Satu-dua kali, mungkin kita pernah lupa. Lupa menyimpan kunci, lupa dengan janji, lupa menaruh barang, hingga lupa dengan nama seseorang. Namun bagaimana jika sifat pelupa ini terjadi terus-menerus, bahkan sampai mengganggu aktivitas kita?
Jika bukan terindikasi penyakit, berarti ada perilaku yang menjadi sebab sulitnya kita mengingat sesuatu. Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata,
“Aku pernah mengadukan kepada Waki’ (guru) tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.” (I’anatuth Tholibin, 2: 190)
Padahal sosok Imam Syafi’i kita kenal sebagai sosok ahli agama yang amat luar biasa hapalannya. Namun apa kiranya yang menghalangi hapalan beliau? Setelah banyak merenung, barulah Imam Syafi’i teringat, bahwa suatu waktu beliau pernah tak sengaja melihat wanita yang tengah menaiki kendaraan lantas kemudian roknya tersingkap dan menunjukkan auratnya.
Inilah tanda waro’ dari Imam Asy Syafi’i, yaitu kehati-hatian beliau dari maksiat. Beliau melihat kaki wanita yang tidak halal baginya, lantas beliau menyebut dirinya bermaksiat. Sehingga ia lupa terhadap apa yang telah ia hafalkan.
Sahabat, melakukan maksiat baik tidak disengaja maupun disengaja, dapat menutup hati kita, sehingga kita sulit untuk mendapatkan ilmu, bahkan termasuk menghapal Al Quran. Allah Ta’ala berfirman, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS Al Muthaffifin: 14)
Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata, “Yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah dosa di atas tumpukan dosa sehingga bisa membuat hati itu gelap dan lama kelamaan pun mati.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 14: 268). Inilah yang kemudian menjadikan kita pelupa, bahkan kesulitan dalam mengingat berbagai hal.
Cara untuk Mengembalikan Daya Ingat
Kondisi ini tidak bisa kita biarkan berlarut terus tanpa perbaikan. Sebab, jika dibiarkan, tentu akan bertambah parah. Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menanggulanginya? Nah, Sahabat bisa menerapkan hal ini,
1. Bertaubat dan menjauhi maksiat
Dengan diampuninya perbuatan dosa dan kesalahan kita di masa yang telah lalu, insya Allah, menjadi jalan bagi kita untuk semakin kuat mengingat.
2. Khusyu dalam melaksanakan shalat
Gerakan-gerakan dalam shalat jika dilakukan dengan benar, maka akan berdampak baik bagi kesehatan fisik dan mental, terutama ketika melakukan sujud.
Menurut salah satu pakar neurosains National Health University (NHU) Amerika Serikat (republika.co.id), gerakan sujud dapat meningkatkan saturasi oksigen, nutrisi, dan elektrolit ke dalam fungsi otak manusia, sehingga tak hanya meningkatkan daya ingat tetapi juga meningkatkan rasa bahagia sebagai manifestasi unsur ketakwaan dan penghambaan.
3. Berhenti merokok
Kebiasaan merokok nyatanya tidak sehat dan dapat mengganggu kesehatan kita. Dilansir dari boldsky.com, racun dalam rokok cenderung menurunkan daya ingat, kemampuan berpikir, dan tingkat kreativitas seseorang.
4. Tilawah Al Quran dan berdzikir
Penyakit lupa disebabkan oleh hati yang lalai mengingat Allah Ta’ala. Lupa yang muncul karena lalai mengingat Allah SWT akan terobati dengan selalu mengingat Allah.
Selain melaksanakan ibadah, perbaiki pula pola hidup sehari-hari Sahabat. Mulai dari mengonsumsi makanan yang bergizi, mengatur waktu istirahat, mengelola rasa stres, hingga rutin berolahraga. Insya Allah, fisik yang sehat juga memengaruhi daya ingat kita menjadi lebih baik.
Jika memang diperlukan, Sahabat juga bisa menuliskan informasi yang dianggap penting ke dalam note sebagai pengingat. Semoga bermanfaat!
(Source: dbs)



