wanita hamil dan menyusui, fidyah, puasa, ramadhan, qadha

Wanita Hamil dan Menyusui, Wajibkah Berpuasa?

Dalam madzhab Asy Syafi’i, menyamakan wanita hamil dan menyusui yang tidak bisa berpuasa seperti kondisi orang yang tengah sakit. Wajib bagi mereka mengqadha ketika udzurnya telah hilang, atau ketika sudah mampu untuk berpuasa.

Akan tetapi ada kewajiban tambahan berupa fidyah apabila alasan sang ibu tidak berpuasa semata-mata karena demi sang anak, mengkhawatirkan kondisi sang anak. Namun selama alasan mereka tidak puasa karena fisik mereka yang lemah, mereka wajib qadha saja, tanpa fidyah.

Imam An-Nawawi (w. 676 H) dalam kitab beliau Al-Majmu’ menyebutkan:

Menurut para ulama kami, wanita hamil dan menyusui jika keduanya khawatir terhadap kondisi fisik mereka dengan berpuasa, keduanya dapat  berbuka dan mengqadha puansanya, tanpa membayar fidyah. Seperti halnya orang sakit. Dalam hal ini tidak terjadi khilaf. Begitu juga dia yang mengkhawatirkan kondisi fisiknya serta bayinya seperti yang dijelaskan oleh Ad-Darimi dan AsSarakhsi dan selain keduanya. Adapun wanita yang khawatir terhadap bayinya, bukan fisik dianya, maka ketika dia tidak berpuasa, dia wajib mengqadha dan fidyah berdasarkan pendapat yang paling shahih yang disepakati oleh ulama (syafi’iyah).

Jumhur ulama kita mewajibkan qadha bagi mereka kalau tidak berpuasanya mereka karena lemahnya fisik mereka, karena mengqiyaskan dengan orang yang sakit ataupun musafir,yang sedang mendapat udzur syar’i, dan udzurnya ini hanya bersifat sementara, sehingga apabila udzurnya telah hilang maka mereka wajib berpuasa sebagai qadha atas puasa yang mereka tinggalkan. []

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

Assalamu'alaikum! Silakan tinggalkan pesan Anda, Sinergi Consultant kami siap untuk membantu.
Powered by