seperti apa tadarus dalam arti sebenarnya?

“Dalam satu lingkungan, dalam satu grup, seorang demi seorang membaca kemudian diperbaiki, disampaikan makna dari al quran itu sendiri. Kemudian semua yang hadir diminta menyampaikan hasil nteraksi dengan ayat,” terang Saiful.

Kalau biasanya kita hanya membaca saja Al Quran tanpa mencoba berinteraksi dengan ayat per ayat dari Al Quran, selama ramadhan hal itu harus diupayakan. Misal ketika kita membaca ayat tentang seruan terhadap orang beriman, maka kita merespon dengan “Alhamdulillah, masih bagian dari orang beriman.”

“Sekian banayk orang yang paham bahasa arab tapi tidak semuanya beriman. Kita umpamanya bisa beriman. Dari begitu saja akan menarik perhatian yang hadir. Itu yang disebut tadabur. Jadi tadarus itu terdiri dari tafsir dan tadabur,” tambah Saiful.

Agar membaca Al Quran kita tak menjadi sia-sia, perlu dalam setiap tadarus bersama ada perbaikan membaca, mengambil makna dari setiap ayat, dan menjadikan ayat-ayat itu sebagai pembimbing. Ketika kita memang menjadikan ayat per ayat sebagai pembimbing diharapkan yang hadir berupaya untuk mengambil hidayah dari ayat yang dibaca. Apa yang didapat dari ayat tersebut. Ketika disampaikan akan saling mengisi antara yang satu dengan yang lain.

“Itu sebetulnya tadarus. Kalau setiap bulan ramadhan ini diupayakan seperti itu, berubah kondisi masyarakat,” tandasnya. []

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

Assalamu'alaikum! Silakan tinggalkan pesan Anda, Sinergi Consultant kami siap untuk membantu.
Powered by