Walaupun di Kuttab Al Fatih menerapkan kurikulum iman sebelum Al Quran, tapi proses pembelajarannya ternyata tidak seserius yang dibayangkan lho.

Di sela-sela kegiatan belajar-mengajar terdapat jeda waktu bagi santri untuk melepas penat dengan membaca buku sebagai hiburan. Tak hanya itu, terdapat juga waktu kudapan untuk menikmati snack yang dibawa dari rumah.

Hal ini dilakukan agar makanan yang dikonsumsi terjaga kehalalan dan thayyibnya. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah,

Suatu ketika, Hasan dan Husain bermain-main di dekat kumpulan kurma untuk sedekah. Salah satu dari mereka memasukkan kurma ke mulut. Saat Rasulullah melihat, beliau langsung mengeluarkan kurma dari mulut mereka dan mengatakan, Muhammad dan keturunannya tidak memakan sedekah.

Ini menunjukkan pelajaran kehati-hatian dalam memakan harta, agar tak terjatuh dalam dosa dan syubhat. Walaupun perbuatan anak-anak belum masuk hisab dan tak menjadi dosa namun, seorang anak perlu belajar menjauhi harta haram.

Karena itu, tak heran jika para santri di Kuttab Al Fatih Sinergi Foundation pun ditekankan untuk menerapkan hal ini. Mereka diminta untuk selalu membawa bekal dari rumah. Dan terkhusus hari Selasa dan Rabu, kudapan disiapkan oleh satu santri secara bergantian.

Selain itu, kebiasaan ini juga menjadi pembelajaran bagi santri untuk senantiasa bersyukur dan tidak memilih-milih makanan.

Wah, ternyata makanan sangat berpengaruh dalam membangun adab. Semoga ikhtiar kita dalam mewujudkan generasi muslim pembangun peradaban dapat terlaksana ya, Sahabat, aamiin. []

Assalamualaikum, Sinergi Foundation!