Berita

IHR dan Sinergi Foundation Distribusikan Bantuan Bagi Korban Konflik Suriah

ihr-dan-sinergi-foundation-distribusikan-bantuan-bagi-korban-konflik-suriah

SF-UPDATES,– Bersama dengan Indonesia Humanitarian Relief (IHR), Sinergi Foundation menyalurkan bantuan kepada anak yatim korban konflik Suriah. Penyerahan bantuan dilakukan kedua lembaga kemanusiaan tersebut di kamp pengungsian wilayah Reihanly, Turki, Kamis (30/1/2016) waktu setempat. Ada di 3 Pos Layanan Yatim di Reihanly yang menampung anak-anak, mulai dari balita sampai remaja usia 15 tahun di Reihanly. Pertama,…

Baca selengkapnya

didieto4 July 2016

Uncategorized

Pesantren Terapis Pungkas Layanan Gratis Thibbun Nabawi Bagi Peserta Itikaf

SF-UPDATES,– Di penghujung bulan Ramadhan, Pesantren Terapis Sinergi Foundation membuka layanan gratis thibbun nabawi. Layanan kesehatan ini ditujukan bagi peserta itikaf di Masjid Pusdai, Masjid Habiburrahman Bandung, dan Masjid Al Mi’raj Cipularang, pada 26 Juni – 3 Juli 2016 kemarin.

Koordinator Pesantren Terapis, Rifki mengungkapkan ada berbagai jenis layanan kesehatan yang mereka bantu di antaranya bekam, gurah mata, sebat rotan, kiropraksi, pijat refleksi, dan herbal detoks.

Thibbun nabawi itu, selain dapat bermanfaat bagi kesehatan, kita juga dapat pahala sunnahnya karena ini sudah dicontohkan oleh Rasulullah,” tutur Rifki, pada Senin (4/7/2016). Sebab itu, ia menuturkan, kegiatan sosial mereka ini berjargon “Sehat dengan Sunnah”.

Layanan ini dimotori sekira 14 orang alumni Pesantren Terapis yang kini menjadi praktisi thibbun nabawi. Gerai kesehatan secara cuma-cuma di momen Ramadhan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk unjuk kemampuan di bidang pengobatan islami.

Menurut Rifki, banyak peserta itikaf yang antusias dengan dibukanya layanan ini. “Mudah-mudahan, kami bisa terus berbagi manfaat pada sesama,” tutupnya.[]

Reporter: Aghniya Ilma Hasan

didieto4 July 2016

Berita

Mudahkan Berbagi, Sinergi Foundation Buka Layanan Konsultasi 24 Jam dan Jemput Zakat

mudahkan-berbagi-sinergi-foundation-buka-layanan-konsultasi-24-jam-dan-jemput-zakat

SF-UPDATES,– Untuk memudahkan masyarakat dalam berzakat, Sinergi Foundation membuka Layanan Konsultasi 24 Jam dan Jemput Zakat. Layanan ini diluncurkan oleh Sinergi Foundation untuk menampung animo masyarakat yang besar dalam berzakat tetapi tidak memiliki waktu untuk datang langsung, ataupun sekadar mampir ke Automatic Teller Machine (ATM). CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia, mengatakan besarnya animo masyarakat untuk…

Baca selengkapnya

didieto4 July 2016

Uncategorized

Pesan Idul Fitri KH Miftah Faridl: Bangun Masyarakat Madani dalam Spirit Kesucian

SF-UPDATES,– Tak lama lagi Ramadhan 1437 H segera berlalu, pergi. Gerbang Idul Fitri telah menanti. Dalam kesempatan yang membahagiakan itu, umat Islam dianjurkan menjalankan ibadah sunnah, dengan melaksanakan shalat id. Di momen itu pula, Ketua Umum MUI Kota Bandung cum Ketua Dewan Pembina Sinergi Foundation, KH Miftah Faridl akan menyampaikan Khutbah id di Masjid Al Ukhuwah, Bandung, pada 1 Syawal 1437 H, yang insya Allah akan jatuh pada esok, Rabu 6 Juli 2016.

Berikut salinan khutbahnya:

Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh,

Pagi ini, dalam kepasrahan yang tulus dan total, kita hadapkan keseluruhan eksistensi diri kita ke hadapan Allah yang Maha Luhur, tidak lain untuk menyerahkan hasil perjalanan amal dan ikhtiar selama bulan Ramadhan yang baru saja kita lewati. Rasulullah, diikuti para sahabatnya, menangis ketika Ramadhan berakhir meninggalkan kehidupan. Rasulullah mempersonifikasi Ramadhan sebagai kekuatan jiwa yang dapat memperkaya spiritualitas, sekaligus membuka pintu kesempatan untuk merakit kebahagiaan.

Satu bulan penuh, kita lalui kehidupan dalam suasana puasa. Selama itu pula kita mencoba menjadi hamba seutuhnya, menjadi hamba-Nya secara kaffah, mengabdikan segenap potensi kemanusiaan yang dimiliki, untuk mewujudkan rasa iman atas ajaran yang Allah wajibkan. Dan pada saat itu pula, kita berusaha menjadi individu yang dapat saling memahami dengan sesama untuk mewujudkan rasa solidaritas dalam semangat ukhuwah Islamiyah. Sebab, meski puasa merupakan salah satu ajaran Islam yang fundamental, namun pesan, spirit dan nilainya sesungguhnya bersifat universal, dan bisa diapresiasi oleh pemeluk agama dan masyarakat manapun. Baik dalam kesamaan ataupun kebhinekaan..

Pada momentum Idul Fitri inilah pada akhirnya kita dapat mengevaluasi diri, mawas diri, serta mengukur kualitas diri dalam keseluruhan amal yang kita lakukan, khususnya dalam melewati hari-hari Ramadhan yang penuh hikmah. Bersamaan dengan itu pula, saat ini dan di sini, kita tengah menghadapi perjalanan mewujudkan ruang kehidupan kita yang lebih baik, kehidupan yang lebih berperadaban, tatanan kehidupan yang idealnya menjelma dalam tatanan sosial politik baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Kota yang kita huni saat ini memang punya sejarah. Bukan saja sejarah perjalanan manusia, tapi juga sejarah yang menggariskan seribu kenangan dengan kebaikan yang sulit dilupakan, dengan moralitas para penghuninya yang membanggakan, mutu intelektualitas yang banyak menginspirasi, serta suasana alam yang penuh spirit surgawi. Sebuah anugerah Allah yang tak terhitung nilainya, amanah yang harus kita rawat bersama, agar tidak berbalik menjadi bencana alam ataupun derita kemanusiaan.

Agar ikhtiar ini tidak terjebak dalam lubang kemubadziran, pada hari yang fitri ini, ada baiknya kita renungkan sebuah teladan yang pernah dilalui Nabi beserta para sahabatnya. Masyarakat Muslim pertama yang dibangun oleh Nabi adalah sebuah komunitas unggulan, komunitas yang sarat dengan teladan kebajikan, yang kalau terus kita teladani, Insya Allah masih relevan untuk kondisi saat ini dan juga di sini. Tatanan masyarakat itu adalah sebuah prototipe ideal sesuai dengan zaman dan potensi yang dimilikinya.

Hadirin jamaah id yang berbahagia,

Madinah yang biasa disebut juga Kota Nabi merupakan ekspresi cita-cita dalam spirit relijiusitas yang kuat, dengan tatanan fisik yang sarat nilai, sekaligus membuka ruang dinamika sosial dalam tatanan ukhuwah Islamiyah. Proses pembangunannya diawali dari peristiwa hijrah umat Islam, yaitu sebuah gerakan perubahan tatkala Rasulullah beserta umat yang setia bersamanya pindah dari Makkah ke Madinah. Dalam arus perubahan inilah, Rasulullah menemukan nilai-nilai profetik untuk memperkuat bangunan kota yang ditatanya untuk mewujudkan kehidupan yang penuh rahmat dan kebajikan. Disediakannya fasilitas sosial agamis untuk memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan warganya. Bukan saja kebutuhan fisik material, tapi juga mental spiritual.

Langkah pertama yang dilakukan Nabi adalah membangun masjid yang difungsikan, selain sebagai tempat shalat berjamaah juga sebagai pusat pembinaan dan tempat silaturahmi umat. Inilah pilar utama yang disiapkan Nabi dalam membangun kota yang hingga saat ini tetap dikenal sebagai kota agamis, dengan tetap memelihara peradaban umat yang dihadapinya. Di sinilah posisi kearifan lokal untuk memperkuat syara. Dan sebaliknya, hadirnya spirit ajaran untuk membangun tatanan yang diinginkan, Gemah Ripah Repeh Rapih.

Di masjid beliau memberikan pembekalan ilmu, kearifan, keteladanan, membangun semangat dan budaya ukhuwah, tasamuh (toleransi), musawah (persamaan), ta’awun(gotong royong), malu berbuat salah, semangat kompetitif, yang pada gilirannya dapat mengiring semua warganya berbuat cerdas dalam semangat akhlakul karimah. Itulah sebabnya, menyempurnakan akhlaqul karimah menjadi missi utama diutusnya Rasulullah ke muka bumi ini.

Hadirin jamaah yang berbahagia,

Dalam mewujudkan misi suci yang diembannya itulah, di atas semangat profetik, Rasulullah memulai menata kehidupan dengan berpedoman pada ajaran. Melalui kebiasaan shalat berjamaah, beliau mendidik masyarakat. Membiasakan hidup bermasyarakat yang Islami, berperadaban, berkemajuan. Dalam shalat berjamaah, umat Islam dididik untuk memiliki budaya yang cerdas, terhormat, dan bertanggungjawab yang berkaitan dengan prinsip-prinsip etika memilih pemimpin, kepatuhan kepada pimpinan, etika mengoreksi pimpinan, dan bahkan cara mengganti pimpinan.

Inilah di antara isu penting dan sensitif yang seringkali membingkai kuat kehidupan politik masyarakat kita, yang apabila terlepas dari nilai-nilai moral agama, semuanya tidak menutup kemungkinan malah dapat mendorong tindakan-tindakan destruktif, tindak kekerasan, pelecehan satu sama lain, saling tidak menghargai, dan pada akhirnya terjebak pada iklim disintegrasi. Bukankah tatanan disintegratif itu merupakan kondisi yang sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya? Na’uzubill?hi min dz?lik.

Karena itu, terlepas dari sisi-sisi adanya kesenjangan sejarah, bias kultural, ataupun jarak ideologis lainnya, usaha Rasulullah dalam membangun kota bermartabat yang dibingkai dalam spirit wahyu, yang hingga kini tetap menjadi magnet umat manusi seluruh dunia, saya kira masih tetap relavan untuk diteladani jika kita ingin membangun sekaligus memiliki rumah berkah yang disebut kota.

Fondasi utamanya tentu adalah taqwa. Alqur’an dengan tegas menyebut itu. “Seandainya penduduk suatu negeri, masyarakat suatu wilayah, warga suatu kota bertaqwa, maka pasti Allah akan menurunkan keberkahan dari langit dan menumbuhkan berkah dari bumi”. Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan warga suatu tempat hanya dengan ukuran-ukuran fisik-material, sementara dimensi mental spiritualnya kita abaikan.

Untuk itu adalah pada tempatnya jika kita kembali mempertimbangkan langkah-langkah penting yang pernah dilakukan Rasulullah SAW dengan sahabat-sahabatnya. Langkah-langkah itu merupakan teladan penting bagi kita dalam membangun Bandung yang bermartabat yang sekaligus Bandung Juara, sebab langkah-langkah itu terbukti dalam sejarah merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat Madinah yang sarat dengan teladan sepanjang masa.

Prinsip penting lainnya yang menjadi pegangan utama Nabi adalah berpegang pada prinsip ukhuwah. Ukhuwah adalah salah satu potret penting dari masyarakat Madinah. Tidak ada diskriminasi, atas nama apapun. Tidak ada kompetisi yang tidak sehat, kecuali dalam bingkai Fastabiqul Khairat. Sejarah memperlihatkan dengan jelas warna pluralisme Madinah, tapi Nabi tetap sanggup merawatnya dalam spirit ajaran yang santun. Allah menciptakan pria wanita, suku bangsa bukan karena kemulyaan dan keunggulan golongannya, tapi lebih didasarkan pada pertimbangan ketaqwaannya. (Q.S. Al Hujurat: 13).

Perbedaan pendapat harus menjadi rahmat untuk tumbuhnya semangat kritis dan semangat kompetitif. Semua orang mukmin adalah bersaudara. Diantara orang mu’min harus dibudayakan ishlah, tabayyun, tidak boleh terjadi sikap memperolok-olokan(taskhiriah), melecehkan, menghina, memanggil orang lain dengan panggilan yang menyakitkan, buruk sangka, mencari-cari kesalahan orang lain, membuka aib orang lain(ghibah)-Al Hujurat, 8-12). Orang muslim itu ialah apabila orang lain selamat dari gangguan lidah dan gangguan anggota badannya. Al muslimu man salimal muslimun min lisanihi wayadihi (Al Hadits).

Beliau membangun keakraban dan persahabatan antara Ansor dan Muhajirin, antara Qobilah satu dengan Qobilah yang lain, antara tokoh masyarakat, antara kaya dan yang miskin. Beliau bangun kesepakatan dan dialog dengan masyarakat penganut agama lain. Tidak ada paksaan dalam beragama. Masing-masing harus siap dan sepakat dalam perbedaan (Lakum Dinukum Waliadin). Dan semua penganut agama berkewajiban untuk menjaga keutuhan dan keberadaan Madinah.

Melalui gerakan dakwah yang dilakukannya beliau memantapkan umat untuk memiliki semangat dan jiwa tauhid. Bahwa yang patut disembah hanya Allah. Bahwa Allah adalah Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Menghitung, Maha Mengawasi. Bahwa kekayaan, kedudukan, kemulyaan sepenuhnya milik Allah SWT. Yang atas Qudrah dan Iradahnya ada yang diberikan kepada manusia yang berfungsi sebagai anugerah kasih sayang-Nya, sekaligus sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan serta sebagai ujian keimanan dan kehidupan.

Selanjutnya Nabi juga melakukan pemantapan sikap tauhid yang utuh dan sempurna. Dengan semangat tauhid diharapkan manusia menjadi orang yang ikhlas, tekun, sabar,tawadlu . Beliau mendidik masyarakat yang tidak hanya rajin beribadah tapi juga memiliki tanggung jawab sosial. Untuk meneladani salah satu watak positif, kerja keras, dapat kita temukan dalam pesan-pesan belaiu sebagai berikut:

  • Usaha yang paling utama adalah jual-beli yang baik dan kerja seseorang dengan tangannya (Hr. Al-bazzar dan Ahmad).
  • Tidak ada makanan yang lebih baik bagi seseorang, selain dari apa yang dihasilkan oleh karya tangannya sendiri (Hr. Bukhari).
  • Sesunggunya Allah Ta’ala senang melihat hamba-Nya yang penat karena sibuk dalam mencari rizki (Hr. Thabrani).
  • Barangsiapa yang pada malam hari kepayahan karena mencari rizki yang halal, maka dosanya diampuni (Hr. Ibn Asakir).
  • Apabila selesai shalat Shubuh janganlah kalian tidur lagi sampai tidak mencari rizki(Hr. Thabranui dan Dailami).
  • Pebisnis yang benar dan jujur akan bersama para Nabi, orang-orang shaleh dan syuhada (di Yaumil Qiyamah) (Hr. Tirmidzi, Hakim dan Ibnu Majah).
  • Barangsiapa yang pada sore hari kepayahan karena kerja tangannya, maka dosanya diampuni. (Hr. Thabrani).
  • Allah sangat mencintai orang-orang Mu’min yang gemar bekerja keras dalam usaha mencari nafkah. (Hr. Thabrani dan Baihaqi).

Hadirin jamaah ied yang berbahagia,

Selain pesan-pesan kebaikan seperti disebutkan di atas, beberapa pesan Nabi yang juga sangat penting untuk kita amalkan agar kita menjadi umat yang unggul, yang juara, yang kompetitif, antara lain:

  1. Nabi berpesan: Sebaik-baik kamu adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.
  2. Beliau berpesan: Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin, kalau hari ini sama dengan hari kemarin berarti rugi dan apabila hari ini lebih jelek dari kemarin adalah musibah.
  3. Nabi SAW berpesan: Orang yang memberi lebih baik daripada orang yang diberi.
  4. Allah mencintai hamba-hambaNya yang apabila mengerjakan sesuatu ia kerjakan dengan penuh kesungguhan dan ketekunan.
  5. Dalam menghadapi musibah beliau berpesan: Orang mukmin itu kalau terperosok di sebuah lubang cukup satu kali dan ia boleh bilang itu musibah dan taqdir Allah. Tapi kalau ia terperosok dalam lubang yang sama berkali-kali itu adalah bodoh, tidak cerdas

Nabi juga berbesan untuk tetap berhati-hati dalam bersikap hasad dan hikdu (iri). Sebab al-Hasad dan al-Hikdu (iri), itu bisa menghapus pahala ibadah shalat dan ibadah lainnya. Kecuali dalam 3 hal: (1) Orang lain berilmu dan kita ingin melebihinya, (2) Orang lain beramal shaleh dan kita ingin melebihinya, dan (3) Orang lain banyak bersidkah dan kita ingin melebihinya. Inilah semangat kompetitif (Fastabiqul Hoirot) yang perlu terus kita pelihara terutama untuk membangun warga yang kompetitif, termasuk warga Bandung yang tengah berpacu untuk menjadi juara.

Terakhir saya ingin mengakhiri khutbah ini dengan menggarisbawahi 4 (empat) pesan Nabi diawal membangun masyarakat Madinah yang sangat penting untuk membangun keharmonisan dan sekaligus keunggulan hidup bermasyarakat. Pesan Nabi itu adalah:Ufsyussalam, Wasilul Arham Wat’imutto’am Wasollubillaili Wannasuniyam. Tebarkan salam kesantunan; Bangun silaturahmi dan persaudaraan; Wujudkankepedulian sosial, tolong orang lain yang mendapat kesulitan ekonomi; dan Biasakan shalat malam, pada saat orang-orang sedang tidur.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahilhamd.

Saat ini kita baru saja selesai melewati kewajiban menjalankan ibadah puasa. Kita seharusnya dapat memetik ketaqwaan sebagai hasil yang paling besar dari proses transendensi ibadah puasa. Kita seharusnya berhasil menjadi manusia utuh dan bermartabat sesuai karakter yang relevan dengan tuntutan syari’at dan masyarakat. Sebab seperti diisyaratkan al-Qur’an, kita adalah para pewaris manusia unggul yang pernah menerima kewajiban berpuasa untuk meraih ketaqwaan yang serupa.

Ya ayyuha al-ladziina amanu kutiba ‘alaikum al-shiyamu kama kutiba ‘ala al-ladziina min qablikum la’allakum tattaquun… (QS, al-Baqarah: 183)

Begitu santun Allah menunjukkan jalan menuju taqwa melalui proses puasa. Jika kesadaran kolektif yang menjadi target proses pembelajaran dari ibadah puasa dapat diraih setiap Muslim, maka saya yakin, tidak akan ada lagi tindak penyalahgunaan wewenang dengan alasan  kesalahan prosedur, kekeliruan administratif, dan alasan-alasan memalukan lainnya.

***

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahilhamd.

Akhirnya, untuk memelihara buah Ramadhan yang Insya Allah telah berhasil kita petik, sekecil apapun, marilah kita perkokoh kembali kesabaran kita untuk tetap sanggup menahan diri, sesuai dengan misi utama puasa Ramadhan. Pada tataran ideal, berpuasa bukan hanya menahan diri dari syahwat yang bersifat fisik, tetapi juga menjaga suasana hati dan bathin dari perilaku rendah, materialistis, dan destruktif.

Marilah kita perkuat harapan ini dengan sejenak merundukan kepala. Kita bersihkan hati untuk bermunajat kepada Allah Azza wa Jalla. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan iman dan keperkasaan diri, untuk senantiasa sanggup menjalankan setiap titah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

Ya Allah yaa Mujibassailin,

Kami sadar kalau kami belum sempurna menjadi hamba-Mu seperti yang Engkau inginkan

Tapi kami tetap ingin setiap langkah kami senantiasa mendapat Ridla-Mu

Kami masih sering gelap menemukan jalan menuju ampunan-Mu

Padahal betapa banyak kealfaan yang kami lakukan

Kami malu meminta kepada-Mu di tengah kelalaian dalam menegakkan ajaran-Mu

Sementara rasa takut akan murka-Mu pun tak pernah berhenti menyelimuti kami

Karena itu kami mohon wahai Tuhan Yang Maha Pemberi,

Limpahkan kepada kami kecintaan dan ampunan-Mu

Taburkan pula kepada ibu-bapak kami seluruh rahman dan rahim-Mu

Agar kami dapat memperbaiki amal dan ibadah kami

Agar ke depan kami tetap terpelihara bersama hamba-hamba-Mu yang shalih

Agar tidak ada lagi kegelisahan yang dapat memenjara kehidupan kami

Ya Allah Ya Rabbana,

Dalam menempuh perjalanan usia yang kian menepi ini, kami tidak ingin berujung dalam kekufuran ataupun ketakaburan.

Agar seluruh napas yang kami hembuskan selalu memancarkan pesan tauhidullah,

Agar setiap langkah yang kami kerjakan selalu memberikan warna tauhidul ummah,

Agar keseluruhan hidup yang kami jalani ini senantiasa menjadi amal ibadah.

Untuk itu wahai Tuhan Rabbul ‘Izzati,

Hindarkan kami dari tindakan menyekutukan-Mu dengan cara dan alasan apapun

Hindarkan kami dari sikap dan perilaku permusuhan di antara sesama kami

Hindarkan kami dari kebiasaan menyia-nyiakan waktu untuk mengabdi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Ghafur,

Janganlah Engkau hukum kami lantaran kami lupa atau kami tersalah.

Ya Allah janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat, sebagaimana Engkau telah bebankan kepada orang-orang sebelum kami.

Ya Allah janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak sanggup memikulnya.

Maafkanlah kami

Ampunilah kami

Rahmatilah kami

Engkau-lah penolong kami,

Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.

Ya Allah Yang Maha Rahiem,

Jadikan ramadhan dan iedul fitri ini sebagai momentum pengampunan bagi kami

Pertemukan kembali kami dengan bulan yang penuh maghfirah ini

Jangan Engkau jadikan ramadhan tahun ini ramadhan yang terakhir bagi kami

Tapi sekiranya Engkau jadikan ramadhan tahun ini yang terakhir bagi kami

Maka gantilah dengan sorga-Mu untuk kami.

Ampunilah dosa kami, dosa ibu dan bapak kami

Taburkanlah benih-benih keimanan pada kami.

Terimalah rintihan ini wahai Tuhan Yang Maha Mendengar

Kabulkan segala permintaan kami wahai Tuhan Yang Maha Pemberi ..

Aamiin ya Rabbal ‘alamiin

didieto4 July 2016

Berita

Apresiasi Prestasi Anak Yatim Binaan, BPD-SF Gelar Gebyar Imtihan Ramadhan Bimbingan Rohani

apresiasi-prestasi-anak-yatim-binaan-bpd-sinergi-foundation

SF-UPDATE,– Mahasiswa penerima manfaat Beastudi Pegiat Dakwah Sinergi Foundation (BPD-SF) menggelar Gebyar Imtihan Ramadhan Bimbingan Rohani (Gitar Bimroh). Mengusung tajuk Mari Mengaji Menuju Generasi Qurani, acara ini dihadiri sekira tujuh puluhan anak yatim binaan SF di Kota Bandung. “Acara ini dihelat sebagai wadah mengapresiasi semangat dan prestasi anak-anak yatim binaan Sinergi Foundation dalam mengikuti kegiatan Bimroh….

Baca selengkapnya

didieto30 June 2016

Uncategorized

Nasihat Ketua Dewan Pembina Sinergi Foundation di Hari-hari Terakhir Ramadhan 1437 H

SF-UPDATE,–  Di hari-hari terakhir Ramadhan, Ketua Dewan Pembina Sinergi Foundation Prof. KH. Miftah Faridl mengajak segenap karyawan SF untuk memaksimalkan ibadah dengan mendekatkan diri kepada Allah.

“Selain ajang tazkiyatun nafs, Puasa Ramadhan diharapkan menjadi kesempatan muslimin menuju kepada ketakwaan,” kata ustaz Miftah saat berbuka puasa di aula KBR Cakra, Jalan pasir kaliki no 143 bandung, belum lama ini. 

Ustaz Miftah melanjutkan, para nabi juga melakukan shaum, seperti Nabi Adam, Nabi Yunus melakukan shaum dalam rangka pertaubatan.

“Shaum bisa dijadikan tawashul, sebagaimana yang dilakukan Nabi Nuh, Tawashul ketika berada dalam kesulitan dan ditimpa musibah, sebagaimana yang dilakukan Nabi Musa. Nabi Ibrahim ketika akan dibakar, beliau puasa. Nabi Yusuf ketika difitnah oleh Zulaikha, dan dimasukkan ke penjara, sehingga Nabi Yusuf berpuasa untuk memohon agar terbebas dari kezaliman,” lanjutnya.

Terakhir, ustaz Miftah yang kembali diamanahi sebagai Ketua MUI Bandung ini mengajak, agar Ramadhan ini dijadikan bulan dermawan dan bulan produktif dalam beribadah. []

 

penulis : Rian

Editor : Maharevin

didieto30 June 2016

Uncategorized

Di Bulan Kedermawanan Ini, Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu Begitu Saja

SF-UPDATE,– Ramadhan disebut sebagai Syahrul Jud, bulan kedermawanan. Rasulullah Saw., sering bersedekah dan lebih sering lagi bersedekah di bulan Ramadan. Sedekah di bulan Ramadan lebih besar pahalanya dibandingkan dengan sedekah yang sama yang dilaksanakan di bulan selain Ramadhan.

Sedekah sunat yang dilakukan di bulan Ramadan mendapat pahala seperti sedekah wajib yang dilakukan di luar Ramadan. Dan sedekah wajib di bulan Ramadan mendapat pahala 70 kali lipat dibandingkan sedekah wajib yang sama yang dilakukan di luar Ramadan.

Slogan tiada hari tanpa sedekah harus menjadi tekad dan amalan setiap Muslim di bulan Ramadan. Harta adalah anugerah Allah yang harus disyukuri. Harta juga harus dipertanggungjawabkan, semakin banyak harta seorang semakin panjang proses hisabnya nanti. Harta juga bisa menjadi fitnah (ujian) keimanan yang cenderung menjadikan seseorang menjadi arogan dan sombong karena memiliki kekayaan yang banyak.

Islam juga mengajarkan bahwa harta hendaknya menjadi bekal ibadah kepada Allah Swt. Pesan Al Quran "berjuanglah kalian dengan harta kalian dan dengan diri kalian".

Seorang Muslim diperintahkan oleh Allah untuk bekerja keras, agar bisa ibadah harta secara maksimal. Allah SWT sangat menghargai orang-orang yang suka memberi "tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah". Seorang Muslim yang banyak memberi pasti lebih unggul daripada Muslim lain yang banyak diberi.

Seorang Muslim diwajibkan bekerja keras mencari nafkah supaya ia bisa memberi kepada orang lain. Nabi menyampaikan pesan bahwa orang yang mencari nafkah dengan sungguh-sungguh jauh lebih mulia di sisi Allah daripada orang yang meminta-minta.

Kerja keras mencari nafkah itu ibadah, jihad, amal soleh, dan kifarat penghapus dosa. Rizki yang paling berkah adalah rizki yang diperoleh dengan keringat sendiri. Demikian pesan Nabi Saw. Usaha mencari nafkah selain harus ditempuh dengan cara yang halal juga dipesankan oleh Alquran agar kekayaan itu jangan terkonsentrasi pada sekelompok kecil orang-orang yang kaya saja.

Ekonomi kapitalisme yang dapat mengkonsentrasikan kekayaan menumpuk pada sekelompok kecil orang-orang kaya tidak sesuai dengan Islam. Untuk terciptanya pemerataan kekayaan atau lebih tepatnya menghindari adanya penumpukan kekayaan tersebut pada sekelompok kecil masyarakat.

Selain diciptakan suatu aturan yang dapat mendukung pemerataan kekayaan dan dilarang segala macam usaha monopoli, dilarang terjadinya usaha mendapatkan kekayaan dalam bentuk riba, maisir, penimbunan, ghoror. Pun ditetapkan bahwa dalam kekayaan seseorang yang sudah mencapai nisab (85 gram Emas atau 1 ton padi untuk tanaman), di dalamnya terdapat harta yang menjadi hak-hak mustahik zakat sebanyak 2,5%, atau 5% atau 10% atau 20% yang mesti diberikan kepada fakir, miskin, sabilillah, ibnu sabil, amilin, mualaf, dan ghorimin.

Karena itulah, orang yang mengeluarkan zakat bukan seorang dermawan. Sebab zakat yang diberikannya bukan miliknya, melainkan milik mustahik zakat yang dititipkan oleh Allah kepada muzzaki atau pemegang titipan dari Allah yang harus diberikan kepada mustahik tersebut.

Orang yang sudah wajib zakat tapi tidak mengeluarkannya dapat dikatakan sebagai perampok yang oleh Alquran Surat Al Ma’un disebut sebagai pendusta agama. Allah SWT memberikan jaminan bahwa tidak akan ada orang menjadi miskin karena zakat dan tidak akan ada orang menjadi sengsara gara-gara zakat. Yang ada justru sebaliknya dengan zakat harta yang ada menjadi tambah barokah dan zakat itu bisa menjadi kifarat penghapus dosa.

Begitu pentingnya zakat, Khalifah Abu Bakar Siddik pernah bersumpah akan memerangi orang yang tidak zakat walaupun mereka melakukan shalat. Sumpahnya yang terkenal itu Wallohi Lauqotilannas Man Farrogo Bainasholah Wazzakat.

Demi Allah saya akan tetap berperang dengan orang-orang yang memisahkan shalat dan zakat. Alquran sendiri memberikan wewenang kepada penguasa untuk merampas harta orang-orang kaya yang tidak mengeluarkan zakatnya.

Selain zakat, ada bentuk-bentuk ibadah harta lainnya seperti sedekah, infak, fidyah, kifarat, hibah, nafkah, dll. Intinya adalah pengeluaran harta dari seseorang kepada orang lain yang secara hukum ada yang bernilai wajib seperti zakat dan ada yang bernilai wajib atau sunat seperti infak, sedekah, dan lain-lain.

Ramadhan adalah saat yang paling tepat untuk menyalurkan harta kepada orang-orang yang berhak menerimanya, baik langsung kepada yang bersangkutan atau melalui lembaga-lembaga yang menangani zakat, infak, sedekah tersebut yang betul-betul amanah, terpercaya. Karena Ramadan adalah bulan kedermawanan. Wallahu alam.

***

 

Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu Begitu Saja

Informasi dan Layanan Donasi Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf

Call Center : 0851 0004 2009 (TSel)

Website : http://www.sinergifoundation.org/
Twitter : @sinergiID
Instagram : @sinergi_foundation

Our Office
Jl. HOS Tjokroaminoto (Pasirkaliki)
No. 143 Bandung 40173
Telp: (022) 6120218 Fax: (022) 6120130
Indonesia

Gedung Wakaf 99
Jl. Sidomukti No. 99 H Bandung 40123
Telp: (022) 2513991 Fax. (022) 2511865
Indonesia

Hotel Kartika Chandra (Safari Suci Office) Kav.12 
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta Selatan 12930
Tlp (021)-5207548 Fax. (021) – 5252287
Indonesia

didieto28 June 2016

Berita

Gelar Workshop, FMP Bahas Tuntas Soal Pengurusan Jenazah

SF-UPDATES,–  Seiring perkembangan zaman, minat masyarakat akan ilmu pemulasaraan kian menyurut. Banyak orang meninggalkan pengetahuan mengurus jenazah ini, dan hanya menyisakan sedikit dari orang-orang tua yang dianggap mengerti. Sebabnya, hukum pelaksanaannya adalah Fardhu Kifayah. Maka, guna memberikan pengetahuan seputar ilmu janaiz, tim pemulasaraan Firdaus Memorial Park (FMP) mengadakan workshop “A to Z Pemulasaraan Jenazah”, Sabtu…

Baca selengkapnya

didieto27 June 2016

Berita

Sinergi Foundation dan BPZIS Mandiri Resmikan Program Penyediaan Air Bersih di Desa Rawan Kekeringan

sinergi-foundation-dan-bpzis-mandiri-resmikan-program-penyediaan-air-bersih-di-desa-rawan-kekeringan

SF-UPDATE,– Usai melakukan Pipanisasi pada Februari 2016 silam, Sinergi Foundation dan BPZIS Mandiri secara resmi merilis program Penyediaan Air Bersih di Desa Purabaya, kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur Selatan, Sabtu (25/06/2016). “Jadi memang, sebelum launching, terlebih dulu kita menyiapkan fasilitas keberjalanan programnya,” kata Manajer Program SF, Saji Sonjaya usai memberi sambutan. “Di antaranya penyediaan mesin, pemasangan…

Baca selengkapnya

didieto26 June 2016

Berita

Dan Petani Lumdes Madani Compreng-Subang pun Kebagian THR

SF-UPDATE,– Usai beri Tunjangan Hari Raya (THR) untuk petani di Lumbung Desa Tasikmalaya, Senin (20/06), Sinergi Foundation melanjutkan program tersebut kepada mitra Lumdes di kawasan Compreng Kabupaten Subang, Jumat (24/06/2016). Sejumlah kebutuhan pokok pun diberikan kepada tujuh puluhan mitra lumdes ini. Manager Program SF, Saji Sonjaya menyatakan, pemberian THR ini dilakukan untuk membangun rasa kepemilikan dan…

Baca selengkapnya

didieto26 June 2016

1 361 362 363 364 365 381
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!