Tak ada anak yang seharusnya mengerdilkan mimpi mereka hanya karena keadaan ekonomi. Namun kenyataannya, begitu banyak anak di sekitar kita yang terpaksa tumbuh dengan kesadaran menekan mimpi karena tahu hidup mereka tak seberuntung anak-anak lainnya.

Widia misalnya, yang sempat berada di ambang kondisi putus sekolah. Bukan karena kemauannya sendiri, tapi karena keadaan yang tak memungkinkan. Penghasilan sang ayah sebagai pengumpul barang bekas bahkan terkadang tak mampu menutup kebutuhan makan sehari-hari.

Bagaimana mungkin mengumpulkan untuk mendaftar sekolah?

Tekad Widia untuk sekolah tak padam karena keadaan. Ia berusaha menabung sendiri agar, jika tak bisa masuk sekolah tahun ini, ia bisa menyusul di tahun berikutnya.

Apapun asal tidak benar-benar menyerah pada mimpinya untuk sekolah tinggi. Apapun agar bisa tetap meraih cita-cita untuk mengangkat derajat keluarga dan membanggakan sang ayah. Sebab kini Widia hanya memiliki ayahnya, setelah sang Ibunda meninggal satu tahun lalu.

Doa yang kerap dipanjatkan Widia ketika shalat tahajud dan keinginan kuatnya untuk sekolah akhirnya membuka jalan keluar baginya. Allah menitipkan jawaban pada donasi yang diamanahkan donatur kepada Sinergi Amil Zakat – Sinergi Foundation.

Dana tersebut disalurkan untuk membayarkan sebagian biaya pendaftaran sekolah Widia di SMK pilihannya. Widia tak lagi dihantui kekhawatiran akan putus sekolah. Pada tahun ajaran baru 2026/2027 ini, ia juga resmi menyandang gelar baru sebagai siswa SMK.

Sahabat, mari kita doakan agar jalan Widia menuju cita-citanya selalu dimudahkan dan dilancarkan. Tak lupa, mari hadir untuk lebih banyak anak-anak yatim, piatu & dhuafa lain di luar sana. Bantu mereka mendapatkan akses pada pendidikan layak yang berhak mereka dapatkan.

Klik s.id/donasi-anak-yatim

Kamu juga bisa transfer lewat:
💳 BSI 700.098.2158 a.n Sinergi Foundation

📲 Hubungi kami untuk info dan konfirmasi di:
Whatsapp/SMS 081-321-200-100

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!