zakat, saham, perusahaan, usaha, zakat saham, saham, obligasi, ekonomi islam, syariah,

Seputar Saham, dan Bagaimana Menzakatinya

Karena ekonomi terus berkembang, para ulama memasukkan zakat saham, obligasi hingga surat investasi pada sub bab zakat kontemporer.

Dilansir dari Tabloid Alhikmah, pakar fikih Ustaz Fatahillah, Lc., zakat saham, obligasi, deposito merupakan zakat mal. Untuk saham, ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang menghitung zakatnya.

“Ada perusahaan jasa, namanya perusahaan jasa tidak menjual apa-apa otomatis tidak termasuk kelompok perdagangan, tidak ada zakatnya. Apa yang mau dizakati dia tidak dalam bidang utamanya. Tapi kalau dalam bidang perusahaan perdagangan dalam ekspor-impor, kulak, distribusi, ambil dari luar negeri berapa puluh ribu, keuntungannya tentu saja keuntungan perdagangan,” kata ustaz Fatah.

Karenanya, pada perusahaan pertama berupa jasa, zakat dikeluarkan dari sahamnya. Namun, jika perusahaan berupa perusahaan perdagangan yang ada barang dan terjadi jual beli, maka zakat dikeluarkan dari hasil usahanya.
Hal ini, sesuai dengan Undang-undang Zakat di Indonesia yang menyebut bahwa muzakki adalah orang dan juga badan usaha.

“Jika kita melihat undang-undang tentang zakat terkait bahwasanya zakat wajib dilaksanakan oleh perseorangan ataupun perseroan, ataupun perusahaan/lembaga. Sebab, jika lembaga/perusahaan perdagangan tentu saja ada zakat perdagangan yang harus dikeluarkan tapi tidak dihitung dari saham,” katanya.

Saham, menurut ustaz Fatah harus dilihat dahulu apakah akan menghasilkan keuntungan atau tidak. Karena, bisa saja seorang pemegang saham pada perusahaan rupanya mendapat kerugian di kemudian hari. Karenanya, yang dikeluarkan zakatnya adalah hasil keuntungannya.

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

Assalamu'alaikum! Silakan tinggalkan pesan Anda, Sinergi Consultant kami siap untuk membantu.
Powered by