Hari Raya Idul Adha senantiasa menjadi momentum besar bagi Muslim untuk berbagi dengan sesama. Namun, momen ibadah ini kerap dibayangi kekhawatiran akan masalah sebaran daging kurban yang tidak merata hingga dampak negatifnya terhadap lingkungan. Menjawab kekhawatiran tersebut, Sinergi Foundation hadir dengan program unggulannya, Green Kurban.
Tahun ini, Green Kurban, mengusung tema besar “Kurban Nyata Berdaya”. Sebuah tema yang menegaskan komitmen Sinergi Foundation untuk memastikan ibadah kurban terlaksana sesuai syariat, juga menghasilkan dampak luas. Dampak yang dihadirkan mulai dari pemerataan distribusi ke wilayah rawan kemiskinan, bencana, dan krisis kemanusiaan, hingga mendorong pemberdayaan peternak kecil serta ramah lingkungan.
Komitmen tersebut dibangun di atas pengalaman panjang lembaga dalam mengelola program kurban. Sejak tahun 2005, Sinergi Foundation telah berkontribusi selama lebih dari dua dekade dengan melayani sebanyak 6.347 pekurban dan menyalurkan 18.660 hewan kurban. Menjadi bukti konsistensi dalam menghadirkan layanan kurban yang amanah, profesional, dan terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.
Pada tahun ini, Sinergi Foundation menargetkan penyaluran manfaat kurban kepada lebih dari 67.586 jiwa atau sekitar 16.896 kepala keluarga yang tersebar di 5 negara dan 13 wilayah. Di Indonesia, distribusi menjangkau berbagai daerah seperti Aceh, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, hingga Maluku. Sementara di tingkat global, bantuan kurban juga akan disalurkan ke wilayah yang menghadapi krisis kemanusiaan seperti Palestina, Chad, Somalia, dan Kenya, guna memastikan manfaat kurban dapat dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Tema “Kurban Nyata Berdaya” tak hanya diwujudkan dalam proses penyaluran, melainkan juga keseluruhan rangkaian aksi yang telah dimulai jauh-jauh hari sebelum Idul Adha. Untuk menguatkan konsep pemberdayaan yang diusung, Sinergi Foundation melakukan pemberian indukan serta pembekalan dan pelatihan kepada peternak di wilayah Subang dan Kampung Zakat Maparah di Ciamis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan peternak dan penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Selain aspek sosial dan ekonomi, Green Kurban juga memberikan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan. Hal ini dituangkan melalui distribusi yang minim penggunaan plastik juga penanaman pohon dari setiap hewan kurban yang disembelih.
Pada tahun 2025 saja, Sinergi Foundation merealisasikan penanaman sebanyak 1.828 pohon yang terdiri dari berbagai jenis seperti jeruk, kelapa, mangga, durian, alba atau sengon laut, hingga kopi. Tahun ini, Green Kurban menargetkan penanaman tumbuhan pelindung seperti bambu yang bermanfaat untuk konservasi tanah dan air serta memiliki fungsi ekonomi karena dapat diperjualbelikan.

Melalui rangkaian program tersebut, Sinergi Foundation mengajak masyarakat untuk memaknai kurban secara lebih luas—tidak hanya sebagai ibadah tahunan, tetapi juga sebagai sarana menghadirkan kebermanfaatan yang berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi, “Kurban Nyata Berdaya” diharapkan menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan para pekurban dengan mereka yang membutuhkan, sekaligus membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan lingkungan.



