Serba-Serbi Zakat Mal

Berita

Home » Berita » Serba-Serbi Zakat Mal

Menurut Ahmad Sarwat, Lc, MA., jenis zakat mal ada 6 jenis yaitu: zakat pertanian, zakat hewan ternak, zakat emas dan perak, zakat barang perniagaan, zakat rikaz, zakat ma’adin (tambang).

Berikut dalil 6 zakat mal yang dikutip dari buku Seri Fiqh Kehidupan 4: Zakat tulisan ustaz Ahmad Sarwat, Lc, MA:

Zakat Pertanian

Dari  Ibnu  Umar  ra  berkata  bahwa  Rasulullah  SAW bersabda,”Tanaman yang disiram oleh langit atau mata air atau atsariyan, zakatnya adalah sepersepuluh. Dan tanaman yang disirami zakatnya setengah dari sepersepuluh.” (HR Jamaah)

Yang dimaksud dengan ‘atsariyan‘ adalah jenis tanaman yang hidup dengan air dari hujan atau dari tanaman lain dan tidak membutuhkan penyiraman atau pemeliharaan oleh manusia.

Dari  Jabir  bin  Abdilah  ra  dari  Nabi  SAW,” Tanaman  yang disirami   oleh   sungai   dan   mendung   (hujan)  zakatnya sepersepuluh.  Sedangkan  yang  disirami  dengan  ats-tsaniyah zakatnya setengah dari sepersepuluh.” (HR. Ahmad, An-Nasai dan Abu Daud)

Zakat Hewan Ternak

“Dari Muazd bin Jabal radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW mengutusnya ke Yaman dan memerintahkan untuk mengambil zakat dari tiap 30 ekor sapi berupa seekor tabiah (Tabi’ah adalah sapi betina atau jantan yang sudah genap berusia 1 tahun dan masuk tahun ke-2. Sedangkan musinnah adalah sapi betina yang sudah genap berusia 2 tahun dan masuk tahun ke-3), dari setiap 40 ekor sapi berupa seekor musinnah.” (HR. Ahmad Tirmizy Al-Hakim)

Zakat Emas dan Perak

“Emas yang kurang dari 20 mitsqal dan perak yang kurang dari 200  dirham  tidak  ada  kewajiban  zakat  atasnya.”  (HR. Ad-Daruquthny)

Dari Abi Said Al-Khudri radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW  bersabda,”Perak  yang  kurang  dari  5  awaq  tidak  ada kewajiban zakatnya.” (HR. Bukhari)

 Zakat Barang Perniagaan

“Dari   Samurah   radhiyallahuanhu   bahwa   Nabi   SAW memerintahkan kami untuk mengeluarkan zakat dari barang yang siapkan untuk jual beli.” (HR. Abu Daud)

Kalimat “alladzi nu’ adu lil-bai’i” artinya adalah benda atau barang yang kami persiapkan untuk diperjual- belikan. Jadi zakat ini memang bukan zakat jual-beli itu sendiri, melainkan zakat yang dikenakan atas barang yang dipersiapkan untuk diperjual-belikan.

“Ada unta ada kewajiban zakat, pada kambing ada kewajiban zakat dan pada barang yang diperdagangkan ada kewajiban zakat.” (HR. Ad-Daruquthuny)

Zakat Rikaz dan Maadin

Syariah Islam telah menetapkan bahwa zakat untuk rikaz adalah seperlima bagian, atau senilai 20 % dari total harta yang ditemukan. Seperti sabda Rasulullah: “Zakat rikaz adalah seperlima.” (HR.Bukhari) []

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti
×
Open chat
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!
Powered by