Tahun 2019 lalu, warga Kersamanah Garut antusias dengan kebiasaan baru. Mereka tak lagi membagikan daging kurban dengan kresek. Ada canting, irisan bambu yang dibentuk sedemikian rupa agar bisa mengikat daging.

Sebenarnya, dulu cara ini dilakukan oleh para orang tua di sana. Seiring waktu, karena dianggap lebih praktis, mereka mulai menggunakan plastik.

Saat Green Kurban datang, mereka diedukasi tentang bahaya plastik yang sulit terurai di alam. Akhirnya, dengan antusias mereka mengusulkan dipakainya canting. Alhamdulillah, rupanya bambu yang tumbuh di sekitar mereka dapat dimanfaatkan dengan baik.

Sahabat, sejak 2013 Green Kurban menjadi ikhtiar Sinergi Foundation untuk mencintai lingkungan. Salah satu upayanya adalah, mengurangi penggunaan bahan plastik dalam menyalurkan daging kurban untuk warga.

Lalu menggunakan apa? Green Kurban mengedukasi masyarakat agar pendistribusian daging memanfaatkan bahan organik yang menjadi potensi alam di wilayah penyaluran tersebut. Misalnya bambu, pelepah daun pisang, daun jati, atau kalau tidak ada, membawa wadah sendiri.

Ini adalah ikhtiar kami, warga Kersamanah, dan mitra Green Kurban lainnya dalam menjaga alam. Yuk turut dalam kurban ramah lingkungan di Green Kurban, dan sayangi bumi kita!

Cek infonya di : bit.ly/GreenKurban

Hubungi kami untuk konsultasi kurban:
Whatsapp/SMS 081 321 200 100
www.sinergifoundation.org

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!