wakaf, investasi, wakaf, ekonomi negara, zakat, sinergi wakaf, pajak, ustadz budi ashari

Wakaf, ‘Panglima’ Ekonomi Negara

Pakar sejarah Islam ustaz Budi Ashari mengatakan bahwa wakaf menjadi ‘panglima’ ekonomi negara sepanjang sejarah dan peradaban Islam, mulai zaman Rasulullah hingga runtuhnya Daulah Turki Utsmani, bahkan peninggalannya masih banyak menyebar hingga sekarang.

“Wakaf menjadi panglimanya, bukan lagi zakat. Karena wakaf menopang perekonomian negara,” kata ustaz Budi.

Hal ini, menurut ustaz Budi karena wakaf sangat fleksibel dan terbuka, tak seperti halnya zakat yang aturannya sudah baku, baik jumlah yang dizakatkan hingga penggunaan dana zakat.

Sebagai contoh, ustaz Budi mengatakan bahwa Umar bin Khattab mewakafkan tanah dengan nazir keluarganya, dan jika dia wakaf maka keturunan puterinya, Hafsah yang akan menjadi nazir, dan pengambil manfaat wakaf (mauquf ‘alaih) adalah keluarga dan keturunannya.

“Jadi, penerima wakaf keluarga dan keturunan sendiri itu bisa. Itulah enaknya wakaf, ia tidak bisa diwariska, dihibahkan, sehingga sengketa bisa hilang,” kata ustaz Budi.

Masih banyak contoh seperti bagaimana setiap khalifah membuka sebuah kota baru dan hasil transaksi keuangan dari kota tersebut digunakan untuk membiayai kepentingan sosial.

“Kalau di sini mungkin ada Kota Baru Parahyangan. Nah, hasil dari transaksi keuangan, jual beli, itu diwakafkan. Jadi wakaf kota, hasilnya digunakan untuk operasional rumah sakit, sekolah, perpustakaan,” katanya.

Karenanya, para khalifah ini terus menggiatkan wakaf, bahkan hingga masa-masa sulit seperti Perang Salib. “Jadi, saat perang salib, Gubernur wilayah Syam mencabut pajak dari rakyat, dan menggelorakan wakaf, yang hasilnya digunakan untuk berjihad,” kata ustaz Budi.

Sebab, mengutip Sosiolong nomor wahid Ibnu Khaldun, pemungutan pajak yang besar menandakan negara tersebut hendak bangkrut. “Ibnu Khaldun menilai, berdasarkan pengalaman dan pendalamannya tentang peradaban, bahwa pemungutan pajak yang besar dari berbagai sisi mendandakan bahwa peradaban tersebut akan runtuh. Karenanya wakaf menjadi solusi,” ungkap ustaz Budi. []

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

Assalamu'alaikum! Silakan tinggalkan pesan Anda, Sinergi Consultant kami siap untuk membantu.
Powered by