Doa tidak hanya sekadar penyempurna ikhtiar yang kita lakukan di dunia. Melainkan kekuatan orang beriman. Doa bisa menyelamatkan seseorang dari bencana. Doa juga bisa mengubah takdir yang telah digariskan. Pun kita diminta berdoa kepada Allah meski untuk kebutuhan yang remeh sekalipun.
“Hendaklah salah seorang diantara kamu sekalian meminta kepada Tuhannya akan segala kebutuhannya hingga meminta tali sandalnya yang putus atau sampai meminta garam sekalipun.” (HR At Tirmidzi no. 3604)
Berdasarkan hadits ini, bukan berarti kita bisa berpasrah berdoa tanpa ikhtiar. Tapi menunjukkan, bahwa doa tidak bisa lepas dalam keharian seorang muslim. Sehingga, doa tidak hanya dilakukan saat berhadapan dengan sesuatu yang besar saja, tapi hal-hal kecil pun bisa kita minta kepada Allah.
Terlebih, doa memang tidak pernah lepas dari keseharian muslim dalam melakukan aktivitas apa pun. Ada doa yang dituntunkan Rasulullah SAW untuk mengawali dan mengakhirinya. Seperti, akan makan dan selesai makan, bepergian, memasuki kamar kecil, mamakai pakaian, bahkan ketika bercermin. Semua aktivitas seorang Muslim tak terlepas dari doa.
Maka tak heran, doa menjadi kekuatan yang luar biasa bagi muslim. Sebab tatkala dia bahagia, ia pun bersyukur dengan banyak memuji kepada Allah Ta’ala. Dalam keadaan berduka seorang hamba memohon kekuatan dan keteguhan hati agar Allah Ta’ala menjadikannya kuat dan tegar. Begitulah doa dengan izin Allah Ta’ala, akan selalu memotivasi kita untuk optimis menjalani kehidupan, membuat semangat menatap masa depan dan menjauhkan dari bisikan-bisikan yang melemahkan iman.
**Adab ketika Berdoa**
Berdoa memang bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Namun alangkah lebih baiknya jika sebelum berdoa, kita memperhatikan adab-adabnya. Berikut adab sebelum memanjatkan doa, diantaranya;
1. Merasa benar-benar hadir dan ‘bertemu’ dengan Allah
2. Merendahkan diri serta khusyuk dan bersungguh-sungguh dalam berdoa
3. Menghadap Kiblat
4. Harus dalam keadaan suci
5. Berdoa sambil mengangkat tangan
6. Memulainya dengan pujian kepada Allah, misalnya membaca asmaul husna lalu bershalawat kepada Rasulullah
7. Memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah
8. Berdoa dengan penuh keyakinan
9. Menunaikan sedekah
Yang terpenting, jangan berputus asa ketika doa-doa kita belum dikabulkan Allah. Teruslah berdoa tanpa lelah. Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“’Tiada seorang muslim pun yang memohon (kepada Allah Ta’ala) dengan doa yang tidak mengandung dosa (permintaan yang haram), atau pemutusan hubungan (baik) dengan keluarga/kerabat, kecuali Allah akan memberikan baginya dengan (sebab) doa itu salah satu dari tiga perkara:
[1] boleh jadi akan disegerakan pengabulan doanya, [2] atau Allah akan menyimpannya untuk kebaikan (pahala) baginya di akhirat, [3] atau akan dihidarkan darinya keburukan (bencana) yang sesuai dengannya.’ Para sahabat radhiyallahu ‘anhum berkata: Kalau begitu, kami akan memperbanyak (doa kepada Allah). Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ‘Allah lebih luas (rahmat dan karuniaNya).’”
Jadi, jangan khawatir ketika belum ada doa-doa yang terjadi dalam kehidupan kita. Bisa jadi Allah menundanya untuk saat yang tepat.
Jangan lupa untuk selalu mengintrospeksi diri ya Sahabat. Selain ditunda karena Allah melihat kesempatan yang lebih baik, bisa jadi ada dosa yang menghalangi doa-doa kita terkabul.
Salah satu penyebabnya, ada harta atau makanan haram yang kita konsumsi tanpa sadar. Karena sesungguhnya makanan haram adalah penghalang antara doa seorang hamba dengan pengkabulan doa.
Sebagaimana termaktub dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menyebutkan seseorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut (acak-acakan) dan berdebu,
Dia menengadahkan kedua tangannya ke atas (sambil mengatakan), “Ya Rabb, Ya Rabb”, namun makanannya berasal dari yang haram, pakaiannya berasal dari yang haram, dan tumbuh dari yang haram. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam berkata, “Bagaimana mungkin doanya tersebut dikabulkan?” (HR Muslim)
Karena itu, cek lagi ya Sahabat. Mulai dari yang kita konsumsi sampai barang yang kita pakai dan gunakan, haruslah halal dan thayyib sumbernya. Sehingga memudahkan hajat kita dikabulkan Allah. Insya Allah.
Source: dbs



