Tak semua anak cukup beruntung untuk tumbuh di bawah asuhan ayah dan ibu yang penuh kasih. Reyhan, seorang siswa kelas 1 SMK, punya cerita sendiri soal ini.

Barangkali, tidak ada ingatan yang tertinggal di kepala Reyhan tentang sosok ayah dan ibunya. Ayahnya pergi sejak Reyhan masih berada dalam kandungan, sementara sang Ibu merantau ke Jawa demi pekerjaan ketika Reyhan berusia 1 tahun dan tidak pernah kembali.

Sosok yang menemani dan menopang dirinya tumbuh hingga saat ini adalah sang nenek. Dengan usia yang sudah semakin lanjut dan fisik yang semakin renta, sang nenek terus bekerja sebagai buruh cuci dan setrika. Semua permintaan pekerjaan diambilnya tanpa memedulikan kondisi tubuh.

Bagi sang nenek, Reyhan bukanlah sekadar tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya. Reyhan adalah kebanggaannya. Prestasi Reyhan di sekolah, perilaku baiknya sehari-hari, sudah cukup menjadi alasan bagi Nenek untuk terus berjuang.

Apalagi, Reyhan tidak begitu saja meninggalkan neneknya berjuang seorang diri. Seringkali, Reyhan berusaha meringankan beban sang nenek dengan bekerja membersihkan makam di Taman Makam Pahlawan.

Reyhan tak banyak mengeluh, sepatu yang sudah robek dan tak lagi layak pakai pun terus dikenakannya karena tak ingin membebani neneknya.

Hingga kebaikan menghampirinya dalam bentuk bantuan sepatu dan buku tulis baru. Kebaikan yang lahir dari aksi nyata Sahabat untuk meringankan perjuangan Reyhan dan anak-anak lain yang kesulitan.

Sahabat, kamu juga bisa berpartisipasi untuk melahirkan kebaikan.

Klik dailysedekah.id

Kamu juga bisa transfer ke:
💳 BSI 700 098 2158 a.n. Sinergi Foundation

Hubungi kami untuk info dan konfirmasi di:
📲 Whatsapp/SMS 081-321-200-100

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!