Mengalami kerasnya hati merupakan penyakit serius yang dialami seorang muslim. Sebab, orang yang berhati keras cenderung melanggar perintah Allah dan jauh dari hikmah (lihat Taisir al Karim ar Rahman).
Karena itu dalam dirinya akan tumbuh sifat tercela, mulai dari sombong, keras kepala, mengadu domba, iri, hasad, dan penyakit hati lainnya. Jika kondisi ini terus dibiarkan, tentu akan memengaruhi jasad pula.
Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).” (HR Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)
Tak elak, orang yang hatinya sudah dipenuhi keburukan pun akan menghilangkan ketenangan dalam hati, sering merasa gundah, hingga ‘nyaman’ berbuat maksiat
Lalu apa saja penyebabnya kerasnya hati?
1. Terjerumus dalam perilaku musyrik
2. Lalai melaksanakan perintah Allah
3. Memutarbalikkan ayat-ayat Allah
4. Tertawa Berlebihan
5. Banyak makan, tidur, dan berbicara
6. Terus-menerus melakukan dosa
Lalu apa yang bisa kita lakukan agar hati dapat bersih dan kembali lembut?
1. Tilawah Al Quran dan Mentadabburinya
Agar merasakan ketenangan saat tilawah Al Quran, tak hanya dibaca saja tapi juga di tadabburi dan direnungkan maknanya. Sehingga dapat meresap ke dalam hati.
2. Berdzikir
Dengan mengingat Allah, insya Allah, hati akan semakin lembut.
“Ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang.” (QS Ar Ra’d: 28)
3. Berteman dengan Orang Shaleh
Seorang muslim dianjurkan untuk berteman dengan orang-orang shaleh. Sebab, sosok teman yang agamanya baik, bisa memberikan semangat positif saat keimanan kita sedang lemah.
4. Berbagi
Dengan berbagi, kita turut berempati dengan kesulitan orang lain. Sehingga hati pun semakin lembut
5. Berdoa
Memiliki hati yang lembut tidak datang tiba-tiba, melainkan memintanya juga kepada Allah melalui doa. Banyak-banyaklah berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam ketaatan dan diberikan kelembutan hati, dan dijauhkan dari rasa malas yang terus menerus sehingga hati menjadi mati.
Source: DSB



