Membayar zakat berarti membersihkan harta, menyucikan diri, sebagaimana perintah Allah subhanahuata’ala dalam alquran Surat At-Taubah : 103.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tersebut engkau membersihkan dan mensucikan mereka”

Zakat maal adalah zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki oleh seseorang, seperti :
1. Emas, perak, dan logam mulia lainnya
2. Uang dan surat berharga lainnya
3. Perniagaan
4. Pertanian, perkebunan, dan kehutanan
5. Peternakan dan perikanan
6. Pertambangan
7. Perindustrian
8. Pendapatan dan jasa
9. Rikaz

Ketentuan zakat maal hanya untuk pendapatan atau harta yang dimiliki oleh umat muslim yang diperoleh dengan cara halal (tidak bertentangan dengan hukum).

Cara Menghitung Zakat Maal :
2,5% x Jumlah harta yang telah disimpan selama 1 tahun

Kemana Zakatmu disalurkan :
1. Layanan persalinan Gratis untuk Ibu Hamil Dhuafa dalam Program Rumah Bersalin Cuma-Cuma
2. Pemberdayaan Nelayan dalam program Fishbank Indonesia
3. Bantuan sembako, kesehatan, pendidikan, sewa kontrakan, kaki palsu dan kebutuhan dasar mustahik dalam program Sinergi Pelayanan Masyarakat
4. Bantuan pendidikan untuk santri penghafal Quran di Kuttab Sinergi

Awali Tahun dengan Semangat Baru untuk Tumbuh Berdaya, Kantor Sinergi Pelayanan Masyarakat Layani 30 Orang Penerima Manfaat yang Berkunjung Membagi Cerita

Hari Jumat tanggal 2 Januari kemarin rasanya di mana-mana ramai, ya. Jalanan, tempat wisata, kantor layanan kami juga tidak terkecuali.

Jumat kemarin, kantor Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM) menerima kunjungan 30 orang penerima manfaat dalam satu hari. Sepanjang jam layanan, antrean seolah tak ada habisnya.

Setiap penerima manfaat yang datang membawa cerita masing-masing. Tentang kegiatan mereka ke belakangan ini, tentang kesulitan yang tengah mereka hadapi. Cerita-cerita itu mengalir dan selalu ditanggapi dengan baik oleh petugas SPM yang melayani.

Selain memaparkan cerita, para penerima manfaat juga datang untuk mengambil kupon bantuan. Kupon tersebut nantinya akan ditukar dengan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Alhamdulillah, semua penerima manfaat yang datang dapat dilayani dengan baik. Semoga semangat baru dalam mendorong penerima manfaat #TumbuhBerdaya tahun ini bisa terus kita jaga bersama.

Sinergi Kebaikanmu Antarkan Seorang Ayah yang Tengah Berduka karena Kehilangan Anak, untuk Kembali ke Rumah setelah Bertakziah di Bandung

Hati orang tua mana yang tidak hancur saat mengetahui anaknya telah berpulang mendahuluinya?

Segala upaya jelas akan dikerahkan untuk mengantar dan mendampingi sang anak ke peristirahatan terakhir. Hambatan fisik dan finansial tak lagi diindahkan, yang terpenting adalah hadir pada setiap momen terakhir buah hatinya.

Lansia yang Sahabat lihat fotonya di atas adalah orang tua itu, orang tua yang tengah berduka karena kehilangan belahan jiwanya. Kabar berpulangnya sang anak itu sampai begitu mendadak. Pak Edeng yang hanya bekerja sebagai buruh kebun sama sekali tak punya dana simpanan untuk digunakan berkunjung ke Bandung, menghampiri kediaman anaknya.

Tapi, duka tak bisa menunggu. Pak Edeng memaksakan diri berangkat dengan uang seadanya. Setidaknya, ia harus hadir selama proses takziah berlangsung.

Setelah selesai bertakziah, barulah ia kebingungan bagaimana caranya kembali ke Purwakarta. Tanpa uang di tangan, sendiri di kota orang, juga ketidakmauannya membebani menantu yang juga bertahan dari hari ke hari dengan kondisi ekonomi pas-pasan.

Pada akhirnya, langkah menuntun Pak Edeng menuju kantor Sinergi Foundation. Meskipun malu dan segan, diceritakannya kesulitan yang sedang ia hadapi; bagaimana duka seorang ayah mengantarkannya ke Bandung walau tanpa persiapan yang cukup.

Alhamdulillah, seluruh cerita itu berujung pada solusi. Pak Edeng mendapat bantuan untuk membeli tiket pulang ke Purwakarta dari dana kebaikan yang diamanahkan donatur.

Sahabat, ini semua berkat zakat yang kamu titipkan pada kami. Melalui zakat itu, hadir solusi untuk mereka yang kekurangan dan membutuhkan.

Peserta Kajian Mustahik SPM Ini Kembangkan Kebiasaan Baik Menyampaikan Ilmu

Islam adalah agama yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Setiap Muslim diwajibkan untuk selalu menuntut ilmu, baik yang terkait dengan agama maupun pengetahuan yang bisa membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi, kewajiban itu tidak berhenti sampai mencari dan mendapatkan ilmu. Kita juga dianjurkan untuk menyebarkan dan mengajarkan ilmu tersebut kepada orang lain, seperti yang dilakukan Bu Delia, seorang peserta Kajian Mustahik Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM).

Setiap kali mengikuti kajian, Bu Delia selalu mencatat ilmu yang didapatkannya dari Ustadz. Saat menghadiri Kajian Mustahik SPM pada Sabtu (22/11) kemarin pun, ia terlihat begitu serius menuliskan perkataan-perkataan Ustadz Ahmad Zulfahmie yang dianggap penting.

Ketika ditanya alasannya, Bu Delia menjawab, “Supaya nanti pas dibuka bisa diamalkan ke anak-anak TPA sore, di dalam keluarga, suka disampaikan.”

Ia tidak ingin ilmu yang didapatkannya hanya berhenti di dirinya. Sebisa mungkin, disebarkannya ilmu tersebut agar turut mengalirkan manfaat kepada orang lain.

Barangkali, ini menjadi kebiasaan baik yang dibentuk Bu Delia karena pekerjaannya sebagai guru TK dan guru les. Ia jadi terbiasa menyampaikan ilmu yang dimiliki kepada siapapun.

Pada kajian bulan November ini, Bu Delia dan para peserta kajian lainnya diajak untuk lebih memperhatikan dan memperbaiki shalat. Sebab, shalat bisa menjadi jalan untuk merubah hidup ke arah yang lebih baik.

Melalui zakatmu, para ibu dhuafa belajar ilmu pijat bayi di Rumah Bersalin Cuma-Cuma

Suara tangisan bayi terdengar dari salah satu ruangan klinik Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC). Kalau di RBC sih, dengar bayi menangis sudah bukan hal aneh, ya.

Tapi, penyebabnya tentu macam-macam. Kebetulan, yang kali ini terjadi di tengah-tengah kelas pijat bayi. Bayi yang dijadikan contoh dalam praktik pijat oleh bidan rewel sehingga harus dikembalikan kepada sang ibunda.

Langkah yang diambil bidan bukan tanpa alasan, ini dilakukan untuk membuat bayi tersebut merasa nyaman. Bayi akan merasa lebih aman dan nyaman saat disentuh oleh ibunya sendiri.

Kalau mempraktikkan pijat tapi bayinya nggak nyaman, kan percuma, ya, Sahabat?

Nah, pijat bayi yang lagi dipelajari sama ibu-ibu member RBC ini banyak banget manfaatnya. Untuk menenangkan bayi, membantu tumbuh kembang, relaksasi otot, membuat bayi tidur lebih nyenyak, meredakan kembung dan kolik, serta memperkuat ikatan antara ibu dan anak.

Hebatnya lagi, para ibu dhuafa dapat mempelajari teknik pijat bayi yang punya segudang manfaat ini secara gratis! Semuanya berkat dukungan aksi nyatamu melalui zakat.

Zakatmu Berdayakan Warga Pesisir Pantai, Mereka Diajak Belajar Membuat Nugget Ikan Lemuru sebagai Upaya Hilirisasi Produk Perikanan Tangkapan Nelayan

Nugget dari daging ayam, udah biasa ditemui sehari-hari. Tapi nugget dari ikan lemuru? Rasanya masih jarang ditemui.

Makanan inilah yang sedang coba dibuat oleh ibu-ibu pada foto di atas.

Yang Sahabat lihat ini adalah kegiatan pelatihan olahan produk hasil perikanan yang dilangsungkan di Pantai Kedunen, Desa Bomo, Banyuwangi. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan Fish Bank Indonesia.

Ini menjadi upaya hilirisasi produk perikanan hasil tangkapan nelayan. Sehingga, masyarakat memiliki pilihan selain hanya menjual ikan segar. Variasi ini harapannya bisa membuat warga #TumbuhLebihBaik dan semakin mandiri.

Dalam suasana yang santai namun tetap fokus, ibu-ibu mengikuti setiap langkah yang diajarkan untuk membuat nugget ikan lemuru. Mulai dari menghaluskan daging ikan hingga mencampurkannya dengan bahan lain demi menghasilkan nugget lezat dan penuh gizi.

Ikan lemuru yang terkenal dengan rasa gurih nan segarnya itu disulap jadi nugget yang praktis dan sudah pasti sedap disantap. Terbayang nggak sih gimana rasanya, Sahabat?

Oh, ya, inovasi seperti ini bisa hadir juga karena adanya zakat darimu lho, Sahabat. Pokoknya, kami memastikan setiap zakat yang terhimpun menghasilkan manfaat dan kebaikan yang berkali-kali lipat untuk umat.