Doa tak hanya dipanjatkan ketika dalam keadaan sulit, bahkan seorang muslim seharusnya berdoa sepanjang waktu.
Allah Ta’ala berfirman, “… dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, katakan wahai Muhammad bahwa Aku dekat, Aku akan ijabah setiap orang yang memohon apabila ia memohon kepadaKu, beriman kepadaKu dan melaksanakan perintah-perintahKu.” (QS Al Baqarah: 186)
Jadi, apakah kita memerlukan doa? Sangat. Untuk siapa? Untuk diri kita.
Urusan kita banyak, ada urusan yang paling utamanya adalah urusan rumah tangga yang tidak selesai-selesai, ada urusan utamanya adalah urusan harta yang senantiasa kurang tak pernah cukup, ada yang hartanya banyak tapi rasanya tidak berkah.
Keluarga memang ada, tapi selalu muncul persoalan. Ada keluarga ada persoalan, tidak ada keluarga ada persoalan. Ada yang urusan bisnis yang tak berkesudahan, siang jadi malam, malam jadi siang, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, capek sekali.
Namun semuanya tidak dirasa sampai pada kecukupan, dengan begitu banyak persoalan hidup kita, maka kita memerlukan doa. Doa adalah permohonan hamba pada Allah yang menjadi simbol pertemuan antara keyakinan akan kemahakuasaan Allah dan kita harus berikhtiar untuk mencapai apa yang kita inginkan.
Saat berdoa, sampaikan doa-doa dan permohonan kita dengan penuh keikhlasan, diawali doanya dengan dzikir, diawali dengan shalawat kepada Rasulullah lalu diikuti dengan mengagungkan nama Allah.
Kemudian ajukan permohonan kita dengan sepenuh keyakinan, doa didadasari keyakinan, kalau urusan-urusannya mengenai urusan akhirat, permintaan kita jelas.
Kita minta dimasukkan ke surga dan dijauhkan dari neraka, tidak ada pilihan. Tapi kalau urusannya urusan dunia kita berendah hati kepada Allah. Ya Allah kalau yang kami minta ini baik bagi diri kami, bagi agama kami, bagi hari akhir kami, bagi keluarga kami, maka mudahkan kami untuk mendapatkannya.
Namun kalau yang kami minta ini tidak baik bagi kami, karena ilmu kami sangat terbatas, sehingga sering kali kami tidak mampu menebak dengan tepat, mana yang baik dan mana yang tidak gantikan dengan yang lebih baik. Aamiin.
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh) maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya (memperbanyak dzikir dan do’a) agar kamu beruntung”. (QS. Al Anfal : 45).
www.sinergifoundation.org



