Obat dari Kecintaan Terhadap Dunia Adalah Wakaf

Artikel Wakaf

Di antara fitnah (ujian) yang paling berat adalah fitnah harta. Sebab, sudah menjadi fitrah, bahwa di dalam diri manusia pastilah ada kecenderungan untuk mencintai harta.

Allah berfirman, “Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.” (QS Al Fajr: 20)

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin menjelaskan, “Kecintaan berlebih seseorang terhadap harta menjadikan motivasi hidupnya semata untuk mengumpulkan harta, tidak peduli halal atau haram.”

Lalu bagaimana, agar kita tak termasuk golongan tersebut? Ternyata salah satu caranya dengan berwakaf.

Berwakaf adalah salah satu ikhtiar untuk berlepas dari kecintaan pada harta. Karena menyerahkan kepemilikan harta kembali kepada Allah, sehingga banyak orang akan merasakan manfaatnya.

Pun wakaf menjadi ikhtiar seorang muslim dalam taqarrub kepada Allah. “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS Ali Imran: 92)

Hal ini dapat kita lihat pada kisah salah satu Sahabat Rasulullah, Abu Thalhah. Seperti yang diketahui pada zaman tersebut, tak ada orang yang sangat mencintai kebun-kebunnya seperti Abu Thalhah. Namun ketika firman Allah Quran Surah Ali Imran ayat 92 ini sampai di telinganya, Abu Thalhah berpikir mendalam.

Abu Thalhah pun cepat-cepat Abu Thalhah datangi sang Nabi menyampaikan isi hatinya, bahwa ia sangat mencintai kebunnya.

“Ya Rasulullah, Allah berfirman, ‘Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan, sampai kalian menginfakkan apa yang kalian cintai’. Sementara harta yang paling aku cintai adalah kebun Bairuha.

Ini saya sedekahkan untuk Allah. Saya berharap dapat pahala dan menjadi simpananku di sisi Allah. Silahkan manfaatkan untuk kemaslahatan umat.,” kata Abu Thalhah.

Sang Nabi langsung memuji Abu Thalhah. “Luar biasa, itu kekayaan yang untungnya besar… Itu harta yang untungnya besar. Saya telah mendengar apa yang anda harapkan. Dan saya menyarankan agar manfaatnya diberikan kepada kerabat dekat,” kata Rasulullah.

Sahabat, demikian keikhlasan Abu Thalhah merelakan kebun yang paling dicintainya untuk berwakaf demi menggapai kebaikan akhirat.

Insya Allah, keikhlasan untuk merelakan kebun ini juga termasuk ikhtiar melepaskan diri dari belenggu kecintaan terhadap duniawi.

Sahabat, ingin berwakaf juga? KLIK bit.ly/9in1-wakaf

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Informasi!

Semua dana donasi terhimpun di Sinergi Foundation murni disalurkan untuk kepentingan sosial, dan BUKAN untuk tujuan pencucian uang, terorisme, maupun tindak kejahatan lainnya.

×
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!