Menilik Pengelolaan Zakat di Masa Rasulullah

Artikel Zakat, Berita

Pada masa awal hijrah ke Madinah, perintah zakat belum diwajibkan. Sebab ketika itu, Nabi dan para sahabatnya beserta segenap kaum muhajirin, masih terfokus untuk menjalankan usaha penghidupan di tempat baru.

Tapi begitu memasuki tahun kedua hijriah, dimana kehidupan kaum muslim mulai berkecukupan dan tenteram, barulah kewajiban zakat diberlakukan.

Saat itu, harta benda yang digunakan untuk membayar zakat berupa binatang ternak, seperti kambing, sapi, dan unta. Untuk barang berharga berupa emas dan perak. Sedangkan untuk hasil pertanian seperti syair (jelai), gandum, anggur kering (kismis), serta kurma.

Syariat mengenai zakat ini bukan hanya bermuatan ibadah, namun juga pemberdayaan ekonomi umat dan sosial kemasyarakatan. Terbukti, dengan pengelolaan zakat secara optimal mampu menstabilkan perekonomian masyarakat.

Selain itu, pada zaman Rasulullah, zakat dikelola oleh lembaga negara. Dengan demikian, negara mempunyai kewajiban untuk menghitungkan berapa banyak zakat yang harus dikeluarkan seseorang. Bukan hanya menghitung, namun juga sekaligus mengumpulkan zakat.

Kala itu Rasul dan para khalifah membentuk badan zakat serta mengirimkan petugas untuk mengumpulkan zakat dari wajib zakat.

Setelah dikumpulkan, zakat akan dimasukkan ke baitul mal. Baru setelah itu pemerintahan akan menentukan pembagian sesuai dengan ketentuan yang telah dituliskan di dalam Al-Qur’an serta hadist.

Rasulullah menunjuk Umar bin Khatab, Ibnu Qais ‘Ubadah Ibn Shamit, serta Mu’az Ibn Jabal untuk menjadi amil zakat pada tingkatan daerah.

Pun melalui zakat, Rasulullah mengajarkan berbagi dan kepedulian. Artinya zakat harus mampu menumbuhkan rasa empati serta saling mendukung terhadap sesama muslim. Sehingga zakat pada akhirnya mampu mengubah kehidupan masyarakat, khususnya umat Muslim.

Untuk yang ingin menunaikan zakat, silahkan tunaikan DISINI

(Dikutip dari berbagai sumber)

Ayo Berbagi untuk Manfaat Tiada Henti

Informasi!

Semua dana donasi terhimpun di Sinergi Foundation murni disalurkan untuk kepentingan sosial, dan BUKAN untuk tujuan pencucian uang, terorisme, maupun tindak kejahatan lainnya.

×
Open chat
Assalamualaikum, Sinergi Foundation!