Bercanda memberikan berbagai dampak positif, diantaranya; mengakrabkan pertemanan dan menghibur lawan bicara. Bahkan Ibnu Uyaiman berpendapat, bahwa bercanda merupakan bagian dari sunnah.
Namun hal ini tidak terwujud kecuali dengan perkataan yang baik dan tidak berlebihan. Bercanda secara berlebihan akan menghilangkan wibawa.
Karena itu, ketika bercanda terdapat adab yang yang harus kita ikuti agar candaan kita menuai pahala dan keberkahan. Berikut beberapa adab tersebut:
- Jauhi dusta
Agar semakin lucu, tak jarang kita memasukkan kebohongan di dalamnya. Padahal berkata jujur harus selalu ditanamkan saat berbicara, baik ketika bercanda ataupun bukan. - Jauhi kata-kata bathil
Tak sedikit perselisihan muncul berawal dari candaan. Karena itu gunakan kata-kata yang baik, termasuk dalam bercanda. - Tidak banyak tertawa
Tertawa berlebihan adalah akhlak yang tercela. Banyak orang tertawa berlebih-lebihan sampai terpingkal-pingkal ketika bercanda. Ini bertentangan dengan sunnah. - Jangan menghina dan mempermainkan agama
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS At Taubah: 65) - Dilarang menakut-nakuti Muslim
Menakut-nakuti seseorang dalam bercanda tidak dibolehkan karena hal tersebut membawa mudharat.
Bercanda memang menyenangkan. Bisa menghidupkan suasana dan membuat orang gembira. Tapi jangan berlebihan ya, Sahabat..



