bpb, quarter life crisis, pembinaan

Mahasiswa BPB Bahas Pengelolaan Quarter Life Crisis Jelang Tingkat Akhir

Pernahkah Sahabat mengalami quarter life crisis? Quarter life crisis merupakan kondisi mental yang umumnya terjadi pada individu yang telah memasuki usia 20-30 tahun. Pada masa tersebut, sebagian orang akan kembali meninjau pencapaian-pencapaian apa saja yang telah dilakukannya, hingga yang paling krusial, tentang tujuan hidup.

Pada pembinaan bulanan kali ini, Gamapinsa (Keluarga Mahasiswa Pemimpin Bangsa) mengundang Founder Komunitas Ibu dan Anak Ceria, Nunuy Nanan Nuraini. Berlokasi di Taman Film, aktivis yang akrab disapa Teh Nunuy ini sharing pengalamannya menerapkan stress management untuk menangani kasus-kasus yang umumnya dialami mahasiswa tingkat akhir.

“Setiap orang memiliki life crisis yang berbeda, ada yang merasa takut melangkah, pesimis dengan masa depan hingga menarik diri dari kehidupan sosial. Ada pula yang merasa resah atas pencapaian yang telah diraih selama ini. Berkutat dengan skripsi untuk segera lulus, hubungan pertemanan, dan bingung menentukan masa depan adalah beberapa pemicunya,” jelas lulusan Psikologi Unpad ini membuka sharing.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PhD University of Bristol, UK ini melanjutkan, pentingnya menerapkan stress management sebagai solusi.

“Berdamai dengan diri sendiri adalah langkah awalnya. Selanjutnya, berusaha menerima keadaan dan percaya itu adalah salah satu proses hidup yang bisa membuatnya lebih dewasa. Memang sulit, tapi seiring prosesnya, insya Allah bisa dilalui. Dan jangan lupa, untuk selalu memperbaiki hubungan dengan Sang Maha Pencipta.” pungkasnya. []

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Silahkan Tinggalkan Pesan anda di sini dan kami akan segera merespon pesan anda segera.