Panen Kebaikan dengan Wakaf

Berita

Home » Berita » Panen Kebaikan dengan Wakaf

Bekal akhirat, tentu Sahabat sudah tak asing dengan istilah ini. Dalam kajian offline atau online, bahkan di majelis pengajian, sering kita diingatkan untuk mempersiapkan bekal terbaik untuk perjalanan selanjutnya.

Sebab memang, kehidupan di dunia hanyalah sementara. Pun di dalamnya penuh kefanaan dan tak ada yang bersifat abadi. Kelak, seluruhnya akan rusak dan binasa ditelan usia.

Lalu, bekal seperti apakah yang akan menemani kita mengarungi perjalanan akhirat?

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila manusia meninggal, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga; sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakan orangtuanya.” (HR Muslim)

Sedekah jariyah atau wakaf, berbeda dengan sedekah. Wakaf akan terus menebar kebaikan dan mengalirkan pahala bagi orang yang menunaikannya, bahkan setelah wafat. Inilah yang membedakan wakaf dengan sedekah.

Ingatkah Sahabat dengan dengan sumur milik Utsman bin Affan? Meski telah berusia 1440 tahun, sumur Raumah masih terus mengalirkan kebaikan.

Bahkan didekatnya terhampar kebun kurma yang luas. Panen dari buah kurma dijual oleh Departemen Pertanian ke pasar-pasar dan setengah hasil penjualan kurma diberikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin.

Meski ada istilah, ‘harta tak bisa dibawa mati’, namun harta yang telah menjadi amal kebaikan akan menjadi bekal terbaik kita di akhirat kelak.

Yuk, #SinergiWakaf dan jadikan #AmalTerbaikKita!

www.sinergifoundation.org

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti
×
Open chat
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!
Powered by