Ketika pertama kali memasuki tempat baru setibanya dari perjalanan hijrah di Madinah, Rasulullah langsung menata tatanan kehidupan, baik fisik material maupun mental spiritual. Secara fisik, kota Madinah ditata sedemikian rupa, yang hingga saat ini masih terasa kesejukan suasana sosialnya. Di atas semangat profetik yang menjadi basis usaha dakwah yang dilakukannya Rasulullah memulai menata kehidupan dengan berpedoman pada ajaran.